Saturday, July 30, 2011

Profil Daerah : Majasari Menuju Desa Peradaban

Profil Daerah : Majasari Menuju Desa Peradaban
Profil Daerah : Majasari Menuju Desa Peradaban
Profil Daerah : Majasari Menuju Desa Peradaban
TABLOID MH - DALAM waktu dekat Desa Majasari Kecamatan Sliyeg akan dinobatkan sebagai desa peradaban, menyusul desa yang dipimpin kuwu Wartono ini berhasil meraih jura I lomba desa tingkat Kabupaten Indramayu tahun 2011, dan ikut lomba desa tingkat Provinsi Jawa Barat yang telah diselenggarakan pada pertengahan Mei lalu.

Bukan hanya Desa Majasari, Desa Bugis, dan Desa Dukuh yang menduduki peringkat II dan III pun akan diusulkan menjadi desa peradaban. Begitu pula halnya bagi Desa Nunuk dan Desa Tugu Kecamatan Lelea yang pernah meraih juara I dan II pada lomba desa tingkat Kabupaten Indramayu tahun 2010 akan diusulkan sebagai desa peradaban.

Desa Majasari memiliki keunggulan dibanding desa lainnya. Tingkat kegotongroyongan masyarakat cukup tinggi. Partisipasi masyarakat di berbagai bidang cukup baik. Sumber daya manusia (SDM) para aparatur desa bisa diandalkan. Keunggulan seperti ini sudah dirintis sejak status Desa Majasari berpisah dengan desa induknya, yaitu Majasih, pada tahun 1982.
Pada lomba desa tingkat provinsi 2011 Desa Majasari belum berhasil menduduki peringkat juara. Hal itu disebabkan karena masih banyak kekurangan dari berbagai aspek penilaian. Salah satu di antaranya dalam hal tingkat swadaya masyarakat masih lemah. Meskipun demikian pihak Pemkab Indramayu memberi apresiasi terbaik terhadap masyarakat dan pemerintah Desa Majasari yang telah berusaha keras mengikuti lomba desa hingga meraih jura I tingkat kabupaten.

“Lomba desa bukan merupakan satu tujuan. Tetapi merupakan sebuah momentum mencapai sebuah tujuan menuju terciptanya penyelenggaraan desa yang baik, benar dan good government,” kata Drs. H. Wahidin, M.Si., Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kabupaten Indramayu.

Seandainya status desa peradaban mampu disandangnya, maka banyak sekali manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat di desa tersebut. Desa peradaban akan memperoleh bantuan stimulan berupa uang dari Gubernur Jawa Barat sedikitnya sebesar Rp 1 miliar. Uang tersebut untuk berdaya guna untuk mendorong peningkatkan perekonomian masyarakat desa. Jika perekonomian masyarakat meningkat, secara tidak langsung tingkat swadaya masyarakat untuk membangun desa akan tumbuh dan berkembang dengan pesat.

Hal itu sudah bisa dibuktikan. Desa Darma Kabupaten Kuningan yang sudah berpredikat sebagai desa peradaban, jelas membuktikan tingkat pertumbuhan ekonomi di desa itu jauh lebih meningkat. Dana bantuan tersebut yang telah digulirkan dan telah dirasakan oleh masyarakatnya. Dengan demikian, mudah-mudahan Desa Majasari juga bisa seperti itu.

Seandainya Kabupaten Indramayu memiliki desa berstatus desa peradaban, dampaknya selain bermanfaat bagi desa yang bersangkutan, juga akan berpengaruh positif bagi desa-desa sekitarnya. Mereka akan tumbuh semangat satu sama lain berlomba mengejar prestasi. Jika masyarakat desa dan para aparatnya mampu memperbaiki diri dalam meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan sumber daya alam (SDA) serta potensi desa yang berada di desa tersebut maka lambat laun akan tumbuh dan berkembang pesat.

Menurut Sekretaris BPMD Kabupaten Indramayu, Drs. Iwan Hermawan, M.Pd., bagi desa yang pernah mengikuti lomba setidaknya mampu membangun fondasi dan kondisi desa yang lebih baik dan benar. Mampu membuat konsep sebuah desa yang jelas dan diketahui semua pihak. Memiliki tim ahli yang mampu merancang pembangunan desa dan mampu menata desa yang disesuaikan dengan kondisi serta tradisi budaya setempat.

“Desa Majasari memiliki potensi SDM dan SDA yang ada. Tinggal semuanya dipadukan dan ditumbuhkembangkan hingga membuahkan hasil untuk dirasakan manfaatnya oleh masyaraatnya sendiri,” kata Iwan sambil mengatakan bahwa Desa Majasari segera memperoleh predikat desa peradaban.

Hikmah Lomba Desa
Wartono, M.Si., Kuwu Desa Majasari merasa puas dengan lembaga yang dipimpinya telah mengikuti lomba desa tingkat provinsi. Meskipun tidak meraih prestasi di tingkat Jawa Barat, dampak dari lomba desa mulai tingkat kecamatan s.d. tingkat provinsi banyak hikmah di balik itu semua, dan memiliki kenangan indah yang tak pernah dilupakan.

Hikmah dari lomba desa itu adalah masyarakat di semua lapisan ikut terpanggil untuk berpartisipasi dan bergotongroyong satu sama lain agar desanya berhasil menjadi juara. Terlebih para pamong merasakan lomba desa dijadikan sebuah media pembelajaran dalam upaya meningkatkan prestasi kerja.

“Mudah-mudahan hikmah dari lomba desa yang baru berlangsung dua bulan lalu mampu mendorong agar masyarakat kami lebih meningatkan partisipasi aktif dalam membangun desanya. Terlebih bisa meningkatkan sawadaya masyarakat yang intinya untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat,” kata Wartono, mantan kepala SD yang juga Sekretaris Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI).

Kuwu Wartono mengungkapkan rasa terima kasih kepada semua pimpinan instansi dan lembaga terkait, yang telah memberikan perhatian besar selama lomba desa berlangsung. Para pejabat di jajaran Pemkab Indramayu, dan aparat di Kecamatan Sliyeg begitu besar perhatiannya dalam membina, memberi arahan, bantuan moral dan material demi suksesnya lomba desa yang mempertaruhkan nama baik Indramayu di tingkat provinsi.

Lomba desa yang telah dinilai tim provinsi menjadi kebanggan seluruh warga Desa Majasari. Bertapa tidak, profil Desa Majasari telah ditonton banyak orang dan telah dinilai tim yang memiliki kapasitas di bidangnya masing-masing. Semua kekurangan dan kelemahan yang ada telah dijadikan sebuah pelajaran untuk meningkatkan agar lebih baik lagi di masa mendatang.
“Bila dilombakan lagi di tahun mendatang, kami optimis Desa Majasari meraih juara lomba desa tingkat provinsi,” ujar Drs. H. Aceng, salah seorang tokoh masyarakat Desa Majasari.
Desa Majasari yang berpenduduk 3.421 jiwa 16 RT dan 4 RW , merupakan desa hasil pemekaran dengan desa induknya Desa Majasih. Dengan luas areal 2.300 ha, sebagian besar merupakan lahan pertanian dan perkebunan. Mayoritas penduduknya bermata pencaharian bertani, bertanam palawija, berdagang, pegawai negeri, dan pegawai swasta.

Yang diunggulkan di desa ini adalah jiwa kegotongroyongan masyarakat cukup tinggi. Tingkat kesadaran masyarakat dalam menata lingkungan, menjaga kebersihan, dan menjalin rasa aman menjadi unggulan utama. Lihat saja rumah rumah penduduk di masing-masing blok tertata rapi lengkap dengan halaman yang dihiasi aneka tanaman hias.

Masyarakat Desa Majasari giat bekerja dan mampu memanfaatkan lahan yang ada. Ada ratusan warga yang setiap hari getol bertanam palawija. Hasilnya dijual ke para bakul kemudian dijual ke pasar. Sebagian lagi aktif bertanam ikan memanfaatkan lahan dijadikan kolam. Beternak unggas, sapi, dan kambing. • UNDANG

Casinih (Atlet Indramayu) Juara I Lempar Lembing

Casinih (Atlet Indramayu) Juara I Lempar Lembing
KECIL-kecil si cabe rawit. Begitu julukan para siswa-siswi SMPN I Kedokanbunder kepada Casinih siswa kelas VII G, menyusul dia meraih prestasi sebagai juara I cabang olah raga lempar lembing putri tingkat kabupaten pada Olimpiade Olahraga dan Seni Nasional (02SN) SMP yang diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dua bulan lalu.

Pada pertandingan yang diikuti puluhan atlet lempar lembing, Casinih mampu melempar sejauh 14,8 meter, jauh melebihi pesaingnya. Atas prestasinya itu Casinih berhak meraih prestasi juara I lempar lembing tingkat SMP.

Teman-teman di sekolahnya tidak menyangka Casinih bisa memberi harum nama baik almamaternya. Betapa tidak, Casinih sepengetahuan teman-temannya adalah pemain bola voli dan bertindak di posisi toser. Namun kenapa ia lantas piawai bermain olah raga lempar lembing.
“Saya hanya belajar dan berlatih lempar lembing selama dua kali saja di sekolah. Begitu dipertandingkan saya lebih unggul dari lawan,” kata Casinih kelahiran 27 Mei 1998, tinggal di Blok Gopala Desa/Kecamatan Kedokanbunder.

Putri dari alamarhum Kadminah ini memang piawai bermain bolavoli. Tim bolavoli putri SMPN 1 Kedokanbunder sudah beberapa kali meraih juara baik di tingkat kecamatan, kabupaten bahkan pernah sekali juara I bolavoli putri tingkat eks Wilayah III Cirebon tahun 2010 lalu. Kemenangan tim-nya berkat kekompakan dan disiplin bermain dan memiliki seorang toser piawai yaitu Casinih.

Casinih mengakui, dirinya amat asing dengan olah raga lempar lembing. Secara kebetulan di sekolah memiliki sarananya, maka guru olah raga menyuruh Casinih bermain dan berlatih lempar lembing. Kemudian ia didaftarkan oleh gurunya menjadi peserta di cabang lempar lembing pada even O2SN di kabupaten Mei lalu.

“Saya senang bisa meraih juara kabupaten, padahal hanya beberapa kali mencoba dan belajar olah raga lempar lembing,” kata Casinih. • rofi/undang

Dinas PSDA Tamben Kini Memiliki Excavator Amphibi Tercanggih

Dinas PSDA Tamben Kini Memiliki Excavator Amphibi Tercanggih
Dinas PSDA Tamban (Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Pertambangan dan Energi) Indramayu saat ini memiliki 1 unit excavator baru yang tergolong tercanggih se-Jabar yaitu Excavator Amphibi Type AT-210.

“Sebelum dioperasikan, excavator amphibi itu diujicoba di Sungai Cipanas,” ujar Kabid Operasi dan Pemeliharaan pada Dinas PSDA Tamben, Ekanto Nugraha, saat dijumpai MH di ruang kerjanya.

Dengan adanya penambahan 1 unit excavator amphibi itu, kata dia, maka jumlah excavator milik Dinas PSDA Tamben seluruhnya berjumlah 9 unit. Uji coba excavator amphibi, kata dia, hasilnya cukup memuaskan. Karena excavator amphibi itu mampu bergerak cepat. Mengeruk dan membuang material hanya perlu 10 detik. Lebih cepat dari excavator biasa.

“Keunggulan excavator amphibi selain dapat dioperasikan di atas permukaan sungai, muara dan rawa juga dapat berputar arah 180 derajat. Hebatnya excavator amphibi kapasitas 0,6 meter persegi itu, dapat mengangkat lumpur pada bagian tengah sungai yang selama ini tak dapat dijangkau excavator biasa,” ujarnya.

Excavator amphibi type AT-210 ini, kata Ekanto Nugraha, merupakan satu-satunya excavator amphibi tercanggih se-Jabar. Seperti halnya excavator biasa, excavator amphibi milik Dinas PSDA Tamben itu nantinya dimanfaatkan rekanan yang mempunyai kegiatan proyek normalisasi saluran kali, muara, dan rawa. Mengingat kecanggihannya, tentu nilai sewa excavator amphibi itu sedikit di atas excavator biasa.

Ia berharap, excavator amphibi itu segera dimanfaatkan oleh H. Toip, rekanan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) Cimanuk–Cisanggarung Cirebon yang kebetulan akan memulai kegiatan normaliasi Sungai Cipanas. “Mudah-mudahan H. Toip dapat memanfaatkan excavator amphibi itu untuk normalisasi Sungai Cipanas,” ujarnya.• tr

Pemkab Indramayu Gelar Pelatihan Bagi Sekdes PNS

Pemkab Indramayu Gelar Pelatihan Bagi Sekdes PNS
TABLOID MH - Untuk membekali para Sekretaris Desa (Sekdes) dalam bertugas. Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Bagian Otonomi Desa menggelar pelatihan bagi Sekdes PNS selama tiga hari yang berlangsung di Hotel Grand Trisula. Kegiatan tersebut dibuka secara langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Drs. H. Cecep Nana Suryana, M.Si., Senin (18/7/2011).

Kepala Bagian Otonomi Desa Setda Kabupaten Indramayu, Drs. Toto Susmanto, M.Si. mengatakan, para Sekdes yang diberikan pembekalan ini merupakan sekdes yang baru diangkat menjadi PNS gelombang 2 dan 3 sebanyak 117 orang. Kepada mereka diberikan materi antara lain tugas dan fungsi penyelenggaraan pemerintahan, produk hukum daerah, administrasi pemerintahan desa, proses pelepasan hak atas tanah dan akta jual beli, pengelolaan alokasi dana desa (ADD), penyusunan perdes tentang APBDes, serta kegiatan pelatihan baris-berbaris.

Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Drs. H. Cecep Nana Suryana, M.Si. mengatakan, sejalan dengan tuntutan reformasi birokrasi, untuk mewujudkan aparatur pemerintahan yang handal dan profesional dari tingkat pusat sampai ke desa. Oleh karena itu, sebagai sekdes harus menjadi motor penggerak administrasi pemerintahan desa, sehingga pelaksanaan pemerintahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat dapat berjalan dengan lancar, efektif, dan efisien.

Dengan memperhatikan latar belakang para sekdes, baik dalam bidang pendidikan, pengetahuan, dan pengalamannya sangat bervariatif. Di samping itu, semakin banyaknya kegiatan dan program di desa, menuntut adanya kesiapan sumber daya manusia untuk mengelola administrasi dan keuangan, sehingga dipandang perlu untuk terus ditingkatkan pengetahuan dan kemampuan para sekdes.

Sekda menambahkan, pengangkatan sekdes menjadi PNS merupakan amanat Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah, yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Pemerintah nomor 72 tahun 2005 tentang Desa dan Peraturan Pemerintah nomor 45 tahun 2007 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan Sekretaris Desa menjadi Pegawai Negeri Sipil.
Dalam pasal 25 Peraturan Pemerintah nomor 72 tahun 2005 tentang desa, disebutkan bahwa persyaratan pengangkatan sekdes menjadi PNS di antaranya adalah mempunyai pengetahuan tentang teknis pemerintahan, mempunyai kemampuan di bidang administrasi perkantoran, serta mempunyai pengalaman di bidang administrasi keuangan dan perencanaan.

Dengan demikian, kebijakan pengangkatan sekdes menjadi PNS ini tidak lain dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Terlepas dari berbagai kontroversi dan permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan kebijakan ini, harus diakui bahwa hal tersebut merupakan langkah maju dalam pengelolaan pemerintahan desa. • deni

Dinsosnakertrans Salurkan Bantuan Dana PKH Tahap II

Dinsosnakertrans Salurkan Bantuan Dana PKH Tahap II
TABLOID MH - Dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan, Pemerintah melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) menyalurkan bantuan dana Program Keluarga Harapan (PKH) Tahap II yang dilakukan 5 – 8 Juli lalu melalui kantor pos setempat. Program Keluarga Harapan ini merupakan kelanjutan dari Program Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) yang pernah digulirkan tahun sebelumnya.

“Program ini adalah program pemerintah yang memberikan bantuan tunai berupa uang kepada RTSM yang memenuhi syarat sebagai penerima manfaat dalam rangka peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM),” jelas Kepala Dinsosnakertrans, Wawang Irawan didampingi Kepala Bidang Sosial, Erpin Marpinda belum lama ini di kantornya.

Wawang menjelaskan, data RTSM penerima manfaat berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang divalidasi oleh tenaga pendamping PKH.

“Kami melaksanakan penyaluran bantuan ini sesuai INPRES No 3/2010 tentang program pembangunan yang berkeadilan yang datanya kami terima dari BPS dan sudah divalidasi oleh tenaga pendamping. Data tersebut kami berikan kepada kantor pos setempat yang dibayarkan melalui kantor pos pula,” jelasnya.

Menurut Wawang, dana bersumber dari APBN dan diterimakan langsung oleh penerima manfaat. Besarnya bantuan berkisar antara Rp 600.000 hingga Rp 2.200.000 per tahun yang dibayarkan sebanyak empat kali setahun.

“Pada tahun anggaran 2011 ini kami telah memfasilitasi proses pembayaran bantuan PKH tahap I dan II. Pembayaran tahap I dilaksanakan dengan sasaran 11 kecamatan 111 desa untuk 9.303 RTSM dengan jumlah uang sebesar Rp 2.731.700.000. Sedangkan tahap II telah dilaksanakan dengan sasaran 11 kecamatan, 111 desa untuk 9.256 RTSM dengan jumlah total uang Rp 2.706.300.000,” jelasnya.

Rincian bantuan PKH di antaranya diperuntukkan bagi ibu hamil Rp 800.000, anak SD Rp 400.000, SMP Rp 800.000, balita Rp 800.000 dan keanggotaan PKH Rp 200.000. Jika ada ibu hamil dan balita maka dihitung Rp 800.000. Jika jumlah anaknya banyak maka pembayaran bantuan maksimal besarnya Rp 2.200.000 yang dibayarkan dalam empat kali setahun.
“Kami sebagai Dinas terkait dalam penyaluran bantuan ini hanya bersifat fasilitator saja karena pembayarannya langsung diterima RTSM penerima manfaat melalui kantor pos,” tegas Wawang. • pitrahari

Koperasi di Indramayu Diminta Punya Inovasi

Koperasi di Indramayu Diminta Punya Inovasi
Koperasi harus punya pengembangan serta inovasi baru agar maju dan mampu bersaing dengan lembaga lainnya. Untuk mewujudkan hal ini, peran Dekopinda sangatlah dibutuhkan. Demikian dikatakan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah, saat memberikan sambutan usai melantik Pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Indramayu, di aula Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Indramayu, Rabu (13/7/2011).

Dikatakan Anna, masih banyak kendala yang dihadapi sehingga koperasi sulit untuk maju dan berkembang. Di antaranya masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang koperasi, sehingga mereka belum tahu manfaat koperasi yang sebenarnya. Kendala lainnya adalah masih rendahnya SDM pengelola koperasi, rendahnya partisipasi anggota, rendahnya jaminan permodalan koperasi, serta kurangnya jalinan kerja sama dengan lembaga lain dalam rangka memajukan koperasi.

“Selama ini koperasi juga belum dapat menggali potensi sebagai basis usaha dan masih tergantung kepada usaha program,” kata Bupati Anna.

Ia juga berharap agar Dekopinda mampu menjadi wadah perjuangan koperasi dan mitra pemerintah dalam membangun koperasi demi terwujudnya kesejahteraan rakyat. Untuk itulah Dekopinda harus terus meningkatkan SDM, menjalin kerja sama dengan semua pihak, serta memberdayakan pemuda dan kaum wanita dalam rangka membangun koperasi. Kalau ini bisa dilaksanakan, tuturnya, optimis ke depan keberadaan koperasi akan semakin eksis. Dengan demikian cita-cita koperasi sebagai soko guru perekonomian akan terwujud.

Sementara itu, susunan personalia Dekopinda Kabupaten Indramayu periode 2011-2016 yang dilantik di antaranya Ketua Majelis Pakar DR. H. Irianto M.S. Syafiuddin, Wakil Ketua Majelis Pakar DR. Tohidin beserta anggota. Kemudian Ketua Dewan Penasehat Drs. H. Supendi, M.Si. beserta anggota. Sementara sebagai Ketua Dekopinda adalah H. Taroni, S.E.
Pelantikan pengurus Dekopinda Kabupaten Indramayu juga dihadiri perwakilan dari Dekopinwil Jawa Barat Away Hendrawan, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, serta perwakilan dari sejumlah koperasi di Indramayu. • deni

Sekda : “Narkoba Jadi Ancaman Serius Generasi Muda”

Sekda : “Narkoba Jadi Ancaman Serius Generasi Muda”
Penyebaran dan perdagangan narkoba di Kabupaten Indramayu saat ini masih menjadi ancaman serius bagi para generasi muda. Hal ini ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Indramayu Drs. H. Cecep Nana Suryana, M.Si. ketika menjadi inspektur upacara dalam upacara bendera peringatan Hari Anti Narkotika Internasional dan Hari Koperasi tingkat Kabupaten Indramayu, Senin (18/7/2011).

Menurut Sekda, Jawa Barat saat ini menempati urutan pertama di Indonesia dalam hal kasus penyalahgunaan narkoba dengan jumlah 16.132 kasus dan 3.233 orang tertular HIV/AIDS sepanjang tahun 2010. Sedangkan Kabupaten Indramayu menempati urutan ke-14 dari 26 kabupaten/kota di Jawa Barat dengan jumlah 33 kasus, 63 orang tersangka, dan 145 orang terinfeksi HIV/AIDS.

Kondisi demikian, kejahatan dan penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius dan berbahaya bagi masyarakat. Kejahatan narkoba juga terbukti merusak generasi muda masa depan bangsa, merusak karakter manusia, merusak fisik dan kesehatan masyarakat, dan dalam jangka panjang akan mengganggu daya saing serta kemajuan bangsa.

“Mari kita tingkatkan intensitas pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba. Kepada para pendidik, orang tua, para pemuka agama, dan semua pihak agar lebih aktif dalam membimbing, menyadarkan, serta mengawasi masyarakat kita, utamanya generasi muda, agar tidak tersesat ke jalan yang salah. Tingkatkan kepedulian masyarakat di lingkungan RT, RW, desa/kelurahan, dan kecamatan untuk terus menjaga dan mengawasi jangan sampai ada benih-benih dan sarang kejahatan narkoba serta kejahatan lainnya yang tumbuh dan berkembang dalam masyarakat kita,” pinta Sekda.

Pada kesempatan itu hadir pula Dandim 0616 Indramayu, Kapolres Indramayu, Kajari, serta dihadiri peserta upacara berasal dari TNI/POLRI, anggota KORPRI, mahasiswa, dan ratusan pelajar. • deni

dr. H. Dedi Rohendi, MARS (Direktur) : Tahun 2011 RSUD Ditarget PAD Rp. 23 Milyar

dr. H. Dedi Rohendi, MARS (Direktur) :  Tahun 2011 RSUD Ditarget PAD Rp. 23 Milyar
TABLOID MH - Meski Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu hingga saat ini masih terakreditasi tipe B yang baru memenuhi lima pelayanan dasar seperti administrasi, bidang pelayanan, keperawatan, Unit Gawat Darurat dan Medical Record (MR) namun kontribusinya bagi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan dapat mencapai Rp 23 milyar dalam tahun 2011 ini. Jumlah ini merupakan peningkatan dari tahun 2010 lalu yang ditargetkan dapat berkontribusi PAD Rp 21 Milyar. Meski sebanyak 60 hingga 70 persen pasiennya berasal dari pasien Jamkesmas pemilik SKTM alias keluarga tidak mampu, target PAD demikian optimis dapat terealisasi.

“Sejak tahun 2011 ini RSUD menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) secara penuh sehingga dapat mengelola dan melakukan pengelolaan keuangan, administrasi kepegawaian, pertenderan dan urusan lain-lain. Diharapkan dalam tahun 2012 nanti RSUD akan dapat memenuhi 12 pelayanan guna peningkatan akreditasi,” jelas Direktur RSUD, dr. H. Dedi Rohendi, MARS.

Sebagai lembaga pelayanan umum di bidang kesehatan, menurut H. Dedi pihaknya akan berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat sesuai dengan keadaan yang dimiliki RSUD baik menyangkut sarana prasarana maupun SDM yang dimiliki.
“RSUD saat ini sudah bisa melayani pasien cuci darah (hemodialisa). Hingga Juli 2011 ini sudah melakukan lebih dari seribu kali tindakan cuci darah bagi 26 orang pasien rutin yang kebanyakan merupakan pasien Jamkesmas pemilik SKTM sehingga gratis,” jelas H. Dedi.

Selain telah mampu melayani cuci darah, RSUD Indramayu juga menjadi RS PONEK (Pelayanan Obstetri Neo Natal Essencial Komprehenshif) yang menjadi pusat pelayanan penurunan angka kematian ibu dan balita yang ditunjang oleh sarana/prasarana lengkap. Beberapa peralatan mahal dan sangat vital juga telah dimiliki seperti Endoscoopy (alat deteksi kelainan pada saluran pencernaan), Mamography (alat deteksi tumor payudara), CSSD (alat sterilisasi peralatan supaya aman digunakan) dan laboratorium untuk medical check up.

“Setelah memiliki layanan empat spesialis dasar sebelumnya seperti bedah, kebidanan, anak dan penyakit dalam kami kini sedang mengupayakan terwujudnya penambahan layanan yang lebih luas lagi yakni meliputi spesialis saraf, bedah saraf, bedah ortopedi, mata, THT, Radiologi, Jiwa dan gigi anak. Hingga saat ini kami baru mampu melayani maksimal sebanyak 165 pasien dalam satu masa perawatan sesuai dengan jumlah bed yang ada pada kami,” jelasnya. • pitrahari

Dari Event Bupati Bandung Cup 2011 : Petinju Indramayu Raih 3 Emas, 2 Perak, 4 Perunggu

Dari Event Bupati Bandung Cup 2011 : Petinju Indramayu Raih 3 Emas, 2 Perak, 4 Perunggu
TABLOID MH - Prestasi membanggakan kembali diukir oleh para atlit tinju Pertina Indramayu. Dalam event Bupati Bandung Cup 2011 pada 4 – 8 Juli lalu di GOR KONI Soreang Kabupaten Bandung yang diikuti sebanyak 180 petinju putra-putri yang berasal dari Jawa dan luar Jawa tersebut, para petinju Indramayu mampu meraih 3 medali emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Sebuah catatan prestasi yang cukup meyakinkan khususnya dalam menatap Porda Jabar XII Tahun 2014 Bekasi nanti. Tiga petinju peraih medali emas tersebut adalah Merinda, Nurul, dan Sukarya yang ketiga-tiganya merupakan asli putra daerah. Catatan prestasi tersebut makin terasa manis tatkala petinju putri, Merinda berhasil meraih gelar petinju terbaik perempuan.

Ketua Pertina Indramayu, dr. H. Dedi Rohendi, MARS menjelaskan, prestasi ini merupakan buah manis dari pembinaan dan latihan yang dilakukan para atlit di bawah bimbingan pelatih.

“Kami mengirimkan sebanyak 14 atlit dalam event tersebut dan 9 di antaranya berhasil meraih medali. Para peraih medali emas akan disertakan dalam pelatda Jabar untuk PON,” jelas H. Dedi didampingi pelatih Rosidin, S.H. saat MH menyambanginya belum lama ini.

Catatan prestasi dari para petinju tersebut diharapkan dapat menyusul dua orang atlit tinju yang sudah menjadi atlit nasional yakni Eva Marta Sari Dewi (Joya) dan Siti Mustofia. Khusus bagi Joya adalah atlit tinju yang dipersiapkan untuk Sea Games.
“Indramayu sangat potensial bagi tumbuh dan berkembangnya olah raga keras (bela diri) yang salah satunya adalah tinju. Dengan menjalankan metode latihan secara rutin tiap hari selama tiga jam di sekretariat tinju GOR Tridaya disertai pembinaan mental dan kedisiplinan khususnya dari pelatih, alhamdulillah dapat menghasilkan prestasi signifikan,” jelas H. Dedi.

Menurut H. Dedi, Pertina Indramayu akan selalu berupaya mencetak kader-kader atlit tinju berprestasi asli putera daerah yang memiliki semangat dan fanatisme tinggi dalam membela dan mengharumkan nama daerah di pentas pertinjuan nasional.
“Para atlit tinju yang telah meraih medali tersebut akan terus kami bina secara berkelanjutan dan diharapkan dapat meraih prestasi pula dalam Porda Jabar XII tahun 2014 di Bekasi nanti sehingga ikut serta mengangkat prestasi keolahragaan daerah,” imbuhnya. • pitrahari

Saturday, July 23, 2011

KORPRI Indramayu Salurkan 835 Juta untuk Dana Purna Tugas

Kamis 21 Juli 2011, Dewan pengurus KORPRI Kabupaten Indramayu kembali menyalurkan bantuan dana purna tugas bagi para pensiunan PNS di Ruang Dalam Pendopo Kab. Indramayu untuk 57 orang pensiun. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah.

Sekretaris KORPRI Kabupaten Indramayu Drs. H. Iding Syafrudin, M.Si menjelaskan, KORPRI dinilai telah menunjukan keberhasilan dalam mensejahterakan anggotanya. Akan tetapi keberhasilan tersebut, seperti halnya pemberian dana purna tugas tidak luput dari jasa Bupati Indramayu sebelumnya DR. H. Irianto MS. Syafiuddin yang telah memberikan ide mengenai pemberian dana purna tugas kepada para pensiunan PNS tersebut.

Pensiunan yang menerima bantuan dana purna tugas ini, adalah para PNS yang pensiun pada periode Juli 2011 yaitu senilai 835 juta. Jumlah tersebut terdiri dari 645 juta untuk 43 orang pensiun sesuai batas usia pensiun, 40 juta untuk 4 orang pensiun muda atau pensiun atas permintaan sendiri dan 150 juta untuk 10 orang pensiun karena meninggal dunia.

Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah pada kesempatan itu berharap agar dana purna tugas tersebut bisa dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. “Kalau bisa dana itu digunakan untuk modal usaha, agar setelah masuk usia pensiun ada kegiatan yang bermanfaat dan bisa untuk pegangan kedepan.” kata bupati.

Sementara itu salah seorang penerima bantuan dana purna tugas Ibnu Hadjar mengatakan, bantuan dana purna tugas ini sangat diharapkan oleh para PNS karena sangat bermanfaat untuk kelangsungan hidupnya. Sesuai dengan harapan bupati, maka dana bantuan purna tugas ini pun akan digunakan untuk modal usaha kecil-kecilan. (Meillyn/humasindramayu)

Tuesday, July 05, 2011

Guyon Dermayon : Nongton Sandiwara (3)

Karikatur : Guyon Dermayon : Nongton Sandiwara (3)Nongton Sandiwara (3)

WIS rong minggu Onyon bli katon katon meneng ning jondol. Mbuh sekiyen meneng ning endi. Bokat wis balik meng umahe, eh digoleti langka bae. Nyoba nakon ning rabine kalah nyewot. Jawabe Onyon wis dudu lakine maning.

Ah coba arep goleti Onyon bokat bae lagi nongton organ tunggal. Biasae Onyon seneng joget bagen bli duwe rai bli gelem nyawer gah. Lah iya bae Onyon lagi asik joged ning duwur panggung bareng karo biduan sing demplon. Kaberan si biduan lagi nembang lagu Wong Lanang Lara Atine, Onyon tambah edan bae jogede.

Wis mari lagu, Onyon meneng bae ning duwur panggung. Dijaluki duwit ning biduan bli gelem ngupaih. Ya pantes, aja maning ngupaih saweran kanggo mangan dewek bae jaluk ning uwong. Tapi dasar rai dableg, Onyon bli isin-isin. kalem bae dodok ning pojok panggung dewekan bari nunggu giliran biduan nembang.

Lagi arep jogged, ujug-ujug ana bature Wa Gandok ngebeluk. Maksude kongkon Onyon mudun. Wa gandok ana perlu penting. Onyon meneng bae, malahan mah ana sing beluk kalah nyewot keding. “Aja ganggu kesenengan uwong!” jare Onyon bari ngipasaken tangane.

Wa Gandok kesinggung ngerungu omongan Onyon. Bli kira-kira Wa Gandok manek meng duwur panggung bari ngebedol Onyon kongkon mudun. Wis teka ning pinggir panggung Wa Gandok nagih bari ngancam, kapan Onyon bayar utang. Wis rong wulan bli bayar-bayar. Baka bli dibayar alamat arep dilaporakeun ning Pak Lurah kongkon urusan ning bale desa.

“Sing endi kanggo bayare. Kita bli bisa luruh duwit. Wis sewulan bli balik meng umah diusir mboke bocah meneng uga ning jondol. Ampura ... ampura. Bokat esuk geto ana rejeki engko uga arep dibayar,” jare Onyon pasrah bari isin dideleng wong akehan.
“Ngomong bli duwe duwit, tapi sira asik joged terus,” Wa Gandok nyewot
“Kita mah joged soten bokat bae engko baka wis bubaran di upaih duwit saweran sing MC!”

“Dipaih kepriben? Rombongan organ luruh duwit saweran sing pejoged, bli arep ngupaih bagian ning tukang jogged medit kawas rai nira!” jare Wa Gandok kemengkelen. Bli ngomong maning Wa gandok ngeloyong lunga mbuh mendi. Onyon mah terus manek maning ning duwur panggung.

Rupane kepegelen jogged bae, Onyon mudun tolih mareki tukang warung wedang sing lagi dagangan parek panggung. Bingung! Arep dodok ning bangku bli kuwat isin, soale bli duwe duwit kanggo bayar teh bruk. Bli nginum bli kuwat aus. Bingung! Bingung!
“Mang ayo dodok. Bli apa-apa mengko dibature ning kita. Gelem beli?” jare Markonah si tukang wedang ganjen.

Diomong mengkonon Onyon keberagen. Tolih langsung pesen teh bruk, jabur lan panganan sejenne. Lantaran lapar bli kira-kira rangginang sebit ampir ludes dipangan. Markonah dodok parek karo Onyon, bari pupu Onyon dielus-elus. Onyon nyengir, bagen kelekke mambu iwak busuk uga, Markonah kalem ngeloni Onyon.

Wis rada suwe Onyon ngadeg. Markonah delengaken bae bokatan bae Onyon ngodok isi dompet gage bayar minuman. Ditonggoni suwe Onyon bli bayar-bayar bae. Markonah nakon amber Onyon gage bayar. Diitung itung kanggo bayar minuman lan jabur sing wis dipangan entok 125 rebu perak. Durung diitung uang tips kanggo bayar rayuan.
“Kita bli duwe duit. Sukiki bae bayare ya! Baka bli percaya mengko Pak Lurah arep dikongon ngomong. Aja watir pasti dibayar!” jare Onyon.

“Bli bisa kudu bayar sekiyen. Baka bli bayar awas arep dilaporaken ning jeger. Awas aja takon kita baka endas nira benjut dibogem demenan kita!” ancam Markonah bari nyewot sebulang bentor.

Bli weruh sing mau Ny. Tarkunah delengaken Onyon dodok bari ngerayu tukang wedang. Wis bli kuwat sabar Ny. Tarkunah gawa ember sing wis diisi banyu kecomberan. Bli akeh omong maning Onyon sing lagi ditagih Markonah langsung dibanjur.

“Dasar wong lanang dableg. Bli inget ning anak rabi. Bli duwe duwit malah geleman ngerayu tukang wedang. Rasain lu! Rasain!” jare Ny. Tarkunah rabine Onyon, bari didelengaken wong akehan.

Lantaran awake mambu kecomberan Onyon langsung mlayu, luruh bak mandi. Markonah keder dagangane bli dibayar. Arep ngudag Onyon melang bokat dagangane dipangan wong sejen. Arep nagih ning rabine Onyon melang bokat dibanjur nganggo banyu kecomberan. Ahire Markonah pasrah. • undang

Guyon Dermayon : Nongton Sandiwara (2)

Karikatur Guyon Dermayon : Nongton Sandiwara (2)














Guyon Dermayon

Nongton Sandiwara (2)

WIS pusing lan mengkel, gara-gara dibebodo bae ning rabine, ceritane Onyon purik, bli keyeng balik meng umah. Saban dina mung meneng lan turu bae ning jondol. Ny. Tarkunah uga pada bae mengkonon, lantaran wis mengkel ning lakine, Onyon bli lok dikirim sega. Bagen jare mah Onyon kongkon luruh mangan dewek. Arep lapar arep beli masa bodo, delengaken bae.

Masing bli dikirimi sega, Onyon bli apa-apa. Nyongan akeh bature pengen mangan mah kari jaluk bae bli wurung ana sing ngupaih. Kaberan dina bulan kien akeh wong hajatan, asal gelem bantu- bantu lan melu melekan, bli wurung sing duwe hajat ngupaih mangan, rook, lan duit keding.

Dina Rebo bature Onyon hajatan, ngerasulan anak wadon sing lagi belajar ning SD. Onyon mani solot ngrewangi bature sing duwe gawe. Telung dina telung bengi sibuk bebantu apa bae sing penting apa sing dkongkon bature Onyon bli itungan. Mang Kodir sing duwe gawe seneng pisan direwangi Onyon sing trangginas.

Hajatan dihibur singa depok, ngarak anak sing dirasulan. Esuke nanggap hiburan sangdiwara. Basa si penganten rasul lagi diarak muter-muter jalan desa, Onyon sibuk pisan. Wara-wiri mana mene ngatur kendaraan amber lalu-lintas lancar. Lagi ngarak akeh bocah enom sing joget lan nyawer duit meng biduan sing nembang lagu dangdut Jawa Dermayonan. Onyon melu meluan joget lan pesen lagu keding.

“Mang kita jaluk sawere. Bli isin tah sing mau joget bli nyewer-nyawer,” jare biduan ngomong ning Onyon.

“Sorry bae. Mamang bli duwe duwit. Mengko bae bayare nganggo beras, kitae jaluk dikit ning majikan,” jawab Onyon.

Si biduan ngrasa kesigung, deweke ngambek ngumbangi Onyon sekarat kadal. “Dasar tukang joget medit! Ngehina!” si biduan nyewot ngomonge santer pisan nganggo mik spiker kerungu wong kabeh. Wong sing lagi nongton arak-arakan pada gemuyuh. Kaberan Ny. Tarkunah lagi nongton, deweke ngerasa isin lakine disebut wong sombong, wong medit ning biduan.
“Hey biduan! Sira aja lok sombong, ya! Kita isin! Isin ning uwong! Sing diumbangi sira iku laki kita. Pengen jaluk sawer mah aja diomongi ning sepiker ngomong bae ning kita! Dasar biduan kurang ajar!” Ny. Tarkunah nyewoti biduan bari marek meng glodogan dorong tempat si biduan dodok bari nembang.

“Punten bae Bi. Nyongan laki sampeyan mah bli duwe rai. Pesen lagu wis ping telu bli ngupaih duwit bae. Ya kita kepaksa jaluk!” jare si biduan melu isin, lantaran akeh uwong pada deleng Ny. Tarkunah tukaran karo biduan. Ari Onyon mah deleng rabine tukaran tenang-tenang bae joget.
“Maaaa! Kuh deleng Mimi lagi tukaran karo biduan!” si Cenang ngomong ning bapane sing lagi joget.

“Wis aja diladeni, Nang! Mama kagok kih lagi enak-enak joget! Gage mana balik sira aja melu tukaran!” jare Onyon ning anake si Cenang.

Onyon manyun
Seuwise dipisah ning Hansip, sing lagi tukaran toli marian. Ny. Tarkunah masih kurang puas. Dewewke terus marek ning lakine sing lagi joget. Plak! Plak! Plak! Plak! Endas Onyon dipentung nganggo sandal japit.

“Aduuuh! Ampun, Mi! Ampuuuun!” Onyon mari jogede, terus gage ngeloyong ning pinggir jalan bari ngerasakaken endase sing benjut lara kena pentungan.
Arak-arakan marian. Penongton bubaran. Seuwise mangan lan diupaih duwit ning tuan hajat, grup singa depok mulang nunggang truk. Onyon sing lagi dodok bari ngelus-ngelus endase ning parek tukang baso, marekai ning tukang hajat. Mang Kodir sing diwe hajat ngerti, maksude Onyon pengen jaluk bayaran
“Kesuwun Nyon, sira wis ngebantu kita. Tolih hiburan dadi rame gara-gara sira lan rabi nira melu pentas ning arak-arakan. Penongton angkat jempol bari pada ngomong jare mah arak-arakan sukses gara-gara Onyon,” jare Mang Kodir gemuyuh.

“Iya rame Boss. Tapi endas reyang benjut. Kuh deleng. Gara-gara dipentung mboke bocah!” jawab Onyon bari nerangaken yen Ny. Tarkunah marek ning biduan gara-gara kesinggung Onyon disebut wong medit lan kumed.

Mang Kodir gemuyuh ngakak. Ari bokat Onyon gawe acara melu ngehibur penongton nganggo sandiwara-sandiwaraan karo Ny. Tarkunah. “Bli weruh endas sira benjut. Ha ha ha ha,” Mang Kodir karo rabine ngakak. Penganten rasul uga pada bae melu gemuyuh.
Ny. Rukoyah rabine Mang Kodir maturaken kesuwun meng Onyon. Wis rong dina rong bengi bebantu ning keluarga tuan hajat. Mau Ny. Rukoyah wis ngupaih duwit, beras, rokok lan jabur wis langsung dikirim meng umae Onyon.

“Kesuwun ya Nyon. Kita bli bisa ngupaih apa-apa. Ya kita ngupaih mung semono, lumanyan etung-etung kanggo bantu bantu keluarga nira!” jare Ny. Rukoyah.
“Ari kanggo kitae, endi Bi!” omong Onyon.

“Lah! Kepriben ari sampeyan lok aneh-aneh. Nyongan kabeh wis dikirim meng umah. Baka pengen duwit lan rokok mana bae jaluk meng rabi nira!” jare Ny. Rukoyah.
Bli permisi maning ning tuan hajat, Onyon langsung ngeloyong bari manyun, muru tempat istirahate ning “hotel gratis”, jondol.• undang

Saturday, July 02, 2011

Enam Siswa SMAN 1 Kandanghaur Juara Lomba OSN

ENAM siswa kelas X dan Xi SMAN 1 Kandanghaur berhasil meraih juara lomba Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Kabupaten Indramayu yang diselenggarakan pada pertengahan Mei lalu di SMA PGRI 2 Sindang. Pada Juni bulan berikutnya mereka mengikuti lomba di tingkat provinsi Jawa Barat.

Keenam siswa tersebut adalah Yona Malion kelas XI meraih juara II Matematika, Siti Nurlaela kelas X juara I Biologi, Fais Burhanudin kelas XI juara III Komputer, Anggun Nia Dewi kelas X juara III Astronomi, Fariska kelas XI juara II juara Kebumian, dan Nurkholidin kelas XI juara III Kebumian.

Moh. Hamim, S.Pd., Wakasek Kurikulum SMAN 1 Kandanghaur menuturkan, untuk mengikuti lomba di tingkat provinsi keenam siswa setiap hari terus mengadakan pelatihan di sekolah. Teknik berlatih dengan cara menghafal, membaca buku perpustakaan di sekolah dan menambah wawasan belajar melalui sarana internet yang telah disediakan di sekolah.

“Selain mempersiapkan materi yang akan dilombakan keenam siswa juga berlatih olah raga dan kesehatan agar pada pelaksanaan lomba berhasil meraih juara tingkat Jawa Barat,” kata Moh. Hamim, sambil mengatakan pada OSN tahun lalu salah satu siswanya bernama Imron Rosadi kelas XI berhasil meraih juara II tingkat Jawa Barat pada mata pelajaran Biologi.

Siti Nurbaeti juara I Lomba Biologi dan teman-temannya merasa optimis untuk meraih juara lomba OSN di Bandung Jawa Barat. Begitu juga beradaptasi dengan cuaca dingin Kota Bandung sudah diantispasi. “Mudah-mudahan kami sehat tak ada gangguang, Insya Allah kami menang,” kata Nurbaeti optimis. (undang)

Raih Juara Pertama Propinsi SMPN Unggulan Maju ke Tingkat Nasional Lomba UKS

Setelah mengungguli lawan-lawannya di tingkat provinsi dan meraih juara pertama, SMPN Unggulan Sindang Kabupaten Indramayu maju ke tingkat nasional mewakili Jawa Barat dalam lomba UKS. Kedatangan tim penilai pusat yang terdiri dari unsur Kemendiknas, Kemenkes, dan Kementerian Lingkungan Hidup, Sabtu (25/6/2011) disambut hangat oleh Wakil Bupati Drs. H. Supendi, M.Si. di pendopo langsung menuju ke kampus SMPN Unggulan di Sukadedel Sindang. Acara seremonial dilaksanakan di aula utama sekolah.

Dalam sambutannya, H. Supendi mengatakan pemerintah Kabupaten Indramayu sangat berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan termasuk dalam upaya pembangunan lingkungan sekolah yang sehat.

“Komitmen yang tinggi ini merupakan bentuk kesungguhan Pemkab Indramayu untuk menjadi sebuah daerah yang maju dari ketertinggalannya di era-era sebelumnya. Kami sangat mendukung SMPN Unggulan dan yakin bahwa sekolah ini mampu menjadi juara nasional lomba UKS karena memang sangat layak,” kata H. Supendi didampingi Kepala Sekolah Dr. H. Ali Hasan, M.Pd.
Ketua Tim Penilai Pusat Lomba UKS, Win Utomo menjelaskan UKS memiliki peranan penting dalam upaya peningkatan kesehatan di sekolah. Hal ini menurut Win Utomo merupakan sebuah investasi besar bagi pembangunan generasi sehat di masa yang akan datang.

“Begitu besarnya peranan usaha kesehatan sekolah dalam upaya pembangunan generasi sehat. Dibutuhkan perhatian semua pihak karena memiliki nilai strategis bagi peningkatan kesehatan masyarakat secara keseluruhan,” jelas Win Utomo.

Menurut Win Utomo, ia terkesan dengan sikap pemerintah Kabupaten Indramayu yang sangat kuat komitmennya untuk melahirkan sekolah unggulan dengan tim UKS yang inovatif dan produktif. Ia juga mengagumi kampus SMPN Unggulan yang berdiri di areal sangat luas serta ditunjang kelengkapan sarana dan prasarana belajar yang sangat memadai seperti RKB yang nyaman, tempat ibadah, aula, laboratorium yang lengkap, lingkungan yang asri dan asrama siswa.

“Membentuk generasi yang sehat, cerdas, inovatif, dan kompetitif adalah tugas kita bersama. Hal ini sangat ditentukan dalam proses belajar mengajar di sekolah. Kondisi lingkungan sekolah yang sehat, bersih, dan asri tentunya akan sangat berpengaruh signifikan terwujudnya keinginan mulia tersebut,” jelas Win Utomo. (pitrahari)

Para Lansia Terdidik, Sehat, Mandiri, dan Bertaqwa

Pola hidup sehat, asupan makanan yang sehat dan bergizi serta berdisiplin hidup merupakan kunci sukses yang dijalankan lansia (lanjut usia) agar mampu menjalankan hidup mandiri. Tidak bergantung apalagi menyusahkan orang lain.

Tiga sosok purna tugas yang diberkahi usia lanjut namun tetap hidup sehat, mandiri, dan bertaqwa itu yakni H. Uba (75 tahun) mantan karyawan Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu dengan pangkat terakhir Golongan II.
Selain itu ada H. Sukandar atau yang akrab di sapa H. Ipong. Mantan Kepala SMPN 1 Sindang dan Drs. H. Suryaman, SP mantan pejabat teras Pemkab Indramayu yang saat ini dipercaya menjadi Ketua PWRI (Persatuan Wedratama Republik Indonesia) Kabupaten Indramayu yang saat ini masih diberi umur panjang. Menjalankan aktivitas keseharian dengan mandiri alias tanpa perlu bantuan orang lain.
***
H. Uba termasuk pria yang tidak neko-neko menjalani hidup di hari tua. Lelaki yang pensiun dari Dinas Kesehatan tahun 1994 itu kini telah memasuki usia 75 tahun.

Meski usianya lanjut, namun purna tugas ini terlihat masih energik. “Alhamdulillah saya sampai saat ini masih diparingi (diberkahi, red.) sehat oleh Allah SWT,” ujarnya sewaktu dijumpai menghadiri Apel 17-an memperingati Hari Lansia dan Lingkungan Hidup.

Sejak pensiun dari Dinas Kesehatan tahun 1994, hingga sekarang masih tekun menjalankan olah raga senam jantung sehat yang tergabung dalam klub jantung sehat yang menjalankan aktivitas rutin di Alun-alun Pemkab Indramayu.
Selama ini pria itu senantiasa menikmati hidup hari tua dengan mandiri. “Alhamdulillah tidak ada keluhan penyakit yang aneh-aneh. Kalau pilek suka ada,” katanya lugas.
Mengingat kondisi tubuhnya yang tua namun terlihat masih sehat Ketua PWRI (Persatuan Wedratama Republik Indoensia) Drs. H. Suryaman, SP masih mempercayakan jabatan bendahara PWRI Kabupaten Indramayu kepada H. Uba untuk masa kepengurusan 5 tahun mendatang.
Selain H. Uba, purna tugas yang masih terlihat segar bugar di usia lanjut yaitu H. Sukandar alias H. Ipong mantan Kepala SMPN 1 Sindang yang kini usianya genap 67 tahun. “Saya merasa bersyukur Alhamdulillah karena usia saya telah memperoleh bonus alias tambahan umur 4 tahun dari uumur Nabi Muhammad SAW yang 63 tahun,” katanya sewaktu berbincang-bincang di ruang dalam Pendopo Pemkab Indramayu, Jum’at (17/6/2011).

H. Sukandar pensiun sebagai PNS dengan jabatan terakhir Kepala SMPN 1 Sindang tahun 2002. Selama pensiun, H. Sukandar mengisi kegiatan sehari-hari dengan berolah raga. “Kebetulan olah raganya dikenal sangat murah, yaitu berjalan kaki saja. Dengan berjalan kaki ternyata sangat menyehatkan badan,” katanya.

Jika sudah berolah raga dengan berjalan kaki, kata H. Sukandar waktunya ditentukan harus sekian jam atau sekian menit. Secukupnya saja yang penting rutin dilakukan.

Menyinggung soal kesehatan, katanya, biasanya yang umum-umum saja dikeluhkan orang seperti katarak, asam urat dan kolesterol. Keluhan penyakit itu diatasi dengan cara mencegah makan sayur-sayuran tertentu seperti daun singkong atau kangkung.

Di usia lajut, H. Ipong mengaku bisa hidup secara mandiri. Artinya tidak merepotkan orang lain. Semua aktivitas dilakukan sendiri tanpa harus meminta bantuan orang lain.

Prinsip hidup, kata H. Ipong jangan sekali-sekali kita mengeluh. Bagaimanapun kondisinya sebaiknya kita tidak boleh mengeluh. Sebaiknya kita harus panda-pandai mengembangkan rasa syukur kita kepada Allah SWT Dzat Yang Maha Pemurah dan Maha Kuasa yang selama ini telah memberi nikmat hidup kepada umat-Nya.

“Orang hidup itu enggak boleh mengeluh. Karena dengan mengeluh itu seakan kita tidak menerima pemberian dari Allah SWT. Padahal Allah SWT senantiasa memberikan banyak nikmat kepada umat-Nya. Kepada para pensiunan atau purna tugas, Saya menyarankan agar jangan mengeluh. Bagaimanapun kondisinya kita, harus tetap panda-pandai bersyukur kepada Allah SWT.”
“Orang pensiun itu kan orang ngangur tapi masih tetap diberi gaji oleh pemerintah. Makanya kita harus banyak bersyukur. Harus berterima kasih kepada pemerintah,” imbuhnya.
Kepada PNS yang masih muda, kata H. Sukandar, sejak sekarang harus bisa mempersiapkan diri menghadapi hari tua. Sebab yang namanya manusia hidup itu suatu saat akan menjadi tua. “Kita harus persiapkan masa tua sejak masih berusia muda. Agar kelak setelah memasuki masa tua bisa hidup mandiri, menjalankan aktivitas ibadah dengan hati dan jiwa yang tentram dengan berbadan sehat, sejahtera tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain,” ujarnya.

Drs. H. Suryaman, SP termasuk purna tugas yang beruntung. Selain diberkahi hidup sehat, mandiri serta bertaqwa kepada Allah SWT pria itu juga dipercaya para purna tugas menjadi Ketua PWRI (Persatuan Wedratama Republik Indonesia) Cabang Indramayu untuk masa tugas 5 tahun mendatang.

Sebagai salah seorang yang kini telah berusia lanjut Drs.H. Suryaman, SP masih sibuk bekerja mengurus organisasi para purna tugas dan menjalankan aktivitas keseharian secara normal. “Dalam hal makanan hampir tidak ada jenis makanan yang dipantang, asalkan tidak terlalu berlebihan,” katanya.

Untuk menjaga kesehatan aktivitas keseharian yang dilakukan Drs. H. Suryaman, SP tak jauh berbeda dengan lansia yang lain yaitu masih tetap menjalankan olah raga kegemaran seperti jalan kaki maupun bersepeda. (tr)

Patrol Segera Menjadi Pelabuhan Tenaga Kerja Semuanya Harus dari Indramayu

Patrol Segera Menjadi Pelabuhan Tenaga Kerja Semuanya Harus dari IndramayuWilayah tiga desa di Kecamatan Patrol, yaitu Desa Sukahaji, Bugel, dan Patrol Lor mulai tahun 2011 ini akan dijadikan kawasan pelabuhan umum. Hal ini terungkap ketika Presiden Komisaris P.T. Kasepuhan Bulk Terminal (KBT), PRA Arief Natadiningrat, melakukan ekspos rencana pembangunan pelabuhan yang berlangsung di ruang Data I Setda Indramayu Selasa (28/6/2011).

Pelabuhan yang akan dibangun ini merupakan pelabuhan umum yang pada tahap pertama baru dikhususkan untuk batu bara. Sementara untuk tahap kedua akan diperluas untuk pelabuhan besi, kedelai, jagung, semen, gula, terigu, dan pupuk. Dipilihnya lokasi tersebut sebagai tempat untuk dijadikan lokasi pelabuhan karena memiliki tingkat kedalaman yang stabil antara 12-20 meter dan memiliki panjang permukaan pantai yang memadai dan bebas dari pipa laut bawah tanah jika dibandingkan dengan daerah lainnya.
Selain itu, menurut Arif, wilayah tersebut memiliki akses permukaan langsung ke laut Jawa yang merupakan alur pelayanan internasional terpadat di Indonesia. Wilayah itu juga berada pada lintasan mode transportasi, dan berada pada poros pengembangan strategis nasional pantura Jawa dan sebagai kawasan andalan laut dan darat. “Saat ini sampai dengan tahun 2013 mendatang kondisi pelabuhan Cirebon dan Tanjung Priok sudah tidak mampu menampung aktivitas kepelabuhan sehingga terlalu sibuk dan tidak nyaman. Kondisi Tanjung Priok sudah sangat padat, pelabuhan Cirebon terlalu dekat dengan kota, pelabuhan di Indramayu cocok sebagai pintu gerbang untuk Pulau Jawa,” kata Arief.

Arief menambahkan, untuk pembangunan pelabuhan di Kecamatan Patrol ini dibutuhkan lahan seluas 500 hektar, sementara untuk pembangunan tahap pertama ini diupayakan pembebasan lahan seluas 80 hektar. Kemudian juga akan dibangun jalur kereta api yang dihubungkan dari lokasi pelabuhan ke jalur kereta api di Haurgeulis.

Setelah mendengarkan ekspose tersebut, Wakil Bupati Indramayu, Drs. H. Supendi, M.Si. meminta kepada P.T. KBT untuk menempuh segala prosedur yang berlaku terutama dalam pembebasan tanah dan juga penyediaan lapangan pekerjaan. “Kita tidak menginginkan kecolongan lagi, tenaga kerja yang digunakan semuanya harus berasal dari Indramayu,” tegas Supendi.

Selain masalah tenaga kerja, wakil bupati juga menekankan terhadap kondisi lingkungan yang harus diperhatikan dan dampak sosialnya. Selanjutnya semua keinginan masyarakat tersebut akan dibuat dalam bentuk perjanjian dengan P.T. KBT.
Dalam kegiatan ekspos tersebut, selain wakil bupati hadir pula Sekretaris Daerah, Drs. H. Cecep Nana Suryana, M.Si. Wakapolres Indramayu, anggota DPRD Indramayu, serta para kepala OPD. (deni)

Nelayan Indramayu Bisa Menikmati Hasil Produksinya

Nelayan Indramayu Bisa Menikmati Hasil ProduksinyaEmpat kecamatan di Kabupaten Indramayu siap dijadikan kawasan Minapolitan. Kecamatan tersebut yakni Indramayu, Pasekan, Sindang, dan Losarang. Hal tersebut diungkapkan Bupati Indramayu Hj. Anna Sophanah ketika menerima kunjungan Menteri Kalautan dan Perikanan Republik Indonesia di TPI Mina Bahari Desa Eretan Kulon Kecamatan Kandanghaur, Senin (27/6/2011).

Penetapan kawasan Minapolitan ini merupakan upaya untuk peningkatan produksi perikanan dan kelautan di Kabupaten Indramayu. Penetapan kawasan Minapolitan tersebut diarahkan pada: Minapolitan perikanan tangkap dipusatkan di PPI Karangsong Kecamatan Indramayu. Minapolitan budi daya tambak di Desa Karanganyar Kecamatan Pasekan. Minapolitan pengolahan hasil perikanan di sentra produksi kerupuk Desa Kenanga Kecamatan Sindang, serta Minapolitan budi daya kolam air tawar di Desa Krimun dan Minapolitan garam di Desa Santing Kecamatan Losarang.

“Adanya program Minapolitan tersebut harus terus mendapatkan dukungan baik dari pemerintah kabupaten, provinsi, maupun pusat terutama dalam keberpihakan anggaran. Keberlanjutan dari beberapa program yang sudah dijalankan diharapkan terus ada dan tidak putus di tengah jalan,” kata bupati.

Anna Sophanah menambahkan, produksi perikanan dan kelautan Kabupaten Indramayu pada tahun 2010 mencapai 577.705 ton, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 86.553 orang. Dari jumlah produksi tersebut, bidang perikanan tangkap menyumbang sebesar 19% atau 108.554,60 ton. Kondisi tersebut masih menjadikan Kabupaten Indramayu sebagai penyumbang terbesar bagi produksi perikanan Jawa Barat, yaitu sebesar 51%.

Dalam upaya meningkatkan produksi sektor perikanan dan kelautan sebesar 362% dari tahun 2009 sampai dengan 2013, serta untuk memenuhi semakin meningkatnya permintaan komoditi perikanan, baik dari dalam maupun luar daerah, untuk pemenuhan sumber protein hewani dan peningkatan konsumsi ikan masyarakat, maka Pemerintah Kabupaten Indramayu melakukan empat kebijakan, yaitu: Pertama, peningkatan produksi perikanan, baik perikanan tangkap, budi daya tambak, budi daya kolam, maupun budi daya laut. Kedua, peningkatan nilai tambah produk perikanan, melalui pengolahan hasil-hasil perikanan dan kelautan. Ketiga, pengelolaan kelautan, pesisir, dan pulau-pulau kecil. Keempat, menekan angka kehilangan hasil produksi perikanan dan kelautan.

Dengan adanya semua kebijakan tersebut, diharapkan kualitas hidup nelayan di Kabupaten Indramayu dapat semakin meningkat yang pada akhirnya nelayan Indramayu bisa menikmati kekayaan hasil produksinya. (deni)

Taneke Tasungkari (Siswi SMKN 1 Losarang) - Raih Nilai Terbaik 3 Nasional UN SMK

Prestasi dunia pendidikan Indramayu dari tahun ke tahun terus beranjak naik. Berbagai macam penghargaan di tingkat provinsi dan nasional kerap diraih. Di tahun 2011 ini, misalnya, hasil UN di Kabupaten Indramayu sangat memuaskan. Selain tingkat kelulusan yang membanggakan, salah seorang siswa asal Indramayu ternyata berhasil menempati peringkat 3 nasional. Ia adalah Taneke Tasungkari, siswa SMKN 1 Losarang Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Ia menjadi terbaik ketiga UN tingkat SMK, dibawah Atik Fajaryani (SMK Negeri 1 Bantul) yang menjadi terbaik I, dan Anak Cantika Patma Dewi (SMKN 8 Malang) sebagai terbaik II. Ini membuktikan bahwa pelajar Indramayu pun layak disejajarkan kualitasnya dengan pelajar dari kota lain.

Atas prestasi tersebut, Taneke berhasil mendapatkan piagam penghargaan, plakat, serta beasiswa senilai Rp 8 juta. Penghargaan tersebut berasal dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), dan telah diserahkan oleh Wakil Ketua DPR RI Bidang Kesra, Ir. H. Taufik Kurniawan, M.M., beberapa waktu yang lalu. Taneke yang diantar orangtuanya, Drs. Tajudin, M.M., menerima penghargaan tersebut bersama siswa terbaik lainnya dari seluruh Indonesia.
Gadis berparas manis dan berpenampilan sederhana itu mengaku tidak menyangka akan mendapatkan penghargaan dan menerima undangan langsung dari DPR RI atas prestasi yang diraihnya.

“Saya hanya bisa mengucapkan syukur alhamdulillah kepada Allah SWT atas semua yang saya raih. Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Mamat Abdul Somad selaku Kepala SMKN 1 Losarang serta para dewan guru yang telah membantu kami,” ungkapnya.
Ayah Taneke, Tajudin menjelaskan selama ini anaknya memang tergolong anak yang tekun dan rajin. Setiap hari nyaris tidak ada waktu untuk tidak belajar. Selain itu, tuturnya, Taneke juga selalu dididik agar tidak melalaikan kewajiban sholat lima waktu. Dengan disiplin waktu itulah, tuturnya, alhamdulillah mampu membawa prestasi yang membanggakan.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, H. Muhamad Rakhmat, S.H., M.H. didampingi Kabid Dikmen Drs. H. Odang Kusmayadi, M.M. dan Kasie Kurikulum A. Sudalim Gymnastiar, M.Pd., mengaku bangga dengan prestasi yang diraih Taneke tersebut. Apalagi selama ini Indramayu jarang sekali berprestasi di tingkat nasional untuk bidang pendidikan. Ia berharap prestasi yang diraih ini bisa menjadi pemicu semangat bagi siswa lainnya, untuk bisa berprestasi lebih baik lagi.

“Prestasi ini setidaknya membuktikan bahwa siswa asal Indramayu ternyata mampu bersaing di tingkat nasional. Jadi bagi siswa yang lain tidak perlu takut atau minder, karena kita sebenarnya juga memiliki potensi dan kemampuan yang memadai,” tandas Rakhmat, diamini Kasubbag TU Dra. Hj. Kuryati. (pitrahari)

H. Muhamad Rakhmat, S.H., M.H. (Kepala Dinas Pendidikan) - Implementasikan Hasil Diklat

H. Muhamad Rakhmat, S.H., M.H. (Kepala Dinas Pendidikan) - Implementasikan Hasil Diklat“Ikuti pendidikan dan pelatihan ini secara serius dan jangan pernah mencoba berperilaku menyimpang,” ujar H. Muhamad Rakhmat, S.H., M.H. saat memberikan sambutan pada acara Pendidikan dan Pelatihan Penguatan Kemampuan Kepala Sekolah di Hotel Zamrud Jalan Dr. Wahidin No. 46 A Cirebon pada Minggu 19 Juni 2011.

Sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu yang menyadari betapa pentingnya pendidikan dan latihan penguatan kemampuan bagi para kepala sekolah dirinya berupaya turut hadir baik pada saat pembukaan maupun penutupan acara. Setidaknya, kehadirannya itu akan mampu memberikan dukungan moral kepada para kepala sekolah yang hadir. Sikapnya yang seperti itu memperoleh apresiasi luar biasa dari pihak Panitia Penyelenggara, yaitu Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P4TK) Bidang Mesin dan Teknik Industri (BMTI) Kementerian Pendidikan Nasional. “Kerja keras kami serasa memperoleh pengakuan dan penghargaan,” kata salah seorang panitia dari P4TK BMTI.

Peringatan sekaligus pesan yang disampaikan lelaki kelahiran tahun 1958 ini cukup beralasan, sebab pada angkatan pertama setidaknya terdapat tiga peserta asal Indramayu yang terpaksa “dipulangkan” karena tidak mengikuti acara lebih dari 10% dari jadwal yang telah ditetapkan.
“Saudara-saudara harus bersyukur telah terpilih untuk mengikuti diklat ini sebab tidak semua kepala sekolah berkesempatan sama seperti saudara-saudara,” kata Rakhmat. Para kepala sekolah yang ada di kota dan kabupaten Cirebon sendiri, yang tempatnya digunakan untuk diklat, memang belum memperoleh kesempatan diklat yang sama.

Tak hanya hadir saat pembukaan, namun ketika acara penghentian in the job training 1, Rakhmat pun hadir kembali. Kehadirannya kali ini diapresiasi lagi oleh panitia dengan memberikan kehormatan untuk memberikan sambutan sekaligus menutup acara tersebut.
“Saya berharap Saudara-saudara dapat mengimplementasikan hasil diklat ini di sekolah-sekolah tempat Saudara bertugas. Lakukan secara serius kegiatan kedua yaitu on the job training, agar di bulan September nanti saudara-saudara dapat hadir kembali di hotel ini untuk mengikuti in the job training yang kedua. Saya berharap saudara-saudara dapat lulus menjalani diklat ini dan memperoleh sertifikat,” ujar Rakhmat, memberikan sebagian pesannya kepada para peserta.
Para peserta asal Indramayu termasuk sangat aktif dalam diklat tersebut.

Tak hanya di kelas aktivitas itu mereka perlihatkan, namun juga pada saat acara penutupan pun mereka rela mengeluarkan sumbangan untuk menampilkan hiburan organ. Seakan melepas kepenatan para peserta menyalurkan bakat bernyanyinya. Dalam acara hiburan itu Rakhmat sebagai Kadisdik Indramayu yang terkenal suka menyanyi, turut menyumbangkan suara merdunya dengan menyanyikan sebuah lagu dangdut.(rofi)

Polri Hadapi Radikalisme, Anarkisme, dan Terorisme

Mencermati perkembangan situasi sosial maupun politik yang menjadi lingkungan strategis dan terjadi dalam kurun waktu belakangan ini, memunculkan rasa keprihatinan mengingat seringnya muncul beberapa gangguan Kamtibmas yang terjadi khususnya jaringan terorisme yang tidak hanya survive tetapi revive.
“Hal itu dibuktikan dengan berbagai aksi yang dilancarkan, sehingga menimbulkan keresahan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Kapolres Indramayu, AKBP Rudi Setiawan, SIK saat membacakan amanah Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Timur Pradopo, sekaligus menggelar syukuran HUT ke-65 tahun Bhayangkara di tahun 2011, bertempat di Halaman Mapolres Indramayu, Jum’at (1/7/2011).
Menurut Kapolri, aksi radikalisme maupun anarkisme massa yang kerap mewarnai Kamtibmas di Tanah Air dapat memicu konflik horisontal. Kapolri memprediksi gejala kekerasan horisontal, terorisme, dan radikalisme ke depan masih akan terjadi. “Untuk itu, diperlukan tindakan yang efektif melalui berbagai terobosan kreatif dalam melakukan upaya pencegahan,” sarannya.
Kapolri mengingatkan, ideologi radikal mulai merasuk pada berbagai aktivitas sosial dan pendidikan, Diharapkan peran seluruh warga masyarakat, khususnya para orang tua serta guru untuk ikut membimbing anak-anaknya jangan sampai terbawa pengaruh ideologi radikal. “Meskipun di hadapkan pada tantangan yang cukup berat, Polri terus berupaya semaksimal mungkin menampilkan kinerja yang lebih baik. Khususnya dalam mengatasi berbagai jenis kejahatan yang berkembang, baik kejahatan konvesional maupun transnasional,” tegas Kapolri.
Kapolres Indramayu, AKBP Rudi Setiawan, SIK dalam kesempatan itu memberikan hadiah kepada para Kapolsek yang memenangkan lomba rangkaian HUT Bhayangkara.

Isu Kebakaran
Pada hari yang sama di tempat terpisah, Kapolres Indramayu, AKBP Rudi Setiawan, SIK dalam siaran persnya mengatakan, kebakaran yang terjadi di Desa Teluk Agung Blok Bangkir Kecamatan Indramayu, Jumat (1/7/2011), sekitar pukul 07.30 Wib tidak ada hubungannya dengan peringatan HUT Bhayangkara ke-65 tahun 2011. “Insiden itu, murni diduga akibat kelalaian pemilik home industry pengrajin jenis petasan,”terangnya.
Akibat kejadian tersebut, pemilik industri pengrajin petasan yakni, Sari (52 tahun) dan salah seorang pekerjanya, Winata (28 tahun) keduanya warga Desa Teluk Agung Kecamatan Indramayu harus mendapat penanganan tim medis karena mengalami luka yang cukup serius. Peristiwa kebakaran tersebut menelan kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp 500 ribu. “Melalui barang bukti (BB) sekitar 21 kantong semen kecil berisi petasan jenis cabe rawit, jajaran Mapolres Indramayu akan memproses secara hukum kepada pemilik home industry pengrajin petasan itu,”ungkapnya. (pitrahari)

INFORMASI LAPORAN PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2010

INFORMASI LAPORAN PENYELENGGARAAN
PEMERINTAHAN DAERAH
KABUPATEN INDRAMAYU TAHUN 2010


Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2010 meliputi : Urusan Desentralisasi, Tugas Pembantuan, dan Tugas Umum Pemerintahan yang telah dilaksanakan sesuai Kebijakan Daerah untuk mewujudkan Visi Kabupaten Indramayu guna “TERWUJUDNYA MASYARAKAT INDRAMAYU YANG RELIGIUS, MAJU, MANDIRI DAN SEJAHTERA”.
Untuk mencapai visi tersebut, Pemerintah Kabupaten Indramayu telah menetapkan “Misi“ yang akan dicapai melalui 7 (tujuh) kebijakan yang kemudian disebut “SAPTA KARYA MULIH HARJA” yaitu :
1. Meningkatkan Kualitas SDM Berbasis Nilai Agama dan Budaya ;
2. Meningkatkan Kinerja Pemerintah Daerah yang Mandiri dan Bebas KKN ;
3. Pemantapan Struktur Perekonomian Masyarakat dan Pengembangan Potensi Daerah ;
4. Pemerataan Dalam Peningkatan Sarana dan Prasarana Wilayah Serta Prasarana Dasar Permukiman ;
5. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah ;
6. Menciptakan Kelestarian Lingkungan Hidup ;
7. Meningkatkan Ketentraman dan Ketertiban.
Penyelenggaraan Pemerintah Daerah yang telah ditetapkan melalui visi dan misi pembangunan yang menjadi arah dan pendorong kebijakan pembangunan berkelanjutan menuju terwujudnya Indramayu “REMAJA” (Religius, Maju, Mandiri dan Sejahtera)
Selanjutnya prioritas daerah Kabupaten Indramayu yang dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2010 diimplementasikan melalui 19 (sembilan belas) Urusan Wajib dan 7 (tujuh) Urusan Pilihan sebagai berikut :
1. Urusan wajib
Pada Tahun Anggaran 2010 pelaksanaan urusan wajib meliputi urusan sebagai berikut :
1. Urusan Pendidikan dilaksanakan oleh SKPD Dinas Pendidikan dan Dinas Cipta Karya antara lain melalui Penambahan Ruang Kelas Sekolah Baru SMP/MTs/SMPLB (DAK), Pembangunan Pepustakaan Sekolah (DAK), Pengadaan Buku-Buku dan Alat Tulis Siswa (DAK), Pengadaan Pakaian Seragam Sekolah (Bantuan Propinsi), Rehabilitasi Sedang/Berat Bangunan Sekolah (DAK), Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah (DAK), Pembinaan SMP Terbuka (Bantuan Propinsi Tahun 2009), Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTS Serta Pesantren Salafiyah dan Satuan Pendidikan Non-Islam setara SD dan SMP, Penyelenggaraan Paket A Setara SD, Penyelenggaraan Paket B Setara SMP, Penyelenggaraan Paket B Pesantren Salafiyah (IPM), Pengadaan Alat Laboratorium IPA/Sains (Bantuan Propinsi), Peningkatan Mutu TK SD Satu Atap (Bantuan Propinsi 2009), Pembangunan Gedung Sekolah (DPPIP), Penambahan Ruang Kelas Sekolah (Bantuan Propinsi), Penyediaan Beasiswa Bagi Keluarga Tidak Mampu, Penyelenggaraan Paket C Setara SMU, Pemasyarakatan Minat dan Kebiasaan Membaca Untuk Mendorong Terwujudnya Masyarakat Pembelajar, Beasiswa Perguruan Tinggi Negeri Jalur Bimbingan Belajar dan Pembangunan Rumah Ilmu Pengetahuan.

2. Urusan Kesehatan dilaksanakan oleh SKPD Dinas Kesehatan, RSUD dan RSUD MA Sentot Patrol anara lain melalui Peningkatan Kesehatan Masyarakat, Penanggulangan Gizi Buruk (Bantuan Propinsi 2010), Penetapan Kawasan Bebas Rokok dan Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat, Penyuluhan Menciptakan Lingkungan Sehat, Penyemprotan/Fogging Sarang Nyamuk, Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular, Pelayanan Kesehatan Keluarga, Kemitraan Pengobatan Bagi Keluarga Kurang Mampu, Kemitraan Pengobatan Bagi Keluarga Kurang Mampu.

3. Urusan Lingkungan Hidup dilaksanakan oleh SKPD Kantor Lingkungan Hidup antara lain melalui Pemantauan Kualitas Lingkungan, Operasional Pos Pengaduan Kaus Lingkungan

4. Urusan Pekerjaan Umum dilaksanakan oleh SKPD Dinas Bina Marga, Dinas Cipta Karya, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Mineral, Pertambangan dan Energi serta Dinas Kebersihan dan Pertamanan antara lain melalui Pembangunan Jembatan, Penyusunan DED Jembatan Bojongsari dan Jembatan Pabean, Rehabilitasi Jalan, Peningkatan Jalan, Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, Perencanaan Pemeliharaan Jalan Kabupaten Tahun 2011, Rehabilitasi Jalan Penunjang Prestasi Daerah, Rehabilitasi Jembatan, Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Perdesaan, Rehabilitasi Jembatan Desa, Pembangunan Turap/Talud/Bronjong, Pengembangan Teknologi Pengolahan Air Minum dan Air Limbah (DPIPD), Pembangunan Sarana dan Prasarana Air Bersih (DAK), Pembangunan Sanitasi Lingkungan Berbasis Masyarakat (DAK), Pembangunan Prasarana dan Sarana Rumah Sederhana Sehat, Sharing Pembangunan Infrastruktur Perdesaan, Pembangunan Infrastruktur Perdesaan, Peningkatan Pelayanan Penanggulangan Bahaya Kebakaran, Perencanaan Pembangunan Jaringan Irigasi, Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Irigasi (DAK), Otimalisasi Fungsi Jaringan Irigasi Yang Telah Dibangun, Pembersihan Petani Pemakai Air, Pelaksanaan Normalisasi Saluran Irigasi Dalam Rangka Operasional Rutin Alat Berat Excavator, Pemeliharaan Saluran Irigasi pada Wilayah 4 Kantor UPTD Dinas PSDA Tamben, Pemeliharaan Jaringan Irigasi (D.I. Cipondoh, Cibelerang, Situbolang dan Lebiah), Normalisasi,Perbaikan dan Peningkatan Saluran Irigasi (BanProp), Pembangunan Sumur-sumur Air tanah, Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Air, Peningkatan Distribusi Penyediaan Air Baku, Peningkatan dan Pemanfaatan Sumber Daya Pengairan, Sharing Bencana Alam Tanggul Longsor Waduk Cipancuh, Normalisasi/Rehabilitasi Saluran dan rehabilitasi Bangunan Penampung Dalam Rangka Penanganan Gawat Darurat Banjir, Rehabilitasi/Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Air Limbah, Pemeliharaan Jaringan PJU dan Lampu Hias, Pengembangan dan Penataan Jaringan PJU dan Lampu Hias, Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Sarana Persampahan, Penataan Ruang Terbuka Hijau ( RTH ), Pemeliharaan Ruang Terbuka Hijau ( RTH ) dan Pengembangan Sarana dan Sarana Pemakaman.

5. Urusan Penataan Ruang di laksanakan oleh SKPD Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Indramayu dan Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu melalui Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Tentang RTRW

6. Urusan Perencanaan Pembangunan di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Badan Perencanaan Pembangunan Daerah antara lain melalui Penyusunan Profil Daerah Kabupaten Indramayu, Penyusunan Indramayu Dalam Angka Tahun 2009, Peningkatan Operasional dan Pelayanan GIS, Penyusunan Pemutakhiran Basis Data/Informasi, Koordinasi dan Fasilitasi Kerjasama RI-UNFPA Siklus Ke 7 (2006 – 2010) Tahun 2010, Koordinasi dan Fasilitasi Kerjasama RI-UNICEF 2010, Penyusunan RKPD Tahun Anggaran 2011, Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah Tahun 2009, Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Akhir Jabatan Bupati, Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati Indramayu (LKPJ) Akhir Tahun Anggaran 2009, Fasilitasi Program PAKET dan Fasilitasi Perencanaan Kemitraan Penataan Bangunan dan Lingkungan, Fasilitas dan Laporan Tugas Pembantuan dan Bantuan Provinsi Jawa Barat, Sinergitas Perencanaan Pembangunan Antara Kabupaten/Kota dengan Propinsi Tahun 2010 (Bantuan Propinsi), Penyusunan PDRB Kabupaten dan Kecamatan di Kabupaten Indramayu Tahun 2009, Penunjang Akselerasi IPM di Kabupaten Indramayu Tahun 2010, Koordinasi Penyusunan Masterplan Pendidikan, Penunjang PISP-KPIU Bappeda Kabupaten Indramayu, Survey dan Pemetaan Batimetri Pantai Indramayu sepanjang 114 Km.

7. Urusan Kepemudaan dan Olah Raga di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Dinas Pemuda, Olah Raga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu antara lain melalui Pembinaan Organisasi Kepemudaan, Fasilitasi Aksi Bhakti Sosial Kepemudaan, Pembinaan Pemuda Pelopor Keamanan Lingkungan, Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Pembinaan Cabang Olahraga Prestasi Di Tingkat Daerah, Peningkatan Kesegaran Jasmani Dan Rekreasi, Pembinaan Olah Raga Yang Berkembang Di Masyarakat, Peningkatan Pembangunan Sarana Dan Prasarana Olah Raga, Pengelolaan dan Pengembangan Kelestarian Peninggalan Sejarah, Museum dan Peninggalan Bawah Air, Pelaksanaan Promosi Pariwisata Nusantara di Dalam dan Luar Negeri, Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Daerah, Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Profesionalisme Bidang Pariwisata.

8. Urusan Penanaman Modal di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Badan Penanaman Modal dan Perizinan Kabupaten Indramayu antara lain melalui Peningkatan Koordinasi Dan Kerjasama Di Bidang Penanaman Modal Dengan Instansi Pemerintah Dan Dunia Usaha, Pembinaan Dan Pengawasan Pelaksanaan Penanaman Modal, Penyelenggaraan Pameran Investasi, Pengembangan Sistem Informasi Pelayanan Perijinan Dan Penanaman Modal, Peningkatan Penyelesaian Pengaduan Masyarakat, Sosialisasi Pelayanan Perijinan dan Peningkatan Pelayanan PPTSP.

9. Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Indramayu antara lain melalui Memfasilitasi Peningkatan Kemitraan Usaha Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah, Pemantauan Pengelolaan Penggunaan Dana Pemerintah Bagi Usaha Mikro Kecil Menengah, Pembinaan, Pengawasan, Dan Penghargaan Koperasi Berprestasi, Peningkatan Dan Pengembangan Jaringan Kerjasama Usaha Koperasi, Pelatihan dan Bantuan Mesin/Peralatan UKM.

10. Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Indramayu antara lain melalui Peningkatan Pelayanan Publik Dalam Bidang Kependudukan, Peningkatan Kapasitas Aparat Kependudukan, Akta Kelahiran Gratis Berasuransi Pendidikan, Penataan dan Pemeliharaan Dokumen/Arsip Kependudukan, Migrasi Data Kependudukan, Peningkatan Pelayanan Publik Dalam Bidang Catatan Sipil, Pendataan Penduduk Rentan Adminduk, Pencatatan Nikah bagi Pasutri Gakin yang Tidak Memiliki Akta Nikah.

11. Urusan Ketenagakerjaan di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu antara lain melalui Perlindungan Dan Penegakan Hukum Terhadap Keselamatan Dan Kesehatan Kerja, Perda Pokok Pokok Ketenagakerjaan.

12. Urusan Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Indramayu antara lain melalui Penguatan Kelembagaan Pengarustamaan Gender Dan Anak Melalui Forum Komunikasi Perlindungan Perempuan (FKPP), Kegiatan Penyuluhan Bagi Ibu Rumah Tangga Dalam Membangun Keluarga Sejahtera, Bimbingan Management Usaha bagi perempuan dalam Pengelolaan Usaha Melalui Lembaga Forum Insan Seni Wanita Pantura (LPISWP) Kabupaten Indramayu.

13. Urusan Keluarga Berencana Dan Keluarga Sejahtera di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana antara lain melalui Penyediaan Pelayanan KB Dan Alat Kontrasepsi Bagi Keluarga Miskin, Pelayanan KIE, Peningkatan Perlindungan Hak Reproduksi Individu, Pembinaan Pengelola Program KB, Pengadaan APE BKB (DAK), Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Kelompok Ketahanan Keluarga Tingkat Kabupaten Dan Kecamatan, Operasional Kelompok Masyarakat Peduli KB, Fasilitasi Forum Pelayanan KRR Bagi Kelompok Remaja Dan Kelompok Sebaya Diluar Sekolah, Pengumpulan Bahan Informasi Tentang Pengasuhan dan Pembinaan Tumbuh Kembang Anak (Dukungan Oprs ATK dan PMT bagi BKB Kemas).

14. Urusan Perhubungan di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu antara lain melalui Rehabilitasi/Pemeliharaan Terminal Indramayu dan Sindang, Rehabilitasi/Pemeliharaan Rambu-rambu Lalu Lintas, Pengamanan Arus Mudik Dan Arus Balik Angkutan Lebaran 2010.

15. Urusan Komunikasi dan Informatika di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Indramayu dan Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu antara lain melalui Pembangunan Prasarana Teknologi, Informasi Dan Komunikasi Kabupaten Indramayu, Pembinaan dan Pengembangan Jaringan Komunikasi dan Informasi, Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Komunikasi dan Informasi, Penyebarluasan Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Penyebarluasan Informasi yang Bersifat Penyuluhan Bagi Masyarakat.

16. Urusan Pertanahan di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu antara lain melalui Inventarisasi Tanah-Tanah Negara, Instansi Pemerintah, BUMN, BUMD dan Aset Pemerintah Daerah, Fasilitasi Pengadaan, Pengendalian, Pengusahaan dan Pemanfaatan Hutan, Penyelesaian Konflik-konflik Pertanahan, Identifikasi Batas-batas Desa, Penyajian Peta Administrasi Desa.

17. Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Indramayu antara lain melalui Penunjang Pam Tertutup Unras dan Potensi Konflik, Pelatihan Deteksi Dini Lurah dan Kuwu, Penunjang Pam PILKADA Tahun 2010, Sosialisasi Pengawasan Orang Asing, Bhakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa 2010, Penunjang Operasional FKUB, Diskusi Peningkatan Wawasan Kebangsaan, Penunjang Operasional KOMINDA, Operasional Komunitas Intelejen Daerah (Deteksi Dini Anti Teroris), Penunjang Operasional Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Indramayu, Penertiban Cukai Ilegal, Latihan Kebencanaan Bagi Perlindungan Masyarakat (Linmas), Pelatihan Penanggulangan PBP untuk Pelajar SLTA, Simulasi Penanganan Bencana di Kecamatan, Pelatihan Pam Linmas Pilkada Tahun 2010, Penunjang PAM Lebaran, Natal 2010 Dan Tahun Baru 2011, Operasi Pemberatasan Penyakit Masyarakat.

18. Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Sekretariat Daerah, Sekretariat DPRD, Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Indramayu antara lain melalui Dialog/Audiensi Dengan Tokoh-Tokoh Masyarakat, Pimpinan/Anggota Organisasi Sosial dan Kemasyarakatan, Penerimaan Kunjungan Kerja Pejabat Negara/Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen/Luar Negeri, Rapat Koordinasi Unsur MUSPIDA, Kunjungan Kerja/Inspeksi Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah, Koordinasi Dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Lainnya, Penyusunan Standar Biaya Pemerintah Kabupaten Indramayu, Penyusunan Informasi Manajemen Pelaporan APBD Kabupaten Indramayu, Publikasi Peraturan Perundang-Undangan, Penyusunan Uraian Tugas Jabatan Struktural dan Jabatan Fungsional Umum, Penataan dan Pembentukan Lembaga Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Penyusunan Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu, Fasilitasi Permasalahan Batas Wilayah antara Kabupaten Indramayu dengan Kabupaten Sumedang, Pelayanan Bantuan dan Penanganan HAM, Promosi Produk Unggulan Daerah, Fasilitasi dan Koordinasi dalam rangka Masa Tanam 2010, Fasilitasi Penguatan Usaha Ekonomi Masyarakat, Koordinasi Pemantauan Pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau, Pengkajian Pemekaran Desa, Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), Pembinaan Keimanan Pegawai, Peningkatan Kualitas Iman Ramadhan, Peningkatan Kualitas Keagamaan, Pendistribusian Sembako Murah Bagi masyarakat, Sosialisasi dan Fasilitasi Penyaluran Raskin Tahun 2010, Pembinaan dan Peningkatan Bidang Pendidikan Keagamaan Islam (Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustho (MDT) dan Madrasah Bertaraf Internasional (MBI), Fasilitasi Distrubusi Barang Bersubsidi Dan Bahan Kebutuhan Pokok, Bimbingan Teknis Aparatur BUMD se-Kabupaten Indramayu, Evaluasi Kinerja BUMD di Kabupaten Indramayu, Pembinaan bagi para Kuwu, Pembinaan dan Peningkatan UKS di Kabupaten Indramayu, Sosialisasi dan Penanggulangan Bencana Alam melalui Satlak PBP Kabupaten Indramayu, Sosialisasi dan Penanggulangan HIV-AIDS melalui KPA Kabupaten Indramayu, Pembinaan dan Peningkatan Warois Kabupaten Indramayu, Hearing/Dialog dan Koordinasi Dengan Pejabat Pemerintah Daerah dan Tokoh Masyarakat/Tokoh Agama, Kegiatan Reses, Penerbitan Buletin DPRD Kab. Indramayu, Kunjungan Kerja pimpinan dan Anggota DPRD ke Luar daerah, Penanganan Kasus Pengaduan Di Lingkungan Pemerintah Daerah, Pengendalian Manajemen Pelaksanaan Kebijakan KDH, Inventarisasi Temuan Pengawasan, Tindak Lanjut Hasil Temuan Pengawasan, Peningkatan Keterampilan dan Profesionalisme, Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan Bagi Calon PNS Daerah, Penyusunan Rencana Pembinaan Karir PNS, Seleksi Penerimaan Calon PNS, Pembangunan/Pengembangan Sistem Informasi Kepegawaian Daerah, Proses Penanganan Kasus-Kasus Pelanggaran Disiplin PNS, Pemberian Bantuan Tugas Belajar dan Ikatan Dinas, Pemberian Beasiswa Bagi Praja IPDN, Administrasi Kepegawaian PNS, Mutasi Pegawai Negeri Sipil, Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Tentang APBD Tahun Anggaran 2011, Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan APBD Tahun 2010, Penyusunan Sistem Informasi Keuangan Daerah, Peningkatan Manajemen Aset/Barang Daerah, Sensus Barang Milik Daerah, Penataan Arsip dan Dokumen Keuangan Daerah, Penerbitan Peraturan Pengelolaan Keuangan Daerah, Penatausahaan Administrasi Keuangan Bendahara Umum Daerah (BUD), Fasilitasi Audit Laporan Keuangan dan Pengawasan Internal, Penyusunan Laporan Realisasi APBD Semester I Prognosis, Penatausahaan Gaji PNS, Penataan Administrasi TP dan TGR, Rekonsiliasi dan Penyusunan Laporan dana-dana Pusat, Penatausahaan belanja Tidak Langsung (BTL Non Gaji), Sosialisasi Paket Regulasi tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, Intensifikasi dan Ekstensifikasi BPHTB, PPh Pasal 21 dan Cukai, Rekonsiliasi dan Penyusunan Data Dana Bagi Hasil Propinsi, Penyusunan Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2010 (Lanjutan), Rekonsiliasi Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahun Anggaran 2010, Penyusunan RAPERDA dan RAPERBUP tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2009., Penyusunan Sistem Akuntansi Pemerintah Daerah, Koordinasi,Sosialsasi dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Tembakau (DBHCT), Evaluasi Bantuan Keuangan dari Pemerintah Propinsi Jawa Barat (Bantuan Propinsi), Penyusunan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah (DPIPD), Analisis Perhitungan Tambahan Penghasilan PNS, Operasi Sisir Percepatan dan Peningkatan Pungutan PBB, Penyampaian SPPT, DHKP, dan TTS PBB kepada desa/Kelurahan dan Perbaikan Sarana PBB, Evaluasi PBB dan Penarikan Sarana PBB, Percepatan Pemasukan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Penyusunan Data Potensi Pajak dan retribusi Daerah tahun 2010, Penertiban Reklame, Revisi dan Penyusunan Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah, Evaluasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah, Pelaksanaan Perhitungan dan Penetapan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

19. Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Indramayu dan Dinas Koperasi, Ukm, Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Indramayu antara lain melalui Pendidikan,Pelatihan dan rapat kinerja Usaha Koperasi, Pemberdayaan Lembaga Dan Organisasi Masyarakat Perdesaan (Posyandu), Penguatan Posyandu, Pembinaan LPM Desa, Pelatihan Dan Orientasi P3MD , Pameran Gelar Tehnologi Tepat Guna (TTG), Pembinaan Kelompok Masyarakat Pembangunan Desa (BBGRM), Penilaian dan Pembinaan Perlombaan Desa / Kelurahan, Pendamping Desa Membangun Menuju Desa Beradab.

20. Urusan Sosial di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu antara lain melalui Pelayanan Dan Perlindungan Sosial, Hukum Bagi Korban Eksploitasi, Perdagangan Perempuan Dan Anak , Penanganan Masalah-Masalah Strategis Yang Menyangkut Tanggap Cepat Darurat Dan Kejadian Luar Biasa, Pengembangan Kelembagaan Produktivitas dan Pelatihan Kewirausahaan, Pembinaan Tramsigrasi Lokal dan Sertifikasi, Pengerahan dan Fasilitasi Perpindahan Penduduk ke Luar Jawa.

21. Urusan Kebudayaan di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan Pariwisata Kabupaten Indramayu antara lain melalui Pengembangan Kebudayaan Dan Pariwisata.

22. Urusan Kearsipan di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten antara lain melalui Akuisisi Arsip In Aktif, Pembinaan Dan Pengembangan Pelayanan Kearsipan Dan Perpustakaan Di Desa Binaan P2WKSS.

A. Urusan Pilihan
Pada Tahun Anggaran 2010, untuk membiayai pelaksanaan Urusan Pilihan dianggarkan sebesar Rp. 23.712.002.460,00 dengan realisasi sebesar 83,36 % meliputi urusan sebagai berikut :
1. Urusan Kelautan dan Perikanan di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Dinas Perikanan dan Keluatan Kabupaten Indramayu antara lain melalui Penataan dan Pemeliharaan Fasilitas Pulau-Pulau Kecil, Pesisir dan Kelautan (KKLD), Stocking Dan Restocking Ikan Di Perairan Umum, Pengembangan Usaha Perikanan, Penyediaan Informasi Prakiraan Iklim Laut Dan Daerah Penangkapan Ikan, Pembangunan Talud/Break Water Penahan Abrasi Pantai, Lanjutan Pembangunan Balai Benih Ikan Cipancuh, Pembangunan HSRT Bandeng dan Kelengkapannya, Pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) (DAK), Revitalisasi Kegiatan Perikanan Tangkap/Rasionalisasi Usaha Penangkapan Ikan, Pemeliharaan/Rehabilitasi Sarana/Prasarana PPI/TPI, Optimalisasi Fungsi Laboratorium Kesehatan Ikan Dan Lingkungan, Pemeliharaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Pembangunan/Rehabilitasi Saluran Irigasi Tersier (DAK).

2. Urusan Pertanian di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu antara lain melalui Peningkatan Kemampuan Lembaga Petani, Penyuluhan dan Bimbingan Pemanfaatan dan Produktivitas Lahan Tidur, Gerakan Multi Aktivitas Agribisnis (Bantuan Propinsi 2009), Pemanfaatan Pekarangan Untuk Pengembangan Pangan, Pengembangan Lumbung Pangan Desa, Pengembangan Model Distribusi Pangan yang Efisien, Pengembangan Budidaya Sayuran Dataran Rendah (SADR) dan jamur Merang, Pengembangan Pertanian Padi Organik Melalui Metode SRI (Bantuan Propinsi), Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Padi Inhibrida (Bantuan Propinsi), Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Padi Hibrida (Bantuan Propinsi), Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Kedelai (Bantuan Propinsi), Pengembangan Sarana dan Prasarana Irigasi Pertanian (DAK), Penelitian dan Pengembanan Teknologi Pertanian/Perkebunan Tepat Guna, Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Menular Ternak, Pembibitan dan Perawatan Ternak, Pengembangan Agribisnis Peternakan, Pengembangan Perbibitan Sapi Potong (Bantuan Propinsi), Pembangunan Sarana dan Prasarana Pembibian Ternak (Bantuan Propinsi).

3. Urusan Kehutanan di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu antara lain melalui Pengelolaan dan Pemanfaatan Hutan, Pengembangan Industri dan Pemasaran Hasil Hutan; Pemeliharaan Kawasan Hutan Industri dan Hutan Wisata; Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis (GRLK) (Banprop 2009); Rehabilitasi Hutan Mangrove (Bantuan Propinsi).

4. Urusan Energi dan Sumber Daya Mineral di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi Kabupaten Indramayu antara lain melalui Pengawasan Dan Pengendalian Usaha Pertambangan Umum; Pengembangan Jaringan Listrik Pedesaan.

5. Urusan Pariwisata di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Indramayu antara lain melalui Pengadaan Sarana Promosi Pariwisata.

6. Urusan Industri di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Indramayu antara lain melalui Sosialisasi dan Bantuan Peralatan Industri Rumah Tangga Dalam Rangka Menunjang Desa Binaan; Bantuan Percontohan Penataan Garam.

7. Urusan Perdagangan di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Indramayu antara lain melalui Fasilitasi Penyelesaian Permasalahan-Permasalahan Pengaduan Konsumen; Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa; Penataan Kebersihan Pasar Daerah; Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Dalam Negeri;

8. Urusan Ketransmigrasian di Kabupaten Indramayu dilaksanakan oleh SKPD Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu antara lain melalui Peningkatan Kerjasama Antar Wilayah, Pelaku dan Antar Sektor


VI. TUGAS PEMBANTUAN
A. Tugas Pembantuan Yang Diterima
Berikut ini beberapa kegiatan tugas pembantuan yang diterima dan telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Indramayu selama Tahun Anggaran 2010, berdasarkan sumber pembantuannya sebagai berikut :
1. Sumber Dana APBN
a. Urusan Pendidikan dilaksanakan oleh SKPD Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu melalui Bantuan Rintisan Kelompok Bermain, Satuan PAUD Sejenis (SPS); Bantuan Kelembagaan PAUD Sejenis; Bantuan Kelembagaan Taman Pendidikan Anak (TPA); PAUD Kelompok Belajar; Paket A Baru; Paket A Lanjutan; Paket A Setara SD Lanjutan I; Paket B Baru; Paket B Lanjutan; Paket B Setara SMP Lanjutan 1; Paket B Setara SMP Lanjutan 2; Paket B Setara SMP Kelas Baru; Paket B Setara SMP Kelas Lanjutan 1; Bantuan Pelaksanaan Akreditasi Sekolah TK/RA, SD/MI dan SMP/MTs; Bantuan Operasional Sekolah (BOS); Penyediaan Beasiswa Bagi Siswa Miskin Jenjang SD Tahun 2010; Paket C Baru; Paket C Setara SMA Kelas Baru; Keaksaraan Fungsional Dasar; Keaksaraan Fungsional Inovasi; Pendataan Data Dasar PNF; Workshop Peningkatan Kualifikasi PTK-PNF; Kursus Wirausaha Desa (KWD) Kerupuk Kulit Ikan; Kursus Wirausaha Kota (KWK) Batik Tulis Halus; Pemberian Subsidi Guru

b. Urusan Kesehatan dilaksanakan oleh SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu melalui Penanganan Masalah Gizi Kurang dan Gizi Buruk pada Ibu Hamil dan Menyusui, Bayi dan Anak Balita

c. Urusan Pekerjaan Umum dilaksanakan oleh SKPD Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu, Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Indramayu dan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Pertambangan dan Energi Kabupaten Indramayu melalui Pembangunan Infrastruktur Permukiman; Pembangunan Infrastruktur Rumah Nelayan; Pembangunan Infrastruktur Permukiman; Peningkatan Manajement Kelembagaan Partisipasi Masyarakat; Peningkatan Pengelolaan Irigasi Partisipatif (PISP)

d. Urusan Pertanian dilaksanakan oleh SKPD Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu dan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Kabupaten Indramayu melalui Integrasi Tanaman Ternak Kompos dan Biogas; Penyediaan dan Perbaikan Infrastruktur Pertanian; Mekanisasi Pertanian Pra dan Pasca Panen; Peningkatan Produksi, Produktvitas dan Mutu Produk Pertanian serta Pengembangan Kawasan; Penanganan dan Pengendalian Wabah Virus Flu Burung pada Hewan dan Restrukturisasi Pengunggasan; Pengembangan Pembibitan Sapi (TP); Kegiatan Pembuatan Embung; Kegiatan Pembuatan Unit Pengolahan Pupuk Organik; Pengembangan Desa Mandiri Pangan; Magang, Sekolah Lapang dan Pelatihan, Pendidikan Pertanian dan Kewirausahaan Agribisnis, Penyelesaian Daerah Konflik Bencana Alam, Daerah Tertinggal, Pulau Terluar dan Perbatasan/Administrasi.
e. Urusan Ketenagakerjaan dilaksanakan oleh SKPD Dinas Sosial, Tenaga kerja dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu melalui Terapan tekhnologi Tepat Guna; Padat Karya Produktif.

f. Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera dilaksanakan oleh SKPD Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Indramayu melalui Pembinaan Kewirausahaan Kelompok UPPKS Tk.Kabupaten; Fasilitasi Pelayanan KB Pasca Persalinan & Keguguran di RS /PKBRS; Pengiriman dan pengangkutan Alkon dan Non Alkon; Operasional Pengelola Alkon & Non Alkon; Analisa Kebutuhan & Persediaan Alkon & Non Alkon; Analisa dan Evaluasi Pelaksanaan Standar Pelayanan Minimal (SPM).

2. Sumber Dana APBD Provinsi
a. Urusan Pendidikan dilaksanakan oleh SKPD Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu melalui Bantuan Insentif Guru PAUD; Bantuan Rintisan PAUD / BKB; Bantuan Operasional Sekolah (BOS); Paket B Lanjutan; Paket B Baru; Revitalisasi Sarana Prasarana Bidang Pendidikan Dasarl; Paket C Baru; Paket C Setara SMA Kelas Lanjutan 1; Paket C Lanjutan; Bantuan Gubernur Untuk Siswa (BAGUS); Bantuan Keuangan Untuk Peningkatan Kualitas dan Aksebilitas SMA dan SMK SSN dan RSBI/SBI; Bantuan Keuangan Untuk Peningkatan Kualitas dan Produktifitas SMA di Jawa Barat; Bantuan Keuangan Untuk Peningkatan Kualitas, Aksebilitas dan Relevansi SMK di Jawa Barat; Keaksaraan Fungsional (KF) Tahap I; Keaksaraan Usaha Mandiri (KUM); Taman Bacaan Masyarakat (TBM).

b. Urusan Kesehatan dilaksanakan oleh SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten melalui Peningkatan Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin berupa Bantuan Keuangan bagi Masyarakat Miskin di luar kuota Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas); Peningkatan Gizi Masyarakat berupa Penanggulangan balita gizi Buruk; Pemenuhan dan Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah sakit.

c. Urusan Pertanian dilaksanakan oleh SKPD Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu dan Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluh Pertanian Kabupaten indramayu melalui Akselerasi Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai di Jawa Barat (Sub Kegiatan Pendampingan dan Pengawalan SL-PTT Padi Inhibrida di 18 Kabupaten/Kota); Akselerasi Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai di Jawa Barat (Sub Kegiatan Pendampingan dan Pengawalan SL-PTT Padi Hibrida di 14 Kabupaten/ Kota); Akselerasi Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai di Jawa Barat (Sub Kegiatan Pendampingan dan Pengawalan SL-PTT Kedelai di 15 Kabupaten/ Kota); Akselerasi Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai di Jawa Barat (Sub Kegiatan Gerakan Pembenahan Tanah melalui Aplikasi Pupuk Organik dalam rangka Penumbuhan dan Pengembangan Desa PHT di 20 Kabupaten/Kota); Akselerasi Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai di Jawa Barat (Sub Kegiatan Gerakan Penerapan Teknologi Agens Hayati Skala Luas melalui Pendekatan Sekolah Lapangan dalam rangka Penumbuhan dan Pengembangan Desa PHT di 20 Kabupaten/Kota); Akselerasi Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai di Jawa Barat (Model Peningkatan Produktivitas Padi Gogo melalui Metode SL-PTT Lahan Kering di 10 Kabupaten); Akselerasi Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai di Jawa Barat (Ubinan Komoditas Tanaman Pangan Tahun 2010); Akselerasi Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai di Jawa Barat (Model Peningkatan Produktivitas Palawija di 11 Kabupaten); Akselerasi Peningkatan Produksi Padi, Jagung, Kedelai di Jawa Barat (Persiapan, Pelaporan serta Monitoring dan Evaluasi Kegiatan); Peningkatan Kesejahteraan Penyuluh.

d. Urusan Pekerjaan Umum dilaksanakan oleh SKPD Dinas Cipta Karya Kabupaten Indramayu melalui Pembangunan Infrastruktur Rumah Nelayan.

e. Urusan Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian Dan Persandian dilaksanakan oleh SKPD Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Indramayu, Inspektorat Kabupaten Indramayu Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Indramayu melalui Peningkatan Pemerintahan Kelembagaan dan Partisipasi Masyarakat serta Kesejahteraan Masyarakat Desa; Sinergitas Pengawasan Pembangunan Kab/Kota; Sinergitas Pengendalian Pembangunan Provinsi; Sinergitas Perencanaan Pembangunan di Jawa Barat.

3. Sumber Dana BLN
a. Urusan Kesehatan dilaksanakan oleh SKPD Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu melalui District Surveilance Officer (DSO); Imunization Service Support (ISS) Program Iminisasi; Pelayanan Kesehatan Reproduksi Essensial Terpadu; Pelayanan IMS, VCT dan CST; Pengobatan dan Pencegahan Cacat Kusta, Pengobatan dan Manajemen Program TBC.

b. Urusan Pertanian dilaksanakan oleh SKPD Badan Ketahanan Pangan dan Panyuluh Pertanian Kabupaten Indramayu dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Indramayu melalui Penyusunan Program dan Rencana Kerja/Teknis/Program, Penyuluhan dan Penyebaran Informasi; Penyediaan dan Perbaikan Infrastruktur dalam Mendukung Ketahanan Pangan (PNPM-P)

B. Tugas Pembantuan Yang Diberikan
Kegiatan tugas pembantuan yang diberikan dan telah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Indramayu selama Tahun Anggaran 2010, yaitu :
1. Sumber Dana APBD Kabupaten
Dengan memberikan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Alokasi Anggaran Kelurahan (AAK) Kabupaten Indramayu.

III. TUGAS UMUM PEMERINTAHAN
A. Kerjasama Antar Daerah
Kerjasama antar daerah yang telah dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Indramayau selama tahun 2010 adalah Kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Kerjasama tersebut dilaksanakan dalam bidang Penempatan Calon Transmigran yang berasal dari Kabupaten Indramayu untuk ditempat di daerah tersebut.

B. Kerjasama Daerah Dengan Pihak Ketiga
Kerjasama daerah dengan pihak ketiga di Kabupaten Indramayu pada tahun 2010 adalah sebagai berikut :
1. Kerjasama Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan CV. Adi Putra Mandiri.
Kerjasama dilaksanakan dalam rangka pengelolaan objek wisata Pantai Tirtamaya. Kerjasama diarahkan berupa kesiapan manajemen obyek wisata Pantai Tirtamaya, sehingga objek wisata Pantai Tirtamaya sebagai aset daerah dapat mendapatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah. Pengelolaan pekerjaan meliputi manajemen dan administrasi, keuangan, kepegawaian, pelayanan umum, pemeliharaan, keamanan, ketertiban dan keindahan lingkungan.
Perjanjian kerjasama berlaku untuk selama 3 (tiga) tahun, yaitu terhitung mulai tanggal 1 April 2008 s/d 31 Maret 2011. Perpanjangan kerjasama pengelolaan objek wisata Pantai Tirtamaya dapat diperpanjang kembali apabila disepakati oleh kedua belah pihak.

2. Kerjasama Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Balai Diklat Pekerjaan Umum Wilayah II Bandung
Kerjasama dilaksanakan dalam hal penyelenggaran Pendidikan dan Pelatihan Prajabatan bagi Calon PNSD, surat perjanjian kerjasama / surat pemberian kuasa pendidikan dan pelatihan Prajabatan CPNS Golongan I, II dan III dari tenaga honorer dan CPNS Golongan II dan III Umum, Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun 2010 Nomor 893.8/112-Diklat.10/2010 dan Nomor PD.02.01-S1.2/7 Balai Diklat Pekerjaan Umum Wilayah II Bandung tanggal 8 Pebruari 2010. Adapun peserta Diklat Parajabatan adalah CPNS di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu sebanyak 1.060 orang, adapun pelaksanaanya bertempat di Kampus Balai Diklat PU Wilayah II Bandung Jalan Jawa No.08-10 Bandung.

3. Kerjasama Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat
Kerjasama dilaksanakan dalam hal penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Struktural bagi PNS Daerah, surat perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Badan Pendidikan dan Pelatihan Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 893.8/899-BKD.10/2010 dan Nomor PD.119/658/Bandiklatda tentang Penyelenggaraan Kegiatan Diklat Kepemimpinan Tingkat III Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun 2010 tanggal 3 Mei 2010. Adapun peserta Diklat Struktural sebanyak 10 orang

4. Kerjasama Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Universitas Indonesia
Kerjasama dilaksanakan dalam hal Fasilitas Pengelolaan Sistem Seleksi Dalam Rangka Pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) Formasi Tahun 2010 Nomor 813/1483-BKD/2010 tanggal 11 Nopember 2010. Adaoun formasi CPNSD yang diterima sebanyak 212 orang

5. Kerjasama Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional (LAPAN) dan Balai Riset Kelautan dan Perikanan (BRKP)
Kerjasama dilaksanakan dalam hal menyediaan data pengindraan jarak jauh khususnya dalam penyediaan peta penangkapan ikan / Informasi Daerah Penangkapan Ikan (IDPI) bagi para nelayan. Melalui kegiatan ini Pemerintah Daerah dapat meningkatkan pelayanan pada masyarakat nelayan sehingga kegiatan usaha penangkapan dapat lebih efektif dan efisien.

C. Koordinasi Dengan Instansi Vertikal Daerah
Pelaksanaan koordinasi dengan instansi vertikal di Kabupaten Indramayu pada tahun 2010 yaitu :
1. Kegiatan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan unsur Polres Indramayu.
Kegiatan tersebut meliputi pengamanan arus mudik dan arus balik lebaran, tahun baru dan natal, pemberangkatan jemaah haji, pengamanan tamu / pejabat yang berkunjung ke Pemerintah Kabupaten Indramayu serta pengamanan Pilkada Tahun 2010.

2. Kegiatan koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Kantor Departemen Agama Kabupaten Indramayu.
Kegiatan tersebut meliputi Pelaksanaan MTQ, Rakerda LPTQ, serta Penyelenggaraan ibadah haji / calon jemaah haji.

3. Kegiatan koordinasi antara pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Polres Indramayu, Kodim 0616 Indramayu, Badan Narkotika Kabupaten Indramayu dan Kejaksaan Indramayu.
Koordinasi dilaksanakan untuk melaksanakan beberapa kegiatan, yaitu :
a) Penertiban warung remang – remang dan rumah bordir;
b) Operasional Pemberantasan Penyakit Masyarakat;
c) Operasional Komunitas Intelejen Daerah ( Deteksi Dini Anti Teroris );
d) Pengawasan peredaran dan penyalahgunaan Narkoba;
e) Penunjang Operasional Komunitas Intelejen Daerah (Kominda);
f) Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem);
g) Satlak Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (PBP);
h) Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Toleransi Umat Beragama (FKUB);

4. Kegiatan Koordinasi antara Pemerintah Kabupaten Indramayu dengan BPS Kabupaten Indramayu.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasarkan Undang-undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, yaitu kerjasama antara pemerintah Kabupaten Indramayu dengan BPS Kabupaten Indramayu, antara lain meliputi :
• Kegiatan Penyusunan Profil Daerah Kabupaten Indramayu;
• Kegiatan Penyusunan Indikator Makro Ekonomi Kabupaten Indramayu;
• Kegiatan Penyusunan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB);
• Kegiatan Penyusunan Indramayu Dalam Angka;

5. Kegiatan koordinasi antara pemerintah Kabupaten Indramayu dengan Kodam Provinsi Jawa Barat dan Kodim 0616 Indramayu.
Kegiatan yang dilaksanakan tersebut yaitu :
• TNI Manunggal Masuk Desa ( TMMD ) dan Tentara Manunggal Satata Sariksa ( TMSS ) melalui pembangunan sarana dan prasarana permukiman.
• Bakti TNI melalui pembangunan sarana dan prasarana permukiman;

D. Pembinaan Batas Wilayah
Pembinaan batas wilayah di Kabupaten Indramayu selama tahun 2010 dilakukan melalui kegiatan yaitu :
1. Kegiatan Fasilitasi Permasalahan Batas Wilayah antara Kabupaten Indramayu dengan Kabupaten Sumedang.
Kegiatan tersebut dilaksanakan berkaitan adanya permasalahan batas wilayah di Wilayah Kabupaten Indramayu yaitu Desa Sanca Kecamatan Gantar dengan Wilayah Kabupaten Sumedang yaitu Desa Ciawitali Kecamatan Buahdua. Kedua belah pihak bersepakat akan mengadakan pertemuan untuk membahas permasalahan tersebut dengan difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan menghadirkan pihak dari Bakosurtanal.
2. Kegiatan Identifikasi Batas – Batas Desa, Penyajian Peta Kecamatan
Kegiatan tersebut berupa identifikasi batas – batas desa terhadap peta Bakosurtanal. Hasil peninjauan lapangan menjadi koreksi batas – batas yang ditampilkan peta Bakosurtanal.

E. Pencegahan Dan Penanggulangan Bencana
1. Bencana yang terjadi dan penanggulangannya
Selama kurun waktu tahun 2010 di wilayah Kabupaten Indramayu terjadi berbagai bencana. Bencana tersebut meliputi banjir di 4 kecamatan dan angin puting beliung di 6 kecamatan.
Langkah awal penanganan bencana adalah dengan membentuk Posko penanggulangan bencana dan pengungsi di wilayah yang terkena musibah. Kegiatan posko meliputi pembuatan dapur umur, penanganan medis sementara serta mengungsikan korban bencana ke area yang lebih aman telah ditentukan.

2. Status Bencana
Dari seluruh bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu seluruhnya masih berstatus bencana regional atau lokal, yaitu bencana yang dapat ditangani oleh Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi ( Satlak PBP Kabupaten Indramayu ) dan dibantu oleh seluruh komponen masyarakat.

3. Antisipasi daerah dalam menghadapi kemungkinan bencana
Antisipasi yang dilakukan untuk penanggulangan dan penanganan bencana secara umum adalah :
a. Melakukan monitoring keseluruh wilayah kabupaten Indramayu dengan lebih menitikberatkan pada wilayah yang mempunyai potensi bencana.
b. Membentuk Posko penanggulangan bencana dan pengungsi di tiap-tiap kecamatan. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar koordinasi penanggulangan bencana dan pengungsi lebih efektif dan optimal.

4. Potensi bencana yang diperkirakan terjadi
Potensi bencana yang terjadi di Kabupaten Indramayu selama tahun 2010 adalah bencana banjir dan angin puting beliung.

F. Pengelolaan Kawasan Khusus
1. Jenis kawasan khusus yang menjadi kewenangan daerah
Kebijakan pengelolaan kawasan khusus di Kabupaten Indramayu didasarkan pada pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RJPMD) Kabupaten Indramayu Tahun 2006 – 2010 yaitu pada misi ke-3 yaitu Pemantapan struktur perekonomian masyarakat dan pengembangan potensi daerah dengan kebijakan meningkatkan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana obyek wisata.
Sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Indramayu Nomor 14 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Kawasan Konservasi Laut Daerah dan Penataan Fungsi Pulau Biawak, Gosong dan Pulau Candikian, maka wilayah tersebut dijadikan sebagai Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD). Sebagai kawasan konservasi Pulau Biawak terbagi menjadi 2 zona pengembangan yaitu :
• Zona Inti, merupakan lokasi perlindungan terhadap biota maupun fauna laut dan darat yang ada dan tidak diperbolehkan menjadi fungsi lain.
• Zona Pengembangan, merupakan lokasi yang diperuntukan bagi pengembangan obyek wisata / ekonomi, seperti budidaya laut terbatas, penagkapan ikan terbatas dan wisata bahari.
Fungsi kawasan konservasi dan wisata laut pulau Biawak merupakan kawasan perlindungan terhadap terumbu karang, biota laut langka, satwa Biawak, situs makam tua dan hutan mangrove. Disamping itu juga pulau biawak merupakan kawasan pendidikan/penelitian serta kawasan pengembangan ekonomi nelayan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Kawasan Konservasi Laut Daerah yaitu kegiatan Penataan dan Pemeliharaan Fasilitas Pulau-pulau Kecil, Pesisir dan Kelautan (KKLD).

G. Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum
Dalam rangka mendukung terselenggaranya pembangunan daerah secara dinamis diperlukan keamanan dan ketertiban umum melalui langkah – langkah antisipatif terhadap munculnya kerawanan – kerawanan sosial, politik, ekonomi dan bencana yang meresakan masyarakat serta meningkatkan iklim politik yang kondusif dan stabilitas politik daerah.
1. Gangguan yang terjadi
Selama tahun 2010 kondisi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Indramayu bersifat kondusif, dalam arti tidak ada gangguan yang berarti baik itu konflik berbasis sara, anarkisme, sparatisme maupun gangguan ketertiban umum lainnya.

2. Satuan Kerja Perangkat Daerah yang menangani Ketentraman dan Ketertiban Umum;
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menangani ketentraman dan Ketertiban Umum adalah Kantor Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Indramayu sesuai dengan Perda Kabupaten Indramayu Nomor 9 Tahun 2008 tentang Lembaga Teknis Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Indramayu.

3. Penanggulangan dan kendalanya
Untuk menjaga ketentraman dan ketertiban yang berada di wilayah Kabupaten Indramayu, maka aparat pemerintah daerah bekerjasama dengan instansi terkait telah melaksanakn beberapa kegiatan yaitu :
a. Melakukan penertiban dan tindakan hukum terhadap distributor, agen dan pengecer minuman beralkohol.
b. Melakukan penertiban dan tindakan hukum terhadap warung remang-remang/ rumah bordil / PSK.
c. Melakukan penertiban terhadap penyakit masyarakat.

Adapun kendala yang dihadapai dalam pelaksanaan kegiatan tersebut adalah masih kurangnya anggaran yang tersedia serta masih minimnya personil di lapangan.

4. Keikutsertaan Aparat keamanan dalam penanggulangan.
1) Dalam menjaga keamanan, ketentraman dan ketertiban umum pemerintah Kabupaten Indramayu dibantu oleh instansi/unsur pendukung lainnya yaitu unsur Polri/Polres Indramayu, TNI/Kodim 0616 Indramayu dan Kejaksaan Negeri Indramayu.

Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah disampaikan untuk memberi ruang gerak yang luas bagi tumbuhnya kreatifitas dan otoaktifias penyelenggara pemerintahan, partisipasi aktif masyarakat, serta berkembangnya dunia usaha daerah dalam rangka mewujudkan tata pemerintahan yang baik (Good Governance) untuk mencapai kesejahteraan seluruh masyarakat.







Sumber Informasi dari Bagian Pemerintahan Setda Kabupaten Indramayu

Informasi lebih lanjut dapat menghubungi ::

SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN INDRAMAYU
BAGIAN PEMERINTAHAN
Jalan Mayjen Sutoyo No. 1E
Telp. (0234) 272205 – 272327 – 272540 Ext 131-132
Fax. (0234) 272797
Situs Web : Http://www.indramayu.go.id

Pengikut

Langganan via Email

 

Buku Tamu

Arsip Berita