Enter Your Domain Here....

Wednesday, February 01, 2012

BEST PRACTICES PROGRAM PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS BUDAYA DAN KARAKTER BANGSA DI SMP NEGERI 2 LELEA Oleh KASNOTO, M.Pd

Pendidikan berbasis karakter merupakan jawaban bahwa keberhasilan atau kegagalan anak di sekolah faktornya ternyata bukan terletak pada kecerdasan otak, tetapi pada karakter, yaitu rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, kemampuan bergaul, kemampuan berkonsentrasi, rasa empati, dan kemampuan berkomunikasi.
Hal di atas sesuai dengan pendapat Daniel Goleman tentang keberhasilan seseorang di masyarakat, ternyata 80 persen dipengaruhi oleh kecerdasan emosi, dan hanya 20 persen ditentukan oleh kecerdasan otak (IQ). Anak-anak yang mempunyai masalah dalam kecerdasan emosinya, akan mengalami kesulitan belajar, bergaul, dan tidak dapat mengontrol emosinya. Anak-anak yang bermasalah ini sudah dapat dilihat sejak usia pra sekolah, dan kalau tidak ditangani akan terbawa sampai usia dewasa. Sebaliknya para remaja yang berkarakter akan terhindar dari masalah-masalah umum yang dihadapi oleh remaja seperti kenakalan, tawuran, narkoba, miras, perilaku seks bebas, dan sebagainya. (Sumber http://www.mandikdasmen.depdiknas.go.id/web/pages/urgensi.html)
Sehubungan dengan hal di atas, maka SMP Negeri 2 Lelea berupaya untuk mengantisipasi gejolak sosial dan perilaku penyimpangan yang dilakukan siswa melalui program pendidikan karakter bangsa yang berbasis budaya dan karakter bangsa. Program tersebut diharapkan dapat memberikan bekal mental dan karakter siswa yang positif sehingga kelak dewasa menjadi orang yang dapat dipercaya dan teruji secara mental dalam melaksanakan tugas maupun mengemban amanat keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

B. Potret Kegiatan Berbasis Pendidikan Karakter
Beberapa kegiatan yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir di SMP Negeri 2 Lelea yang mengandung pendidikan karakter dapat ditunjukkan seperti di bawah ini, di antaranya:
a. Upacara setiap hari senin
b. Ngaji pagi sebelum belajar
1. Kegiatan Spontan (infaq dan shodaqoh)
2. Kegiatan Keteladanan (kekompakkan dan kebersamaan seperti dalam peringatan HUT PGRI)
c. Pembiasaan buang sampah pada tempatnya
d. Peduli lingkungan
e. Kerja keras
3. Kegiatan Pengkondisian (slogan religious, slogan motivasi, slogan karakter, lingkungan yang nyaman dan bersih)
4. Kegiatan Ekstrakurikuler (PMR, Paskibra, Pramuka, Marching band, OSIS)
f. Kewiraan
g. Seni
5. Kegiatan Insidental (upacara, istighosah, jumpa pisah, berkemah, bermain dan belajar)

C. Dokumen Hasil Refleksi
Refleksi terhadap program dan kegiatan–kegiatan yang telah terjadi selama satu tahun terakhir pada tahun pelajaran 2010/2011, terdiri dari: Tim Evaluasi, dan Hasil Refleksi Program dan Kegiatan.
Tim Evaluasi terdiri dari KASNOTO, M.Pd. (Kepala Sekolah), H. DAUSA, M.Pd (Wakil Kepala Sekolah), DIMAN, S.Pd (PKS Kurikulum), H. NARKIYAH, M.Pd (PKS Kesiswaan), Drs. EYON (PKS Humas), SARIPUDIN, S.Pd (PKS Sarana Prasarana), SUMANDA (Koordinator Tata Usaha), dan Drs MASUDIN (Ketua Komite Sekolah).
Hasil Refleksi Program dan Kegiatan:
2.1 Permasalahan Internal
a) Belum semua guru memahami pengintegrasian pendidikan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran dan di luar pembelajaran
b) Job Deskription yang tidak dipahami dengan baik oleh semua personal yang mengakibatkan tumpang tindihnya pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya.
c) Siswa terutama kelas awal tahun pelajaran, membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat beradaptasi dengan sekolah baru.
d) Lingkungan sekolah yang belum sepenuhnya terpagar permanen, sehingga ada kesulitan untuk mengendalikan siswa.
e) Fasilitas pembelajaran yang belum lengkap baik secara kuantitas maupun kualitas
f) Keterbatasan sumber dana
g) Terdapat beberapa program belum tercover

2.2 Permasalahan eksternal
a) Masih adanya masyarakat yang kurang peduli terhadap sekolah, sehingga segala permasalahan dan apa yang terjadi di sekolah diserahkan sepenuhnya kepada sekolah
b) Masih adanya budaya masyarakat yang menikahkan anaknya sebelum anaknya lulus SMP sehingga terjadi DO.
c) Kurang perhatiannya wali murid terhadap kemajuan anaknya.
d) Orang tua siswa yang belum sadar sepenuhnya akan tata tertib sekolah, sehingga masih banyak siswa yang melanggar tata tertib.
e) Kesadaran orang tua siswa terhadap pendidikan anak-anaknya masih rendah dimana setelah lulus SMP masih ada yang menyuruh anaknya untuk mencari pekerjaan.
Rekomendasi: Mengadakan kegiatan workshop dengan materi pokok pendidikan berbasis karakter; Pembagian tugas secara merata sesuai dengan kemampuannya; Dalam kegiatan Masa Orientasi Siswa Baru, alokasi waktu untuk ekskul diperbanyak; Penggalian sumber dana melalui donatur dan meningkatkan infaq serta Menggalang pembiayaan pendidikan yang memadai yang terinci.
Penggalangan yang diusulkan adalah sebagai berikut:
• Menjalin kerja sama timbal balik dengan stakeholder
• Menciptakan usaha dengan pendayagunaan potensi yang ada
• Menerapkan sistem subsidi silang yang tepat sasaran
• Menumbuhkembangkan kesadaran orang tua dalam memenuhi kewajiban keuangan
• Perencanaan program melalui penjaringan aspirasi
• Pembinaan pada wali murid baik melalui home visit maupun rapat wali murid
(Penulis adalah Kepala SMP Negeri 2 Lelea Kabupaten Indramayu)

0 comments:

Pengikut

Langganan via Email

 

Buku Tamu

Arsip Berita