Enter Your Domain Here....

Wednesday, January 26, 2011

KSP Mitra Jasa Lakukan Ekspansi Usaha Sentuh Masyarakat Kecil

Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Mitra Jasa merupakan sekelompok masyarakat dari bangsa Indonesia yang pada umumnya para pedagang kecil, berpenghasilan rendah dan tergolong pengusaha lemah yang menjadi objek dari para pemilik modal bahkan rentenir yang hanya mengutamakan keuntungan pribadi dan tidak menghiraukan kelemahan para pedagang kecil.

Sejak berdirinya Primkopti Indramayu pada tahun 1981, salah satu unit usaha yang paling dominan selain perdagangan kedelai adalah unit usaha simpan pinjam. Unit usaha simpan pinjam Kopti pada waktu didirikan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan permodalan bagi anggota dan calon anggota. Dan pada tahun 1985 berdasarkan pada hasil keputusan rapat anggota bahwa pelayanan unit usaha simpan pinjam bisa dikembangkan kepada non anggota Kopti atau masyarakat umum yang tergolong ekonominya lemah.

Sejalan dengan perkembangan usaha unit simpan pinjam dari tahun ke tahun semakin maju maka mulai pada tahun buku 1992 unit usaha simpan pinjam diotonomisasi dari unit-unit usaha Kopti yang lainnya. Dan melihat perkembangan unit usaha simpan pinjam setelah diotonomisasikan keberadaan usahanya semakin menunjukan kemajuan yang sangat pesat maka melalui keputusan rapat anggota tahunan Primkopti Indramayu tahun buku 2004. Forum rapat memutuskan dan sangat mendukung atas usaha pengurus meningkatkan usaha, organisasi dan perubahan status unit usaha simpan pinjam menjadi koperasi simpan pinjam.

Menurut Ketua KSP Mitra Jasa Indramayu H. Supriyadi, perubahan unit usaha simpan pinjam menjadi koperasi simpan pinjam sebagai upaya untuk menyelematkan Primkopti Indramayu dari kemunduran bahkan kebangkrutan sebagai tolak ukur Kopti se Jawa Barat dan nasional yang sampai saat ini bisa dihitung keberadaanya. Kemudian sebagai upaya untuk menyelematkan dan mengangkat martabat anggota dari usahanya yang sampai saat ini masih ada anggota yang ketergantungan modalnya pada rentenir, bank, serta lembaga keuangan lainnya yang menerapkan bunga pinjamannya tinggi. Selain itu, perubahan status ini sebagai langkah untuk menampung para pedagang dan perajin kecil untuk berorganisasi koperasi, sehingga kebersamaan sekedar asal hidup diubah menjadi berpikiran maju dan memimikirkan kehidupan di masa yang akan datang.

KSP Mitra Jasa dalam perkembangannya sampai saat ini beranggotakan 100 orang anggota inti, sementara calon anggota sampai dengan 2010 mencapai 11.657 orang. Para anggota dan calon anggota tersebut telah menikmati fasilitas usaha yangtersedia baik itu jenis kredit/pembiayaan maupun simpanan dan tabungan.

Untuk jenis kredit/pembiayaan KSP Mitra Jasa yang menjadi andalan adalah Kredit Candak Kulak (KCK) dengan sistem angsuran mingguan. Kemudian Kredit Modal Usaha Anggota (KMUA) dengan system angsuran bulanan. Kredit Pembiayaan Pertanian (agrikultura), serta fasilitas kredit bagi pengurus dan karyawan. Sedangkan untuk jenis simpanan/tabungan, KSP Mitra Jasa mengandalkan produknya yakni simpanan Takopsi, simpanan berjangka, simpanan lebaran, serta simpanan labbaika dan umroh.
Dalam pengelolaanya, KSP Mitra Jasa telah menerapkan sistem manajerial dengan menggunakan tata laksana administrasi keuangan sistem managemen akuntansi dan komputerisasi yang berpedoman pada prinsip-prinsip akuntansi Indonesia khusus koperasi. Hal yang juga sangat penting keberadaan KSP Mitra Jasa ikut menciptakan lapangan kerja bagi para pencari kerja khususnya warga Indramayu yang memenuhi persyaratan yang tidak terlepas dari prosedur pengangkatan karyawan.

Sebagai koperasi yang tengah mengembangkan ekspansi usaha dan sebagai upaya untuk mempercepat pelayanan kepada anggota dan calon anggota kini KSP Mitra Jasa telah memiliki kantor unit pelayanan yang berada di Jatibarang, Patrol, Kedokan Agung, Haurgeulis, dan Terisi. Serta unit pelayanan Indramayu yang dijadikan sebagai kantor pusat yang terletak di jalan Jendral Sudirman No. 150 Lantai 2 Gedung Primkopti.

Bukti dari KSP Mitra Jasa cukup pesat dalam perkembangan usahanya bisa terlihat dari data perkembangan usaha yang terus meningkat setiap tahun. Pada awal berdirinya (2004) asset yang dimiliki hanya Rp 1.714.613.266 kemudian pada tahun 2010 mencapai Rp 17.813.590.927.

Selanjutnya untuk volume pinjaman yang semula Rp 3.065.750.000 kini telah mampu menyalurkan pinjaman sebesar Rp 26.714.450.000 (lihat tabel).

Akhirnya seluruh jajaran pengurus dan anggota maupun calon anggota keberadaan KSP Mitra Jasa bisa menjadi solusi dan dewa penyelamat di tengah susahnya masyarakat kecil untuk mengakses permodalan ke perbankan. • ikl

0 comments:

Pengikut

Langganan via Email

 

Buku Tamu

Arsip Berita