Enter Your Domain Here....

Friday, October 28, 2011

Manajemen PLTU harus Menjelaskan Program CSR

Manajemen PLTU harus Menjelaskan Program CSR“Pemkab meminta agar tahun ini manajemen PLTU dapat melaksanakan program CSR kepada warga di Ring I PLTU Sumuradem karena PLTU sudah beroperasi,” ungkap Wakil Bupati Indramayu (Wabup), Drs. H. Supendi, M.Si. di ruang kerjanya, Senin (24/10/2011).
Menurut Pemerintah Kabupaten Indramayu akan memanggil manajemen Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sumuradem, dalam waktu dekat ini untuk meminta penjelasan terkait penggunaan dana CSR (Corporate Social Responsibility) alias dana pembangunan lingkungan.

Wabup mengatakan, manajemen PLTU harus melaksanakan program CSR karena BUMN yang lain seperti Pertamina RU VI Balongan, Pertamina EP Region Jawa, serta industri besar lainnya telah melaksanakan program CSR.

Bentuk pelaksanaan CSR PTLU itu tidak harus masuk ke kas Pemkab. Bisa langsung dikelola manajemen PLTU dan dialokasikan kepada masyarakat terdekat atau masyarakat yang berada pada Ring I PLTU Sumuradem.

Disebutkan, proyek pembangunan PLTU Tahap ke-2 akan dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan. Ini dikhawatirkan akan menemui kendala, seandainya manajemen PLTU sampai sekarang belum merealisasikan program CSR.

Masyarakat, kata Wabup Supendi, sudah sangat cerdas untuk memperoleh hak-haknya. “PLTU Tahap ke-2 dikhawatirkan akan menemui kendala, jika hak-hak masyarakat belum terpenuhi,” katanya.

Untuk mensukeskan proyek pengembangan PLTU Tahap ke-2 itu, lanjutnya, Pemkab Indramayu menyiapkan lahan seluas 300 HA (Hektar). Sesuai rencana, proyek PLTU Tahap ke-2 akan dibangun di Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu.

Camat Sukra, Teguh Budiarso, menambahkan, program CSR untuk wilayah di Ring I PLTU Sumuradem belum dilakukan. Tokoh masyarakat dan kepala desa, masih belum mendapatkan kejelasan tentang program CSR dari PLTU Sumuradem. “Pemerintah Kecamatan hanya akan menjadi fasilitator dalam program CSR,” katanya.

Sebelumnya, puluhan massa dari Aliansi Masyarakat untuk Keadilan (AMUK) berunjuk rasa di gedung DPRD dan Kantor Bupati Indramayu. Mereka mendesak agar abrasi pantai akibat dampak lingkungan dari keberadaan PLTU Sumuradem Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu dapat diatasi.

Massa AMUK menuntut pembangunan tembok penahan abrasi dan pemecah gelombang air laut serta mendirikan fasilitas kesehatan gratis bagi warga.(tr)

0 comments:

Pengikut

Langganan via Email

 

Buku Tamu

Arsip Berita