Enter Your Domain Here....

Thursday, March 01, 2012

Desa Plumbon Laksanakan Diklat Penguatan BKM, KSM dan Relawan PNPM

Guna menunjang suksesnya pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di lapangan khusus di wilayah Desa Plumbon Kecamatan Indramayu, belum lama ini telah diadakan pendidikan dan latihan yang bertujuan untuk penguatan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM), Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) dan Relawan. Pelatihan diikuti sebanyak 61 orang yang dipandu oleh para fasilitator kabupaten dan beberapa nara sumber terkait.
Koordinator BKM “Mekar Mandiri” Desa Plumbon, Rusita, menjelaskan bahwa pendekatan pemberdayaan masyarakat yang digunakan PNPM perkotaan adalah mendorong terbangunnya Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) sebagai komponen dari keseluruhan proses penanggulangan kemiskinan baik meningkatkan keberdayaan kelompok yang sudah ada maupun membangun kelompok baru.
“KSM merupakan kumpulan orang yang menghimpun diri secara suka rela dalam kelompok dikarenakan adanya ikatan pemersatu yaitu kepentingan dan kebutuhan yang sama sehingga dalam kelompok tersebut memiliki kesamaan tujuan yang ingin dicapai bersama,” jelas Rusita, didampingi Ketua Panitia Diklat, Dadang Sarif Hidayat, serta anggota panitia Anong, Rasa dan Sukardi.
Menurut Rusita, tujuan dibentuknya KSM adalah untuk menumbuhkembangkan kapital sosial masyarakat, berkembangnya nilai-nilai kemanusiaan dan kemasyarakatan secara dinamis. Diharapkan juga terjadi proses pembelajaran, tumbuh rasa saling asih, asah, dan asuh sesama anggota. Proses belajar bersama dalam melakukan konsolidasi dan menggalang kekuatan serta berfungsinya pelembagaan sistem tanggung renteng, gerakan keswadayaan modal dan kepercayaan bersama.
“Prinsip nilai yang dianut KSM adalah kesetaraan, saling percaya dan saling dukung, bebas dalam membuat keputusan dan menetapkan kebutuhan, mempunyai kewenangan/kebijakan sendiri dan berpartisipasi secara nyata. Sedangkan peran dan fungsi KSM adalah sebagai agen pendorong proses perubahan sosial, wadah pembahasan dan penyelesian masalah, wadah untuk menyalurkan aspirasi serta wadah tumbuhnya saling percaya. KSM harus mampu bersifat independen dan mampu melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kinerja BKM/LKM, Unit Pengelola (UP),” jelas Rusita.
Sedangkan Ketua Panitia, Dadang, menambahkan bahwa diklat dilaksanakan selama empat malam bertempat di aula balai desa Plumbon. Bertindak selaku nara sumber di antaranya adalah Senior Fasilitator, Dory, Yayang, serta pakar kehutanan Ony Toyib, S.Hut. BKM “Mekar Mandiri” Desa Plumbon telah mendapat BLM dengan total nilai Rp 620 juta ditambah APBD Rp 30 juta yang dipergunakan untuk membangun jalan aspal desa (900 m), jalan setapak paving (5000 m), kran umum (5 titik), Tembok Penahan Tanah, pinjaman Bergulir serta Kambing Bergulir. Kesemuanya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat guna menunjang kehidupan mereka agar lebih baik lagi. (pitrahari)

0 comments:

Pengikut

Langganan via Email

 

Buku Tamu

Arsip Berita