Friday, June 03, 2011

SAPA : Nasywa Khalisah Pieter (Siswa SDN Unggulan-Indramayu) JUARA CALISTUNG JAWA BARAT

SAPA : Nasywa Khalisah Pieter Siswa SDN Unggulan-Indramayu JUARA CALISTUNG JAWA BARATNASYWA KHALISAH PIETER, siswa kelas IB SDN Unggulan telah mengharumkan nama Indramayu di Ibukota Provinsi Jawa Barat. Ia telah berhasil meraih juara III Lomba Membaca, Menulis, dan Berhitung Tingkat Provinsi Jawa Barat yang dilaksanakan di Hotel Bumi Asih Jaya, Jalan Soekarno-Hatta Bandung sejak tanggal 14 sampai 16 Mei 2011.
Empat tahapan lomba diikuti Nasywa secara marathon. Setelah sore hari pada pukul 16.00 dilaksanakan Upacara Pembukaan yang dibuka oleh Kepada Dinas Provinsi Jawa Barat Prof. Dr. Wahyudin Zarkasyi, CPA., malam harinya langsung dilaksanakan lomba menyalin kalimat dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Sunda sebanyak 60 kata dengan tulisan tegak bersambung yang harus diselesaikan dalam waktu 18 menit.
Putri pertama pasangan Bapak Jhon Pieter dan Siti Nurhermawati yang keduanya berasal dari Medan ini kaget karena tanpa diduga sebelumnya, ternyata muncul kalimat dalam Bahasa Sunda. Gadis kecil bertubuh subur, yang sekilas tampak seperti sudah kelas III ini sekembali dari tes tersebut sempat menjerit “Kalau tesnya begini aku ga mungkin juara! ga mungkin … ga mungkin!”, Kenyataan itu tentu saja membuat orang tua dan pendamping pesimis untuk bisa pulang memboyong piala. Namun setelah dimotivasi bahwa Nasywa dapat mencuri point pada tahap berhitung yang bobotnya lebih tinggi dan hanya 10 % soal dalam Bahasa Sunda. Semangat juang putri kelahiran Indramayu, 13 Januari 2004 yang bercita-cita ingin jadi dokter kandungan ini bangkit kembali dan siap bertempur.
Keesokan harinya, tibalah saatnya lomba berhitung sebanyak 30 soal yang disajikan kembali dalam tiga bahasa. Kemudian setelah istirahat sekitar satu jam lomba dilanjutkan dengan tes tertulis yang mencakup semua mata pelajaran termasuk Bahasa Sunda dan Bahasa Inggris.
Siang hari mulai pukul 14.30 – sampai malam, setiap peserta secara bergantian lomba membaca bersuara sebanyak 100 kata di hadapan para juri. Naskah bacaan itu pun disajikan dengan menggunakan tiga bahasa yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Sunda, dan bahasa Inggris.
Sang juara memang tetap sang juara, walaupun tantangan menghadang akan sanggup ia terjang. Akhirnya nama Kabupaten Indramayu (satu-satunya kabupaten yang tidak mewajibkan Sekolah Dasar melaksanakan Muatan Lokal Bahasa dan Sastra Sunda) menggema di tengah-tengah ketegangan dan harap-harap cemas semua yang hadir di Aula Hotel Bumi Asih Jaya. • s. sayama

0 comments:

Pengikut

Langganan via Email