Tuesday, August 16, 2011

SDN Sukaslamet 2 Kroya Sekarang Pion Besok Jadi Raja

SDN Sukaslamet 2 Kroya Sekarang Pion Besok Jadi RajaANAK perempuan berusia sepuluh tahun sudah bisa ngliwet, menggoreng telur, dan memasak sayur asem. Mencuci pakaian juga rutin dia lakukan. Terkadang, dia berangkat sekolah sambil mongmong adiknya yang masih balita. Kedua orang tuanya, tiap ba’da subuh berangkat ke sawah. Terpaksa meninggalkan anak-anaknya karena harus mencari nafkah.

“Sebagian besar murid perempuan di SDN Sukaslamet 2 sudah terlatih hidup mandiri seperti itu. Mereka dibiarkan oleh orang tua, tidak dimanja, hingga bisa mandiri, tidak cengeng, bisa mengatasi sebagian permasalahan hidupnya. Walaupun sambil membawa adiknya, mereka tetap sekolah dan prestasinya tidak kalah dengan anak yang tidak memiliki beban hidup seperti itu,” tutur Asmuni, guru honor SDN Sukaslamet 2 yang perhatian membimbing murid-muridnya. “Idealnya anak-anak tidak dibebani pekerjaan sekeras itu supaya bisa belajar dengan baik. Tapi apa mau dikata, keadaan menuntut seperti itu. Salutnya anak-anak tidak mengeluhkan hal tersebut dan nampak fun-fun saja.”

Kisah ini terjadi di Sekolah Standar Nasional SDN Sukaslamet 2 yang asri, luas, memiliki murid banyak, tapi letaknya di pinggir hutan. Di kampung ini, kisah ini biasa-biasa saja, tapi kalau dibandingkan dengan kemandirian anak kota, jelas mencolok bahkan bisa dikatakan unik luar biasa. Di kota, jangankan anak kelas tiga SD, yang sudah SMP saja banyak yang harus dibujuk rayu dulu untuk mandi. Jangankan untuk masak, mencuci, dan mongmong adik!

“Sekolah Standar Nasional tidak sembarang diberikan. Walau di pinggir alas, sekolah ini berprestasi. Prestasi terbaru di bidang catur, juara dua tingkat provinsi pada ajang Porseni. Insya Allah akan terus berprestasi. Tapi usul untuk panitia kabupaten, peserta Porseni lebih diperhatikan kondisi jiwa raganya agar ketika bertanding dalam keadaan fit. Waktu itu anak kita belum pulih dari mabok perjalanan dan masih merasa asing dengan situasi di Bandung. Mestinya ada prepare ke sana,” pinta Asmuni yang terus semangat melatih anak didiknya main catur. Guru muda bicara lewat prestasi kerja! Skak mat, no way! Sekarang pion besok jadi Raja! Semangat! (untung)

2 comments:

Adi Black said...

selamat buat Asmuni, maju terus dan bikin prestasi yang lebih baik lagi.

betu said...

setuju....
biar di kampung tapi ga kampungan...
potensi yang ada di sdn sukaslamet2 emang besar...
wahai guruku jangan bernah berhenti mengajar... dan jangan pernah puas diri. karena puas berarti mati....

coba namanya sdn 1 cayut... mungkin lebih membanggakan lagi...

Pengikut

Langganan via Email

 

Buku Tamu

Arsip Berita