Enter Your Domain Here....

Tuesday, November 01, 2011

Pengaruh Program Wajar Dikdas 9 Tahun Terhadap Pembangunan Kabupaten Indramayu

Oleh H. Caridin, S.Pd., M.Si.
(Kepala UPTD Pendidikan Sindang)

WAJIB belajar adalah program pendidikan minimal yang harus diikuti oleh warga Negara Indonesia atas tanggung jawab pemerintah. Program ini dituangkan dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dan pelaksanaannya dituangkan dalam Inpres Nomor 1 tahun 1994 tentang Pelaksanaan wajib belajar pendidikan dasar. Proses pembuatan undang-undang merupakan serangkaian aktivitas yang dilakukan di dalam proses kegiatan yang pada dasarnya bersifat politis. Proses ini diwujudkan ke dalam serangkaian tahapan yang saling berurutan dan saling ketergantungan, proses ini diatur menurut urutan waktu, penyusunan agenda, formulasi, penyerapan, penerapan, dan penilaian. Tahap-tahap tersebut mencerminkan aktivitas yang terus berlangsung yang terjadi sepanjang waktu. Setiap tahapan berhubungan dengan tahap berikutnya, dan tahapan terakhir dikaitkan dengan tahap pertama, dan pasti saling terkait antar tahapan yang satu dengan tahapan yang lain. Itulah sebuah proses penentuan kebijakan.
Program Wajar Dikdas 9 tahun yang dimulai sejak tahun 1994, yang dicanangkan oleh Presiden Republik Indonesia pada peringatan hari pendidikan nasional tanggal 2 Mei 1994 sebagai kebijakan nasional. Tujuan dari program pendidikan dasar sembilan tahun adalah untuk memberikan bekal kemampuan dasar kepada peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai pribadi anggota masyarakat, warga negara, dan anggota umat manusia serta mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti pendidikan menengah. Yang melatarbelakangi pencangan program Wajib Belajar Dasar Pendidikan Sembilan Tahun sebagai pendidikan wajib bagi semua anak usia 7-12 tahun adalah:
1. Tenaga kerja Indonesia lebih dari 80% hanya berpendidikan sekolah dasar dan bahkan kurang, yaitu mereka yang putus sekolah dan buta aksara,
2. Pendidikan dasar merupakan jalan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang dapat memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi. Pendidikan merupakan investasi (human investment),
3. Pendidikan dasar merupakan pilar, maka semakin besar pendidikan maka semakin besar peluangnya untuk lebih mampu berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara,
4. Peningkatan usia wajib belajar dari 6 tahun menjadi 9 tahun merupakan bentuk inovasi pendidikan, dimaksudkan dengan meningkatnya lama sekolah maka akan lebih meningkatkan kemampuan dan keterampilan mereka.
5. Pertumbuhan ekonomi yang cepat akan berjalan seiring dengan meningkatnya pendidikan. Hal ini dilakukan oleh negara-negara industri. Di negara tersebut ditandai dengan penduduk yang memiliki tingkat pendidikan tertentu,
6. Menyongsong abad ke-21 yang ditandai dengan adanya jaman ekonomi terbuka dan persaingan bebas.
Dalam perjalanannya sejak tahun 1994 sampai sekarang, program wajib belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun di Kabupaten Indramayu mengalami perkembangan yang dinamis, walaupun saat itu kondisi perekonomian daerah dan nasional mengalami pukulan berat akibat krisis yang berkepanjangan sejak tahun 1997. Pada tahun 2005 Pemerintah Kabupaten Indramayu, dalam hal Ini Bupati Indramayu melakukan beberapa kebijakan untuk mensukseskan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun dalam rangka mendongkrak IPM di Kabupaten Indramayu, di antaranya sebagai berikut:
1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas guru, peningkatan profesionalesme guru dan tutor kejar Paket melalui kegiatan pendidikan dan latihan yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten Indramayu dan pengangkatan guru honor atau tutor yang dibiayai oleh anggaran daerah,
2. Peningkatan daya tampung, yaitu pengadaan unit sekolah baru dan penambahan ruang kelas belajar yang bersumber dari dana APBD,
3. Penyebaran kelompok belajar Paket A setara SD dan kelompok Belajar Paket C setara SMP di setiap kecamatan,
4. Pemberian Beasiswa bakat dan prestasi. Beasiswa ini diperuntukan bagi siswa yang memiliki kemampuan khusus dan tergolong anak tidak mampu,
5. Peningkatan partisipasi masyarakat dalam mensukseskan program Wajib Belajar. Upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan fungsi Dewan Pendidikan, memberikan bantuan penyelenggaraan pendidikan bagi sekolah swasta,
6. Mengoptimalkan kegiatan penyuluhan Wajar Dikdas 9 tahun ke masyarakat dari tingkat kecamatan sampai ke desa-desa. Dan menempatkan masyarakat sebagai subjek pendidikan,
7. Menigkatkan fungsi tim kerja wajar dikdas 9 tahun dari tingkat kabupaten, kecamatan dan tingkat desa,
8. Memberikan reward bagi kecamatan yang berprestasi dalam peningkatan program wajar dikdas 9 tahun, dan sebaliknya memberi sanksi bagi kecamatan yang mendapat nominasi terendah.
Dengan strategi dan kebijakan yang dilakukan pemerintah serta didukung oleh seluruh komponen masyarakat, pemerintah kabupaten Indramayu mampu memecahkan permasalahan nasional di bidang pendidikan. Empat masalah utama yang dihadapi dunia pendidikan dasar di Indonesia dan saat ini mampu diatasi oleh pemerintah kabupaten Indramayu adalah:
a. Anak usia sekolah pada jenjang pendidikan dasar (usia 7-15 tahun) sudah terlayani. 100% anak lulusan SD melanjutkan ke SMP atau sederajat,
b. Angka putus sekolah di Sekolah dasar 0% dan angka putus sekolah di SMP menurun,
c. Memberikan pelayanan pendidikan bagi siswa yang tidak tertampung pada pendidikan formal, yaitu dengan memberikan pelayanan pendidikan melalui pendidikan non formal dengan membentuk kelompok belajar, Kelompok belajar Paket A, Paket B pada wadah PKBM, dan SKB,
d. Meningkatnya mutu pendidikan dasar. Ditandai dengan prestasi pendidikan dasar di bidang akademik mengalami peningkatan. Baik di jalur pendidikan sekolah maupun luar sekolah.
Dari uraian di atas memberikan gambaran utuh bahwa program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun merupakan strategi yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam rangka pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan sebagai upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Strategi ini sejalan dengan strategi di tingkat nasional.
Untuk tetap mampu meningkatkan keberhasilan dan dalam rangka penuntasan program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, Pemerintah Kabupaten Indramayu menjalankan beberapa usaha penanggulangan berupa peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga pengajar, peningkatan daya tampung, peningkatan penyuluhan kepada masyarakat akan pentingnya program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, yang dimaksudkan untuk meningkatkan peran serta mereka melalui efisiensi penyelenggaraan Dewan Pendidikan, pembinaan dan bantuan penyelenggaraan sekolah oleh pihak swasta, serta pelaksanaan Program Kejar Paket A dan Paket B yang lebih intensif oleh PKBM atau SKB.***

0 comments:

Pengikut

Langganan via Email

 

Buku Tamu

Arsip Berita