Enter Your Domain Here....

Saturday, October 16, 2010

Proyek Percepatan Pembangkit Tenaga Listrik

Untuk memperoleh kejelasan tentang mega proyek kelistrikkan di Kecamatan Sukra, reporter Mulih Harja (MH) telah mengunjungi juru bicara PLTU, Bambang Wahyu dan Priyo di kantornya pada Rabu (29/9/2010). Berikut hasil kunjungannya.

Proyek mega listrik di Kecamatan Sukra dilakukan berdasarkan Peraturan Presiden RI No. 71 tanggal 5 Juli 2006 tentang Pencanangan Program Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang menggunakan batubara hingga akhir tahun 2009. Program ini untuk mengantisipasi kebutuhan energi listrik yang terus meningkat, dan upaya penghematan bahan bakar minyak.

PLTU Sumuradem terdiri dari 3 unit. Tiap unit menghasilkan daya antara 300-400 mega watt. Pengoprasian pertama akan dilaksanakan pada bulan oktober 2010. Unit 2 dan 3 akan menyusul. Jadi sementara ini belum berproduksi.

Proyek PLTU 1 Jawa Barat yang terletak di Sumuradem Sukra Indramayu berkapasitas 3 X 330 MW. Pemilik proyek adalah P.T. PLN (Persero) dengan tanggal kontrak 12 Maret 2007 dan nomor kontrak 049.PJ/041/DIR/2007. Kontraktor yang mendukung adalah SINOMACH, CNEEC, dan P.T. Penta Adi Samudra. APLN dan Buyer’s credit dari Consortium China Construction Bank mendanai nilai kontrak tidak termasuk VAT Rp 1.497.545.476.344,00. Jadwal pelaksanaan 12 Maret 2007 s.d. 12 Maret 2010. Proyek ini dikendalikan oleh Tim Percepatan Proyek Y8. Engineering Design oleh P.T. Prima Layanan Nasional, dan supervisi konstruksi oleh P.T. PLN (Persero) Jasa Manajemen Konstruksi.

Lokasi proyek PLTU 1 Jawa Barat berlokasi di Desa Sumuradem Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu, tepatnya pada titik koordinat 06* 1633.596* LS; 107* 57* 57.558* BT dan 06* 16* 29.375* LS; 107* 58* 42.939* BT sekitar 180 KM dari arah timur Jakarta. Lokasi ini dipilih setelah dilakukan rangkaian studi kelayakan. Beberapa keuntungan dilaksanakan proyek di lokasi ini antara lain: aksesnya mudah karena berada di dekat jalur pantura sehingga mudah dijangkau, jauh dari perumahan penduduk, dan dekat dengan pantai untuk kemudahan pengiriman batubara dari Sumatra dan Kalimantan yang dikirim lewat jalan laut, dan terakhir tentu saja karena salah satu bahan bakunya adalah air yang mesti disedot dari laut. untung

Profilda: Proses Produksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Proses Produksi Pembangkit Listrik Tenaga Uap

Bahan bakar utama yang digunakan adalah batubara yang dikirim dari Sumatra dan Kalimantan. Batubara ini berfungsi untuk mendidihkan air hingga mengeluarkan uap dengan tekanan 174 kg/cm2 dan 540 derajat celcius. Uap dialirakan ke turbin 1, 2, dan 3 dengan kekuatan 300 – 400 mw. Masing-masing turbin dihubungkan langsung dengan generator. Tegangan 23.000 volt dinaikan menjadi 500.000 volt dengan menggunakan trafo sebelum disalurkan ke sistem jaringan.

Uap yang melewati turbin akan didinginkan dan dikondensasikan menjadi air di dalam kondensor sebelum dikembalikan ke boiler. Kondensor sendiri didinginkan oleh air yang dipompakan dari air laut.

Sebagian batubara yang dibakar jatuh ke bagian bawah boiler di mana nantinya dikumpulkan dan dijual untuk pembuatan bahan bangunan. Lebih dari 99,5 % debu ditangkap oleh electrostatic precipitators (ESP). Pada elektron dilepaskan ke batangan berbentuk saringan sehingga partikel yang halus yang lewat ditarik ke saringan tersebut dan kemudian dapat dikumpulkan secara proses mekanik. Serbuk abu batubara memiliki beberapa macam penggunaan, dari proyek pembuatan jalan sampai dengan bahan semen untuk pembuatan beton. untung

Profilda: Klarifikasi PLTU dengan Aparat Sukra

Klarifikasi PLTU dengan Aparat Sukra

Kekecewaan para Kuwu yang ada di Kecamatan Sukra memuncak pada Rabu (22/9/2010). Mereka mendatangi PLTU untuk audensi. Tetapi hasil kedatangan para kuwu kala itu tidak berhasil mengikis kekecewaan.

Camat Sukra, Mulya Sedjati, S.E. merasa berkewajiban mendamaikan konflik yang semakin panas. Selasa (28/9/2010) diadakanlah klarifikasi bertempat di aula kantor Kecamatan Sukra. Seluruh pihak yang terkait diundang. Pukul 10.00 WIB rapat dimulai.

Kuwu Tegaltaman, Dirlam Faturochman, dan kuwu Ujunggebang Da’im, mewakili para kuwu menyampaikan aspirasinya. Mereka menginginkan sebagian limbah kayu dan besi diberikan kepada desa agar bisa dimanfaatkan untuk pembangunan desa. PLTU juga dimohon peduli dengan orang miskin di sekitar PLTU, memberikan pekerjaan bagi masyarakat, dan membangun masjid di Kecamatan Sukra.

Pihak PLTU yang diwakili oleh Bambang Wahyu dan Priyo menjelaskan kepada peserta rapat bahwa limbah besi dan kayu milik negara tidak bisa diberikan kepada masyarakat. Mereka takut dituduh korupsi, jadi limbah itu dibiarkan menumpuk. Limbah besi dan kayu yang sering diangkut keluar dari PLTU oleh puluhan truck itu adalah milik para kontraktor yang kebanyakan dari China. Pihak PLTU sudah menghimbau kepada mereka untuk membagi limbah itu pada masyarakat sekitar, tetapi mereka tidak merespon. Dalam hal ini PLTU tidak bisa memaksa. Untuk kepedulian sosial, setiap bulan puasa dan hari ulang tahun PLN, PLTU membagikan sembako, pengobatan gratis, dan pada hari raya Idul Adha juga kurban dua ekor sapi. Masalah tenaga kerja, dari 3500 pekerja, 60 % dari Indramayu. Untuk sekarang belum ada perekrutan tenaga kerja baru. Tentang pembangunan masjid, mereka akan menyampaikan keinginan masyarakat tersebut pada PLTU pusat di Jakarta. Pada akhir pembicaraanya, Bambang Wahyu memohon maaf dan maklum jika selama ini tidak leluasa menemui aparat pemerintah yang datang ke PLTU. Mereka sangat sibuk dan PLTU belum membangun perkantoran, ruang tamu, dan fasilitas yang berhubungan dengan hubungan kemasyarakatan. Mereka tidak bermaksud menyepelekan siapa saja. Semua itu karena kesibukan.

Di penghujung rapat, Camat Mulya Sedjati, S.E. berharap kesalahpahaman telah diklarifikasi, dan hubungan menjadi harmonis. Pada kesempatan itu, pihak PLTU untuk kedua kalinya menyumbang dana untuk pelaksanaan HUT ke-483 Indramayu di Kecamatan Sukra. untung

Dari Pendopo: Politik

Politik

Politik, meskipun banyak yang menganggap sangatlah kotor namun sebenarnya memiliki nilai fungsi yang tinggi dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat yang hetorogen, multikultural, dan multiras. Nilai fungsi politik akan semakin dirasakan dan diperlukan dalam tatanan organisasi pemerintahan, baik dalam konteks lokal, regional, nasional, maupun transnasional (internasional).

Dapat dibayangkan, akan sangat begitu sukarnya mengatur dan menyelaraskan organisasi pemerintahan yang di dalamnya terdapat ratusan ribu, jutaan, sampai dengan miliaran manusia yang hetorogen, multikultural, dan multiras tanpa peran politik. Juga sukar menjalankan organisasi di tengah begitu banyaknya kepentingan berbagai elemen kemasyarakatan dalam negara jika tidak ada peran dari nilai fungsi politik.

Dalam konteks keindramayuan juga nilai fungsi politik sangat dirasakan dan tentu saja diperlukan. Pemerintahan yang mendapat dukungan politik mayoritas tentu akan lebih mudah menjalankan setiap program dan kebijakan. Kuat dan mayoritasnya dukungan politik terhadap pemerintah akan berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan dalam mensejahterakan masyarakat dan memajukan daerah.

Alhamdulillah dalam dua periode atau 10 tahun saya mengabdi, dukungan politik dari berbagai elemen masyarakat, terutama lembaga politik sangatlah besar. Bahkan posisi pemerintahan pun mendapatkan dukungan mayoritas rakyat. Ini merupakan berkah bagi kepemimpinan saya dan seluruh perangkat pemerintahan. Berkah ini juga hakekatnya merupakan berkah bagi seluruh rakyat Indramayu.

Betapa tidak, dengan dukungan kuat politik serta mayoritas masyarakat situasi daerah begitu kondusif. Program pemerintahan dapat dijalankan secara benar, lancar, dan tersistem. Dampak yang dirasakan masyarakat dari semua ini adalah terwujudnya kepuasan fisik material maupun mental spiritual. Dua hal ini merupakan sasaran atau target substansial dari pemerintahan.

Sebagai komparasi –agar kita semua menjadi sangat arif dan semakin meningkatkan rasa syukur kepada Allah Swt.—di daerah-daerah yang pemerintahannya tidak mendapatkan dukungan politik kuat dan pemilihnya tidak mayoritas, terbukti sangat sukar menjakankan organisasi pemerintahan. Akibat kurangnya dukungan politik ini alih-alih pemerintah dapat menciptakan suasana kondisif dan membangun daerah, malah semakin semerawut dan dipenuhi konflik.

Kita, masyarakat Indramayu memang harus bersyukur karena ke depan pemerintahan pun selain tetap dalam visi yang sama, yaitu Visi Remaja juga mendapatkan dukungan politik dan mayoritas rakyat. Hasil Pemilu Kada yang lalu, bupati dan wakil bupati terpilih secara faktual memperoleh suara sebanyak 60,81 persen. Ini suara yang mayoritas karena sudah lebih dari separuhnya.

Tidak hanya itu, lembaga politik pun, terutama di DPRD mayoritas menjadi pendukung. Karenanya, menatap masa depan Indramayu setelah saya ‘lengser kaprabon’ penuh harap dan optimisme. Indramayu yang jauh lebih baik, maju, mandiri dengan masyarakatnya yang religius dan sejahtera bersama pemimpin baru insyaallah akan terwujud.
Mengingat begitu berpengaruhnya nilai fungsi politik terhadap manajemen pemerintahan dan terwujudnya kesejahteraan rakyat sudah saatnya masyarakat melek politik dan tidak apriori. Singkirkan jauh-jauh dari pikiran kita, sangkaan politik itu kotor, sebab sejatinya politik itu bersih dan mengajarkan kebersihan ketika kita berperspektif positif.
Wiralodra Serahkan Cakra

Pada suatu masa, ketika Raden Aria Wiralodra telah selesai membangun Indramayu. Munculah Nyi Endang Darma Ayu untuk melanjutkan pembangunan yang belum selesai. Maka diserahkanlah Cakra dari Raden Wiralodra kepada Endang Darma. Sepenggal kisah yang disajikan dalam prosesi seni penyambutan Tunggul yang diselenggarakan di depan gedung DPRD Indramayu itu seolah-olah mengisyaratkan bahwa kepemimpinan di Indramayu segera berganti seperti halnya ketika Wiralodra menyerahkan Cakra kepada Endang Darma.

Kemudian, suatu pesan dilontarkan oleh Wiralodra agar masyarakat di negeri itu terus saling bahu-membahu menjalankan rencana Endang Darma dalam membangun Dermayu Nagari. Dalam prosesi itu juga digambarkan bahwa Wiralodra setia untuk terus mengawasi perjalanan pemerintahan yang dilakukan oleh “kekasihnya” itu agar berjalan tanpa rintangan.

Wiralodra juga memberikan keyakinan bahwa selama Endang Darma menjalankan pemerintahan di nagari, banyak masyarakat sebagai pendukung yang akan menjadi pengawal setia baik di kiri maupun di kanan. Namun, yang sangat membanggakan adalah dominasi kaum perempuan di nagari yang bisa merajut roda pemerintahan dengan komposisi yang sangat indah apabila diberikan kepercayaan untuk memimpin.

Setelah menerima senjata Cakra yang diserahkan oleh Wiralodra, selanjutnya dengan langkah pasti dan keyakinan kuat Endang Darma membawa senjata itu untuk selanjutnya para pengikutnya yang juga perempuan dan laki-laki bersamaan membawa Cakra tersebut sebagai amanat dari rakyatnya. Di akhir babak, Wiralodra kembali muncul yang secara beriringan menggandeng Endang Darma yang kemudian diikuti oleh para pengikutnya secara bersamaan.

Sepenggal kisah Dermayu Nagari ini merupakan suatu gambaran nyata di Kabupaten Indramayu saat ini yang telah berusia 483 tahun. Kini kepemimpinan Bupati Indramayu dari Dr. H. Irianto M.S. Syafiuddin akan segera diserahkan kepada Hj. Anna Sophanah sebagai amanat dari masyarakatnya. dens

Guyon Dermayon

Telitian


Wa Kabul : Wis awan kaya kenen sira masih turu bae. Tuh deleng batur lagi sibuk luruh duit. Ana sing ngojeg, nempur, gawe bata, lan luruh duwit nganggo jalan sejenne.

Onyon : Enak turu, Wa! Bli cape. Kanggo apa luruh pegawean. Arep metu sing umah isin ning batur.

Wa Kabul : Kenapa isin ning uwong? Duwe dosa, ya! Mangkane jare Uwa uga gage robah kelakuan aja gawe dosa meng uwong. Doraka!

Onyon : Dudu mengkonon, Wa! Kita isin lantaran sewulan sewise lebaran akeh pisan wong hajatan. Kita sama sekali bli lok kondangan, lantaran rumasa bli duwe duwit. Sing isinne maning ampir saban dina akeh uwong nagih beras, lantaran melu telitian bli bisa bayar. Mangkane kita meneng soten ning umah, ya mengkonon iku alasane Wa!

Wa Kabul : Jare winginane rabi nira sing Arab ngirim duwit jutaan? Toli dienggo apa duwit? Lah ... ana ana bae sira mah lok gawe isin tangga.

Onyon : Entok Wa. Dienggo bayar uang bangunan sekolah si Cenang. Bayar ulangan umum, tuku klambi seragam, bayar utang ning warung lan sejenne. Tulung ya Wa, baka ana wong nakon kita aja dipai weruh ya!

Wa Kabul : Eling Nyon. Sira wis rumasa olih telitian. Taun wingi si Cenang sunatan. Malah sira jare olih bati gede sing telitian. Nah kepriben sekiyen sira bli bisa bayar sing taun wingi mah telitian ning sira?

Onyon : Jare sapa olih bati? Rugi Wa! Rugi! Bli weruh Uwa mah. Basa kotak sumbangan dibuka, nyatane akeh amplop kosong. Kurang ajar iku uwong, ngece ning kita. Wis isi kotak olih setitik, kanggo bayar sandiwara kepaksa ngedol beras dikit. Kanggo bayar depok uga kurang satus ewu maning. Sumpah Wa! Sewise hajatan akeh sing nagih utang. Puyeng Wa! Puyeng!

Wa Kabul: Anak bogor sira mah. Bagen tekor asal kesohor. Nyunati si Cenang nanggap hiburan sing larang. Sing diarane nanggap sandiwara sing jelas wis larang, kanggo mangan lan ngupaih rokone pemain mangpirang-pirang, entok jutaan. Bayar depok bli adoh pira. Tambah maning bayar izin rame-rame, bayar sing jaga keamanan mengpirang-pirang duwit entoke. Baka rumasa sira wong bli duwe, ya tulung waktu si Cenang cukup disunat ning dukun, cukup mayoran nyembelih entog digawe pedesan. Tolih dipangan rame-rame karo tangga, beres. Sedurunge mayoran ngaji Qur’an bareng bagen Uwa sing mingpin.

Onyon: Keder Wa! Si Cenang bli gelem disunat baka bli diarak nganggo singa depok lan dihibur nganggo sandiwara. Baka bli dituruti kepriben, dituruti rugi akibate, Wa!

Wa Kabul: Aja lok nyalakaken uwong jare akeh sing ngupaih amplop kosong. Coba mikir eling baka sira kondangan apa bener lok nganjingi amplop kosong. Nah iku sing arane hukum karma!

Onyon: Bener Wa! Tapi kenapa wong sing hajatan weruh kita ngupai amplop kosong, padahal ning amplope bli di tulis arane kita.

Wa Kabul: Jare apa bli weruh! Wong hajatan curiga lantaran kabeh sing kondangan ngupaih duwit ning jero amplop. Ari sira ngupaih amplop kosong. Sing dadi mengkel sing duwe hajat, lantaran baka sira kondangan, kesempatan anak karo mertua kabeh digawa kondangan. Mung ngadon mangan bae, nyumbang duwit mah beli lokat. Gawe bobad bae.

Onyon: Tolih kepriben carane Wa, amber kita bli puyeng diudag-udag wong sing wis nembe hajatan?

Wa Kabul: Gage bayar telitian. Lantaran sira rumasa wis olih telitian taun winginane. Saban anggota telitian bayar beras dua kwintalan. Ya sira kudu bayar semono. Mulane gah aja lok sombong melu arisan Nyon, baki rumasa sira wong bli duwe mah.

Onyon: Bulan kiyen kita kudu bayar beras seton meng wong lima. Jare baka bli dibayar lunas sedurunge Rayagung, alamat kita garep disidang ning bale desa. Duh kepriben ya Wa. Keder, mimie bocah masih suwe ngirim duwite mengko Januari jare mah.

Wa Kabul: Keder! Uwa mah masing duwe duit uga, gelem busung bli garep ngutangena ning sira. Wis kapok! Saban sira ngutang angel bayare.

Onyon: Ya wis baka Uwa mengkonon mah! Baka bli gelem bantu, kita mah arep turu maning. Gage balik Wa kita wis ngantuk. Wa Kabul meduuut! Eh mediiit !

Wa Kabul: Kurang asem sira Nyon. Dasar dableg!

mang uyo

Didaktika: Pramuka SMAN 1 Jatibarang Berkemah

Pramuka SMAN 1 Jatibarang Berkemah

Gudep SMAN 1 Jatibarang mengadakan perkemahan Pramuka sejak Sabtu hingga Senin 9 - 11 Oktober 2010 bertempat di Bumi Perkemahan Balong Dalem Desa Babakan Mulya Kecamatan Jalaksana Kabupaten Kuningan. Acara itu diikuti oleh 270 anggota penegak dan sejumlah pembina.
Selama perkemahan para penegak yang masih duduk dibangku kelas X mengikuti berbagai kegiatan.

Selain mempelajari ilmu kepramukanaan, haiking, lomba ketrampilan, atraksi kesenian, kegiatan keagaamaan, dll.
“Kegiatan perkemahan ini sekaligus melantik kepengurusan dewan kerja penegak pramuka,” kata Drs. Yanto, Pembina Pramuka dan juga Pembina Kesiswaan SMAN 1 Jatibarang.

Mengadakan perkemahan di Balong Dalem, sungguh sangat mendukung bagi kegiatan para penegak pramuka. Lingkungan bumi perkemahan dipenuhi pepohonan rindang. Tak jauh dari tempat kemah terdapat sebuah sumber air bernama Balong Dalem. Bumi perkemahan itu juga dilengkapi sarana sanitasi yang memadai dan musholla representatif untuk keperluan para peserta kemah. Pada acara api unggun, Kepala SMAN 1 Jatibarang Drs. H. Somana, M.Pd. memberikan semangat kepada para penegak untuk belajar hidup mandiri, berdisiplin tinggi melalui pembelajaran dalam kegiatan kepramukaan.

Diharapkan di kemudian hari mereka akan menjadi manusia yang berguna bangi bangsa dan negara.
Senin, 12 Oktober sekitar pukul 10.00 WIB, kegiatan perkemahan selesai. Sejumlah anggota penagak bersama-sama pulang menggunakan bus menuju ke tempat almamaternya. undang

Didaktika: Memancing Hilangkan Kejenuhan

Memancing Hilangkan Kejenuhan

PADA September dan Oktober 2010, para kepala SMP-SMA dan SMK sekabupaten Indramayu telah disibukkan oleh berbagai kegiatan. Ada kegiatan ulangan mid semester, kegiatan penilaian kinerja kepala sekolah, dan akreditasi sekolah. Ketiga jenis keiatan tersebut amat memerlukan enerji, olah pikiran, dan menguras tenaga yang amat berat.
Nah, untuk menghilangkan rasa kejenuhan akibat diporsirnya urat saraf selama dua bulan ini, maka sejumlah Kepala SMAN dan Kepala SMA DPK sekabupaten Indramayu pada Minggu lalu sengaja mengadakan wisata sambil memancing di Kawasan Telagaremis di Kabupaten Kuningan.

Para kepala sekolah bersama keluarga ikut di dalamnya. Bapak-napak lalu memancing ikan di tempat pemancingan yang telah disediakan. Sementara ibu-ibu dan keluarganya bermain musik dengan bernyanyi riang gemira di kawasan pemacingan yang rimbun dengan pepohonan rindang.

Selama tiga jam duduk sambil memasang tali pancingan ternyata bapak- bapak kepala sekolah pintar memancing. Buktinya, dalam beberapa menit pancingannya sudah mendapatkan ikan seberat masing-masing seperem[at kilogram. Masing-masing kepala sekolah rata-rata memperoleh sepuluh sampai 20 ekor ikan. Dan, setiap mendapatkan ikan pancingan ibu-ibu dan anak-anak menyambut riang gembira.

Ikan hasil memancing sebagian dimasak oleh ibu-ibu yang sudah menyiapkan bumbu, sayur- mayor, dan buah-buahan. Ikan emas hasil pancingan ada yang digoreng, dipepes, dan dibakar tergantung selera masing-masing. Setelah masak lalu dimakan bersama-sama.
“Kegiatan memancing bersama keluarga kepala SMA sekabupaten Indramayu baru kali pertama ini dilakukan. Ternyata hasilnya bagus juga. Selain menjalin kebersamaan juga sambil belajar betapa susahnya memancing ikan,” kata ketua Musyawarah Kepala Sekolah (MKS) SMA Kabupaten Indramayu Drs. H. Somana, sambil mengatakan memancing bisa mengobati rasa jenuh setelah kami bekerja menguras tenaga dan pikiran pasca lebaran ini.

“Mudah-mudahan, selepas memancing, esok dan seterusnya bisa bekerja lebih semangat lagi,” katanya.

Acara memancing diisi dengan kegiatan arisan para kepala SMA. Konon, arisan bukan hanya dipandang secara materi. Lebih dari itu, salah satu pengikat dalam menjalin rasa persatuan antara para keluarga kepala sekolah di jajaran SMA. undang

Didaktika: SMK Negeri 1 Sukra Menyiapkan Laskar Karateka

SMK Negeri 1 Sukra Menyiapkan Laskar Karateka

Tidak disangka, SMK Negeri 1 Sukra yang belum genap dua tahun berdiri, telah mampu menuai prestasi bergengsi. Juara 3 Futsal sewilayah III. Menjadi team Senam Balok favorit dalam Kegiatan Bela Negara se-Jawa Barat. Salah satu siswanya; Ahmad Riyanto, lolos seleksi menjadi anggota Paskibra Kabupaten Indramayu.

Banyak aktivitas mereka lakukan demi kemajuan SMK Negeri 1 Sukra. Sekarang ini, mereka sedang menggodok rencana untuk menyiapkan laskar karateka. Tujuannya untuk mengolah fisik dan membina mental siswa agar tangguh dan percaya diri. Latihan 2 kali seminggu dengan pelatih profesional dari pesantren Al Zaytun.

“Insya Allah, Januari 2011, kami akan pindah dari SDN Sumuradem 1 ini,” kata Mulyadi, S.Ag. S.Pd. MA., salah seorang guru pendiri SMK N 1 Sukra. “Kami pindah ke gedung sendiri yang letaknya di samping rumah makan Anugerah Desa Sumuradem. Karena kami baru memiliki bangunan tiga kelas, kami masih akan bekerjasama dengan sekolah terdekat yaitu; SDN Sumuradem Timur 1. Sebenarnya, pertengahan oktober, mebeler akan datang, tapi masalah perpindahan terbentur dengan jumlah kelas. Jadi nanti saja bulan Januari karena pada bulan itu sebagian siswa akan PKL. Selain itu, menunggu pembangunan laboratorium komputer jadi.”

Sekolah baru ini, luar biasa. Kalau pihak sekolah ini tidak membatasi jumlah murid karena terbentur bangunan kelas, muridnya membludak. Sekarang saja kelas XI enam kelas dan kelas X lima kelas. Ada daya tarik apa pada sekolah ini?

“Kami berusaha mensosialisasikan keberadaan sekolah ini kepada masyarakat. Sosialisasinya dilakukan berkesinambungan dengan tidak memanipulasi fakta,” kata Drs. Arifin Mulyadi, Wakasek Kesiswaan. “Kedisiplinan siswa kami jaga sebagai amanah dari para orang tua murid. Kegiatan belajar mengajar, jadi pokok perhatian.” untung

Didaktika: OSIS SMA N 1 Gantar Terpesona Kecerdasan Wartawan

OSIS SMA N 1 Gantar Terpesona Kecerdasan Wartawan

Ketua OSIS SMA Negeri 1 Gantar, Muhammad Jamaludin beserta pengurus OSIS, terpesona oleh kecerdasan wartawan. Mereka, meminta kepada Drs. Ridwan, selaku Kepala SMA Negeri 1 Gantar untuk mengadakan extrakurikuler kewartawanan. Permintaan itu direspon antusias oleh Drs. Ridwan yang dikenal ngemong pada anak didiknya. Tidak tanggung-tanggung, wartawan senior dari Anjatan; Mukromin dan Syamsudin didaulat menjadi pembimbing.

“Belajar kewartawanan, tidak berarti harus jadi wartawan. Kami terpesona saja pada wartawan yang berani interview dengan orang-orang besar dan pandai menulis. Pokonya cerdaslah. Saya pikir, banyak karakter positif wartawan yang bisa dipakai oleh profesi lain. Setidaknya, jika nanti saya wawancara pekerjaan sudah terbiasa dan tidak gemetaran apalagi ke luar keringat dingin. Dan pastinya, membuat surat lamaran pekerjaan sih keciiil…” tutur Jamal senang.

Ketika dikunjungi MH (27/9/2010), Jamal dan kawan-kawan sedang sibuk latihan kesenian untuk acara penyambutan team assessor akreditasi sekolah. Paduan suara Mars SMA Negeri 1 Gantar, degung, dan tari tradisional, akan dipentaskan sebagai expresi rasa suka-cita dan hormat pada tamu.

“Anak-anak OSIS sudah bisa bekerja sendiri. Guru tinggal mengawasi dan memberi solusi kalau mereka mentok,” kata Drs. Edi Kanedi, M.Pd. selaku Wakasek Kesiswaan. “Usai akreditasi sekolah, kami akan mengadakan Latihan Dasar Kepemimpinan selama tiga hari. Dari kegiatan LDK, kami akan dapat melihat dengan jelas anak-anak yang mempunyai bakat pemimpin. Mereka akan dijadikan kandidat OSIS yang baru.”

Gedung SMA N 1 Gantar, memang belum nampak megah. Perlahan tapi pasti, pembangunan fisik akan terus dilakukan. Seiring dengan itu, Drs. Ridwan gigih membangun kualitas pendidikan baik akademis maupun non akademis. untung

Didaktika: SDN Cariu Gantar Butuh Dukungan Masyarakat

SDN Cariu Gantar Butuh Dukungan Masyarakat

Walaupun SDN Cariu Gantar telah setahun resmi menjadi sekolah standar nasional (SSN), guru-gurunya tetap “pusing”. Padahal mereka guru-guru terbaik hasil seleksi sekecamatan Gantar untuk SDN Cariu.

“Bagaimana tidak jadi beban pikir,” tutur Wenny Ipah, S.Pd.SD., yang mengajar di kelas satu. “Sekolah ini dituntut berprestasi. Kalau kalah lomba selalu dipertanyakan, sekolah standar nasional kok kalah? Saya telah maksimal mengajar anak-anak. Saya sudah berkali-kali mengajak orang tua murid untuk bekerja sama dengan kami untuk meningkatkan prestasi belajar anak. Tetapi tetap saja kalau di rumah, anak-anak tidak belajar, bahkan kalau kondangan ke luar kecamatan atau kabupaten, anak dibawa tanpa izin sampai seminggu. Yah, beginilah kalau sekolah standar nasional tapi letaknya di pinggir hutan. Gedung yang megah, fasilitas belajar dikirim pemerintah secara berkala dan semakin lengkap, tapi murid dan orang tua muridnya belum siap diajak lari meraih prestasi.”

Tetapi, karena guru-guru, dan kepala sekolahnya adalah orang pilihan, mereka tidak menyerah dan terus semangat untuk memajukan SDN Cariu. Mereka mempunyai tugas rangkap yaitu di sekolah mengajar dan mendidik anak-anak, di masyarakat mereka aktif mengajak masyarakat untuk semakin peduli pada pendidikan. Mereka sabar meskipun sampai sekarang kepedulian orang tua murid pada pendidikan belum significant.

“Sekarang, SDN Cariu memang belum bisa gencar berprestasi. Tetapi kami giat bekerja untuk meraih prestasi. Dari loby ke masyarakat sampai pembuatan perpustakaan dan kantin sekolah kami lakukan secara maksimal. Saya yakin, SDN Cariu, dengan dibantu segenap pihak khususnya orang tua murid, akan meraih prestasi!” tekad Ermawan, S.Pd sang kepala sekolah optimis. untung

Didaktika: SMA Negeri 1 Losarang Gelar Training Spiritual Power

SMA Negeri 1 Losarang
Gelar Training Spiritual Power


Rohis SMA Negeri 1 Losarang telah menyelenggarakan Training Spiritual Power pada Selasa, 28 September 2010. Materi disampaikan oleh Setia Furqon Kholid, trainer termuda se-Asia Tenggara dari Tim Setia Training Center Bandung. Tema yang diusung adalah Indahnya Kebersamaan Membangun Cinta di Bulan yang Fitri Menuju SMA Negeri 1 Losarang yang UTAMA.

Penceramah, Furqon, mengajak seluruh siswa untuk meningkatkan keimanan kepada Allah SWT dengan cara menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Momen syawal, katanya, harus dijadikan sebagai wahana silaturahmi dan saling memaafkan. Syawal mengandung bermacam-macam makna. Ada yang mengartikannya sebagai kembali kepada kesucian setelah sebulan penuh mengikuti ibadah puasa.

“Melalui kegiatan ini, kita bisa saling memaafkan dan lebih mendekatkan diri kepada Allah dan meneladani Rasulullah SAW,” papar Furqon di hadapan ratusan siswa.

Dalam pandangannya, setiap orang yang ingin sukses haruslah memiliki kemampuan SETIA. Kata SETIA ini merupakan singakatan dari Spiritual Power, Emosional Power, True Financial Power, Intelectual Power dan Action. Kesuksesan tidaklah bisa ditentukan sendiri tanpa ada campur kuasa Tuhan di dalamnya. Oleh karenanya seseorang yang ingin sukses wajib hukumnya untuk bisa dekat dan menjadi hamba-Nya yang taat.

Faktor intelektual atau kecerdasan bisa dimanfaatkan untuk berfikir di luar kebiasaan orang atau berbuat kreatif. Menurutnya, fungsi kedua otak kanan dan kiri harus sejalan. “Seorang analis yang biasa menggunakan otak kiri akan penuh pertimbangan dalam menjalankan pemikirannya/belajarnya. Akhirnya ia gagal dalam mewujudkan impiannya. Begitu juga dengah orang yang biasa menggunakan otak kanan saja akan gagal dalam meraih impian karena kurang perhitungan. Keduanya harus digunakan sejalan,” katanya.

Sementara itu Dra Hj. Hendhy M Yarkasi, M.Pd., selaku Kepala SMA Negeri 1 Losarang mengatakan bahwa training ini akan membangkitkan keimanan dan motivasi siswa untuk selalu berprestasi gemilang sebab prestasi bukan hanya merupakan kebanggaan sekolah namun juga kebanggaan bagi daerah Indramayu.

Alhamdulillah, pada tahun pelajarn 2009/2010 beberapa siswa dan guru SMAN 1 Losarang juga banyak yang menorehkan prestasi, yaitu Asep Sucipto (Learning Camp ITB), Dian Ardi Wibowo (Beasiswa sampai S2 di Universitas Gunadarma Jakarta), Faizol Azhari (Ilmu Hukum UNPAD Bandung). Dari kalangan guru yang telah berprestasi adalah Bapak Rastani, S.Pd, Bapak Muhamad, S.Pd, M.Si. dan Ibu Emmy April Linawatie, S.Pd. Bio.

Menurut Hendhy, prestasi yang diraih tentunya berkat kerja keras semua pihak. Mulai dari para siswa, guru, hingga dukungan dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu.
Sementara Ketua Rohis, Komaedi, menuturkan bahwa training ini diharapkan menjadi sarana untuk membangkitkan motivasi dalam belajar sehingga bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah. • pri

Aktualita: Bupati Lakukan Sujud Syukur

Bupati Lakukan Sujud Syukur

Bupati Indramayu DR. H. Irianto M.S. Syafiuddin beserta seluruh PNS di lingkungan Pemkab Indramayu melakukan sujud syukur dan do'a bersama di Masjd Agung Indramayu (06/09/2010). Hal itu dilakukan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan selama ini bagi seluruh lapisan masyarakat Indramayu hingga kota itu berusia 483 tahun.

Sujud syukur dan do'a bersama dipimpin oleh Ustad Sofyan Syakuri dari Kementrian Agama Kabupaten Indramayu serta hadir pula Plt. Sekretaris Daerah Drs. Cecep Nana Suryana, para Asisten, Kabag dan juga PNS di lingkup Sekretariat Daerah Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini dilakukan secara serentak di masing-masing instansi/dinas dan juga sekolah-sekolah.
"Alhamdulilah kita sekarang bisa menikmati pembangunan di Indramayu sampai di usia 483 tahun. Banyak kemajuan yang telah didapat, dan selanjutnya kita sama-sama memperbaiki apa yang menjadi kekurangan selama ini," kata Sofyan Syakuri.

Bupati Indramayu mengatakan bahwa sujud syukur ini merupakan apresiasi bagi masyarakat Indramayu atas apa yang telah didapatkan selama ini. dens

Aktualita: Sebelum Marhabanan, Main Bola Api dan Slodoran

Sebelum Marhabanan, Main Bola Api dan Slodoran

Panitia HUT ke 483 Kabupaten Indramayu tingkat Kecamatan Patrol mulai menggelar kegiatan pada Rabu 6 Oktober 2010. Pada pukul 09.00 – 13.00 WIB, lomba slodoran yang diikuti oleh 21 Sekolah Dasar dilaksanakan. Perlombaan itu melahirkan juara slodor yaitu; juara I SDN Sukahaji 3, juara II SDN Limpas 3, dan juara III SDN Sukahaji 2.

“Jum’at malam, lomba bola api untuk orang dewasa. Pada pagi harinya lomba marhabanan dan lomba memasak makanan tradisional bagi ibu-ibu TP PKK desa, UPTD, dan UPTB. Malam minggunya, kita bagi-bagi hadiah untuk para juara, nonton penampilan grup marhabanan terbaik, mendengarkan tausiyah dan istigosah,” kata Maryono sang ketua panitia menjelaskan.
“Dengan mengadakan lomba permainan tradisional, kami ingin bernostalgia hingga bisa membandingkan Indramayu dulu dan Indramayu sekarang, lalu mensyukuri betapa nikmat telah banyak kita terima. Dengan bola api, agar kita paham benar bahwa hidup itu perlu perjuangan yang keras dan panas untuk mendapatkan goal cita-cita. Lomba memasak makanan tradisional mengartikan kita tidak boleh sombong dan harus cerdas. Sedangkan marhabanan, tausiyah dan istigosah tentu saja agar masyarakat Patrol senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT,” tutur Maryono mantap.

Maryono juga menjelaskan bahwa masyarakat Patrol selalu antusias memperingati HUT Indramayu. Bahkan bagi para peserta lomba, mereka sudah latihan jauh-jauh hari sebelumnya. Misalnya, peserta lomba slodoran, dan marhabanan. Peserta lomba masak juga latihan dulu agar rasa dan rupa makanan mendapatkan nilai maksimal. Tetapi, khusus untuk peserta lomba bola api, mereka spontan saja bermain di lapangan.

“Dulu, peringatan HUT Indramayu disentralkan di Indramayu. Tetapi sekarang diadakan juga di setiap kecamatan. Jadi benar-benar terasa peringatannya. Selamat ulang tahun Indramayu, semoga semakin REMAJA!” doa Adi Suhadi, guru SDN Sukahaji yang sedang mengantar murid-muridnya mengikuti lomba slodoran. untung

Warlem: Disporabudpar Tampilkan Olah Raga dan Seni Tradisional

Disporabudpar Tampilkan Olah Raga dan Seni Tradisional


Olah raga tradisional seperti jangkungan (egrang), glatikan, gobak sodor, saat ini sudah jarang dimainkan oleh anak-anak zaman sekarang. Padahal permainan dan olah raga itu dapat melatih ketangkasan, pembangunan jiwa dan nilai-nilai sportifitas serta mengandung unsur rekreasi yang tinggi. Selain itu, seni bela diri tradisional sampyong dan berokan yang merupakan seni khas masyarakat pantura sudah jarang ditampilkan. Dikhawatirkan, jenis-jenis olah raga tradisional tersebut akan makin punah. Sedangkan pencak silat sebagai budaya warisan para leluhur harus dikembangkan dengan pembinaan yang terarah untuk meraih prestasi di masa depan.

Dinas Pemuda Olah Raga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) bersama Dinas Olah Raga Propinsi (Disordaprov) dan Forum Olah Raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) Indramayu mengembangkan kegiatan olah raga tradisional masyarakat yang mengandung unsur seni dan rekreasi. Bertempat di alun-alun Pemkab, Sabtu (9-10/10/2010) digelar aneka kegiatan olah raga tradisional masyarakat seperti festival jangkungan (egrang), sampyong, seni berokan, festival marching band tingkat SD/SMP/SMA, sepeda kuno santai serta pelaksanaan pencak silat bela diri budaya masyarakat.

Bupati Irianto M.S. Syafiuddin mengatakan bangsa Indonesia kaya akan jenis-jenis olah raga tradisional yang dilakukan masyarakat sejak zaman dahulu. Kegiatan olah raga tradisional tersebut jika tidak dilestrarikan maka akan punah.

“Kegiatan olah raga masyarakat tradisional mengandung banyak pelajaran dan pendidikan kepribadian serta melatih ketangkasan dan menumbuhkan jiwa patriotisme. Kegiatan-kegiatan tersebut jika tidak kita lestarikan akan punah sehingga tidak dikenal oleh generasi muda. Untuk itu saya menyambut baik pelaksanaan rangkaian kegiatan oleh Disporabudpar ini,” kata bupati.

Kepada para pengurus FORMI tingkat kecamatan yang dalam kesempatan itu ikut dilantik, bupati mengharapkan agar dapat mewadahi aneka kegiatan masyarakat di wilayahnya masing-masing sebagai sarana penyaluran hobi yang positif, rekreatif, dan menyehatkan.

“Dengan melakukan kegiatan olah raga yang banyak mengandung unsur rekreasi bisa menghasilkan sesuatu yang positif. Selain badan menjadi sehat, pikiran pun menjadi segar sehingga akan menumbuhkan semangat kerja yang baik pula,” kata bupati.

Kepala Disporabudpar, Drs. H. Yayan Mulyantoro, M.Si. dalam laporannya mengatakan bahwa sengaja digelar beberapa kegiatan secara serempak untuk ikut memeriahkan Hari Jadi ke-483 Kabupaten Indramayu, pada 7 Oktober 2010 ini. Ia menerangkan bahwa kegiatan pencak silat bela diri budaya masyarakat merupakan kerja sama dengan Disorda Jabar yang diikuti oleh lima peguron silat yang diwadahi IPSI Indramayu yaitu Peguron Merpati Putih, Setia Hati Teratai, Putera Setia, Tapak Suci, dan ASAD. Sedangkan Festival jangkungan (egrang) diikuti oleh seluruh OPD dan utusan dari masing-masing kecamatan. Adapun seni berokan dan sampyong dilakukan oleh kelompok seni yang ada di masyarakat.

“Kegiatan di atas banyak mengandung unsur seni, olah raga dan rekreasi. Selain memang selama ini jarang ditampilkan dalam kegiatan-kegiatan sosial dan pemerintahan dikhawatirkan akan punah di masyarakat kita. Marilah kita jaga dan lestarikan aneka kegiatan olah raga rekreasi masyarakat tersebut untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya warisan leluhur bangsa Indonesia,” jelas Yayan.

Digelarnya kegiatan ini mendapat sambutan luar bisa dari para pejabat. Nampak Dandim 0616 Letkol Arh. Hindro Martono, Kapolres AKBP Drs. Nasri Wiharto, SIK, Ketua DPRD Drs. H. Rozak Muslim, M.Si., para Kepala Dinas dan Camat nampak hadir mengikuti sampai akhir kegiatan dengan sangat antusias. Mereka nampak sangat terkesan dengan penampilan yang disuguhkan para peserta khususnya atraksi dari para pesilat lima peguron yang tampil unjuk kebolehan memperagakan bela diri, pemukulan benda keras serta ilmu getaran Merpati Putih. pitra

Warlem: Kecamatan Indramayu Kembangkan OR


Kecamatan Indramayu Kembangkan OR

Camat, di kecamatan manapun, dituntut untuk bisa melestarikan sekaligus mencari terobosan agar bisa diterima oleh masyarakatnya. Ini karena posisi Camat sebagai orang yang bertanggung jawab terhadap kelestarian budaya lokal Indramayu di wilayah kecamatannya. Kini, ditambah lagi, keberadaan camat juga sebagai Ketua Federasi Olah raga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI) di tingkat kecamatan.

Hal ini disadari betul oleh Drs. H. Moch. Mu’dor, Camat Indramayu, yang menganggap bahwa pelestarian budaya lokal bukan hanya untuk kalangan dewasa namun harus bisa dinikmati oleh generasi berikutnya yakni anak cucu. Maka, pada saat festival engrang yang diadakan beberapa waktu lalu, Kecamatan Indramayu sengaja mengirimkan kontingan dari usia anak-anak.

Mengapa tidak mengirimkan orang-orang dewasa? Keberadaan anak-anak ini diharapkan bisa tahu akan kebudayaan lokal yang pada zaman dahulu sangat dinikmati apabila dimainkan secara bersama-sama.

Sebagai langkah awal, dirinya sebagai ketua FORMI tingkat kecamatan ingin mengembalikan budaya lokal atau dolanan ini dalam setiap acara hiburan. Jadi, budaya lokal seperti engrang, slodoran, sampyong, dan lainnya harus ditampilkan.

Saat ini memang tidak mudah untuk mengenalkan olah raga rekreasi ini kepada anak-anak. Pasalnya anak-anak saat ini lebih mudah untuk mendapatkan fasilitas bermain karena teknologi informasi yang telah masuk ke sektor pedesaan. Akan tetapi dirinya masih optimis. Masih ada bagian dari masyarakat yang belum bisa menikmati fasilitas teknologi sehingga olah raga rekreasi ini bisa masuk.

Meskipun berada di wilayah perkotaan, namun olah raga rekreasi ini bisa segera dikembangkan karena masih ada wilayah pinggiran yang masih bisa dan memungkinkan untuk dijadikan sebagai sentra kegiatan FORMI. dens

Warlem: HUT ke-59 IBI Meningkatkan Profesi Bidan

HUT ke-59 IBI
Meningkatkan Profesi Bidan


PADA September 2010, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Indramayu telah merayakan hari ulang tahunnya yang ke-59. Dalam memeriahkan hari ualang tahunnya itu telah disisi berbagai kegiatan lomba antarranting, seperti lomba master of ceremony (MC), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), kajian ilmiah, kreasi seni, paduan suara, dan lomba memasak tumpeng.
Tema puncak acara ulang tahun kali ini adalah meningkatkan profesi bidan dalam mendongkrak percepatan millenium development goals (MDGS). Kegiatan bertempat di Aula Wisma Haji Indramayu. Hadir pada kesempatan itu Sekda Kab. Indramayu Drs. Nana Suryana, MS.i, Ketua IBI Provinsi Jawa-Barat Dra. Ny. Hj. Tati Nurhayati, Kepala Dinas Kesehatan dr. H. Suwardi Astradipura, MARS, dan segenap undangan lainnya.

Ketua IBI Kab. Indramayu, Dra. Hj. Ida Nuraida menyatakan pada ulang tahun ke-59 ada keinginan mendorong profesionalisme para bidan agar mampu berstandar global. Para bidan diharapkan menjadi pasukan terdepan dalam upaya membantu kesehatan masyarakat. Memiliki indikator untuk mencegah adanya gizi buruk, kemiskinan, dan penurunan angka kematian bayi.
“Para bidan bukan hanya berutugas memberi pertolongan ibu melahirkan. Lebih dari itu, berupaya agar ibu yang melahirkan tetap sehat dan bayi lahir menjadi sehat. Para bidan tidak mengenal kata terlambat dalam melayani masyarakat,” kata Ny. Ida Nuraida.

Sementara ketua IBI Provinsi Jabar Dra. Ny. Hj. Tati Nurhayati menyatakan bahwa di Jabar terdapat 113 insitusi pendidikan kebidanan, baik milik pemerintah maupun swasta. Dengan demikian masih banyak kesempatan para lulusan SMA/SMK untuk mengenyam pendidikan kebidanan. Jumlah bidan di Jabar tercatat 11.324 orang terdapat di 22 cabang (kabupaten dan kota) dan di 276 ranting.

“Hadirnya sejumlah lembaga pendidikan kebidanan, bukan hanya mendidik para calon bidan belaka. Juga memberi kesempatan bagi para bidan yang ada untuk meningkatkan profesional kebidanan,” katanya.

Hasil perlombaan yang diikuti 10 rabting sekabupaten Indramayu adalah: lomba MC dimenangkan Ranting Jatibarang, Kandangharur dan RSUD Indramayu; MTQ- Ranting Karangampel, Jatibarang dan Kandanghaur; Kajian Ilmiah- Ranting Karangampel, Kertasemaya dan Jatibarang; Kreasi seni- Ranting Jatibarang, RSUD Inramayu dan Sindang; Paduan suara- Ranting Kertasemaya, RSUD Inramayu dan Kota Inramayu; Lomba Tumpeng- Ranting RSUD Indramayu, Karangampel dan Jatibarang. undang

Saturday, October 02, 2010

Parlementaria - Visi Remaja Berpengaruh

Drs. H. Sanusi Ghofur (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu)
Visi Remaja Berpengaruh

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Drs. H. Sanusi Ghofur, menyoroti pentingnya faktor pendidikan dalam rangka upaya akselerasi IPM. Ia kurang sependapat dengan sistem yang mengatur kelulusan, yang akhirnya berpengaruh pada mental siswa dengan dampak pada tingkat kelulusan selama ini. “Sistem kelulusan nasional dengan kriteria yang ditentukan oleh mata pelajaran sangatlah kurang tepat, karena banyak faktor lain untuk menguji kelulusan.”

Ia setuju IPM sebagai tolak ukur keberhasilan daerah. “Meningkatkan taraf pendidikan dapat dilakukan dengan menambah alokasi APBD sehingga partisipasi sekolah tumbuh dan menciptakan SDM yang bermutu, berbasis pada nila-nilai ilmu pengetahuan dan teknologi, agama, dan budaya sehingga pencapain IPM akan maksimal.”

Ditemui di ruangannya, dirinya menyatakan telah bertemu dengan Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) sebagai pengambil kebijakan bidang pendidikan, untuk membicarakan hal tersebut, karena dirasa di daerah tidak mempunyai kewenangan mutlak.
Politisi dari PKB ini juga menyinggung sekolah-sekolah negeri yang sudah mendapat fasilitas dari pemerintah yang tidak sepatutnya berlomba dalam kuantitas, namun seharusnya mengedepankan kualitas. “Tidak ada lagi cerita rebutan murid dengan pendidikan swasta”.

“Pemerintah harus turun tangan agar sekolah negeri berkualitas dan swasta pun berkualitas. Jangan sekolah diberi muatan untuk menerima siswa yang berjubel. Kalau begitu yang terjadi namanya belum berorientasi pada mutu,” ungkapnya.
Dalam rangka menyambut hari jadi Indramayu, secara pribadi, dirinya merasakan pemerataan pembangunan di semua lini. “Pembangunan fisik, non fisik, telah kita rasakan dewasa ini. Sepatutnya kita hargai jasa para pemimpin terdahulu dan sekarang yang secara estafet membangun agar kekurangan yang ada sebelumnya mampu diperbaiki,” katanya.

Dirinya juga tak segan memuji keberhasilan orang nomor satu di Indramayu saat ini, yang telah banyak membawa perubahan sangat berarti dengan gebrakan dan langkah konkritnya. “Visi Remaja sangat berpengaruh dalam pembangunan di semua lini,” katanya.

Sanusi juga menguraikan beberapa faktor yang harus diperhatikan bagi pemimpin sekarang atau yang melanjutkan, guna menuju Indramayu yang lebih sejahtera yaitu, memanfaatkan wilayah secara selaras, optimal, dan lestari, meningkatkan perekonomian masyarakat, merasionalisasikan PAD, menegakan keamanan dan ketertiban umum, serta memantapkan tata pemerintahan yang baik dan berwibawa. imam

Laput - Beliau Memiliki Kekuatan Mental

Hasanuddin (Guru SD Kepandean I)
Beliau Memiliki Kekuatan Mental

Menurut penilaian Hasanuddin (37 tahun), guru SD Kepandean I Kecamatan Indramayu, sosok Hj. Anna Sophanah memiliki kapasitas dan kapabilitas yang sangat mencukupi dalam memimpin Kabupaten Indramayu untuk periode 2010 – 2015. Selain didukung oleh mayoritas masyarakat Indramayu yang dibuktikan dalam proses Pilkada beberapa waktu lalu, beliau juga didukung oleh partai politik besar pemenang pemilu dan ormas-ormas besar yang berpengaruh kuat di Indramayu.

“Ibu Hj. Anna yang terpilih dalam pilkada menunjukkan bahwa beliau memang pantas duduk sebagai seorang pemimpin. Perolehan suara yang sangat signifikan dalam pilkada merupakan sebuah legitimasi politik yang real dari masyarakat. Dengan demikian harus didukung oleh semua pihak,” tutur Hasanuddin.

Latar belakang Hj. Anna yang notabene adalah istri H. Yance telah memiliki pengalaman yang cukup dalam menjalankan roda pemerintahan karena selama waktu itu pula Hj. Anna pastinya telah banyak belajar pada suami dalam memimpin pemerintahan.

“Sebagai seorang istri yang telah setia mendampingi tugas suami sebagai bupati selama sepuluh tahun, pastinya beliau telah banyak belajar dan sangat menjiwai suka-dukanya menjadi seorang pemimpin. Dengan demikian, beliau telah memiliki kekuatan mental yang memadai dalam menakhodai birokrasi pemerintahan,” jelasnya.

Penerapan kebijakan wajib belajar di sekolah Diniyyah Takmiliyyah Awaliyyah (DTA) bagi anak-anak sekolah dasar, terobosan kebijakan mengadakan beberapa sekolah unggulan dan RSBI akan menjadi sebuah landasan kekuatan dahsyat dalam menyiapkan sikap mental dan kualitas generasi penerus bangsa yang handal di masa yang akan datang. Untuk itu, kesejahteraan para guru yang ikut memegang peranan dalam membentuk karakteristik generasi muda harus lebih diperhatikan.

“Visi religius harus mampu mewujudkan masyarakat dan generasi muda kita yang memiliki kemampuan dalam baca tulis Al-Qur’an, mengerti sopan santun, dan tidak meninggalkan sholat. Ditambah lagi dengan kebijakan peningkatan kesejahteraan para guru dengan memfasilitasi peningkatan tingkat pendidikannya maupun memberikan tunjangan yang memadai, diharapkan ke depan akan lebih bisa meningkatkan kualitas pendidikan di Indramayu,” jelas Hasanuddin. pitra
Maemunah (Warga SNT Karang Song)
Trafficking Lebih Diperhatikan

Terpilihnya Hj. Anna Sophanah sebagai bupati selain merupakan sebuah kebanggaan besar bagi kaum ibu juga menimbulkan harapan besar akan lebih terlindunginya keselamatan dan kesejahteraan kaum wanita pada umumnya. Menurut Maemunah (36 tahun), warga Sentra Nelayan Tradisional (SNT) Karang Song, Kabupaten Indramayu -- yang cukup dikenal sebagai salah satu daerah yang rawan masalah trafficking (eksploatasi dan penjualan orang, khususnya wanita) akan lebih mendapat perhatian serius dari kepala daerah.
Menurut Maemunah, dengan kepekaan dan jiwa keibuannya, permasalahan trafficking, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), eksploatasi anak serta kasus ketenagakerjaan yang banyak melibatkan kaum wanita akan lebih tertangani.

“Munculnya kasus yang menjadikan kaum wanita sebagai korbannya sangat membuat miris di hati kami, kaum ibu. Banyak TKI wanita Indramayu yang menjadi korban dan menderita di negeri orang. Kami menaruh harapan besar selama kepemimpinan Ibu Hj. Anna untuk bisa mengatasi permasalahan tersebut,” harap Maemunah.

Selain permasalahan di atas, Maemunah mengharapkan agar program-program pembangunan lebih mengarah kepada pemberdayaan masyarakat khususnya para ibu rumah tangga.
“Potensi yang dimiliki kaum ibu di Indramayu sangat besar.

Kami sangat butuh bantuan modal, bimbingan, dan pembinaan supaya kami lebih berdaya dalam membantu para suami mencari nafkah bagi kesejahteran hidup. Sebagai seorang wanita, tentunya beliau juga sangat mengetahui kesulitan-kesulitan yang sering dihadapi kaum ibu,” tutur Maemunah.

Dengan potensi yang ada pada diri Hj. Anna Sophanah dan unsur pendukungnya, Maemunah yakin bahwa pembangunan di Indramayu akan lebih baik lagi. Khusus tentang dunia pendidikan, ia berharap agar biaya pendidikan dapat lebih ditekan khususnya bagi SMA dan Perguruan Tinggi sehingga bisa lebih terjangkau oleh masyarakat kalangan bawah. pitra
Anggraini Dwi Putri (Pelajar SMKN 2 Indramayu)
Wanita Indramayu Lebih Terlindungi

Di mata seorang pelajar, seperti Anggraini Dwi Putri (18 tahun) tampilnya Hj. Anna Sophanah sebagai bupati merupakan sebuah berkah tersendiri. Di mata pelajar SMK Negeri 2 Indramayu tersebut, sosok Hj. Anna diharapkan akan mampu membawa perubahan besar bagi kemajuan kaum wanita Indramayu. Tolok ukurnya cukup sederhana saja yakni karena beliau adalah seorang wanita.

“Dengan memiliki pemimpin wanita yang asli putera daerah Indramayu, saya optimis akan mampu memajukan wanita Indramayu karena beliau sudah sangat paham dengan jiwa dan karakter wanita, khususnya wanita Indramayu,” tutur Anggi.

Permasalahan yang menyelimuti para wanita akan lebih mudah ditangani oleh seorang pemimpin wanita karena selain bertindak dengan kecerdasan berfikirnya juga dibarengi dengan kelembutan hati dan jiwa.

“Mudah-mudahan dengan tampilnya beliau sebagai bupati, nasib kaum wanita Indramayu akan lebih terlindungi dan mendapat kesempatan yang sama dengan kaum prianya,” jelas Anggi.
Sebagai seorang pelajar, Anggi mengharapkan Pemkab makin memperhatikan nasib para pelajar yang berasal dari keluarga kurang mampu. Misalnya dengan menghapuskan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP) serta memberikan bea siswa hingga selesai bersekolah.

“Selain itu kami mengharapkan adanya perhatian bagi pengembangan perpustakaan baik perpustakaan umum maupun perpustakaan sekolah. Dengan adanya fasilitas perpustakaan yang lengkap akan sangat membantu kemudahan belajar bagi kami,” harap Anggi. pitra

Warlem - Aris Tarmidi, S.H., M.Si. Akhiri Jabatannya

Aris Tarmidi, S.H., M.Si. Akhiri Jabatannya

Keharuan menyelimuti suasana saat Aris Tarmidi, S.H., M.Si., selaku Camat Kandanghaur, secara resmi menyatakan pamit kepada masyarakat, Rabu, (13/9/2010). Hari itu merupakan hari yang sangat bersejarah khususnya bagi masyarakat Kecamatan Kandanghaur. Bersejarah, karena baru kali ini perpisahan pejabat mendapat sambutan keharuan yang luar biasa dari masyarakatnya.

Dalam keharuan memang ada bahagia menerpa para undangan yang hadir di acara penglepasan pemimpin sekaligus panutannya.Dengan demikian, meski dalam keharuan acara tetap berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Terlebih acara tersebut dihadiri Anggota DPRD, H. Kasum, Muspika Kandanghaur, Kepala UPTD/UPTB, Ketua MUI Kecamatan Kandanghaur, Kuwu sekecamatan Kandanghaur, kepala sekolah, tokoh agama, masyarakat, dan tokoh pemuda.

Karena masih dalam suasana lebaran, acara tersebut sekaligus halal bil halal dengan seluruh kalangan yang hadir. Dalam sambutannya, Aris Tarmidi, S.H., M.Si. mewakili instansi dan keluarga mengucapkan Minal Aidzin Walfaidzin kepada seluruh jajaran di bawah naungannya. Aris juga mengungkapkan kesan-kesannya terhadap masyarakat Kandanghaur.

“Masih banyak program-program yang belum terealisasi. Harapan saya, siapapun pengganti saya nanti, dapat merealisasikan berbagai rencana yang telah masuk draf dalam program REMAJA, seperti yang dicanangkan Bupati Indramayu,” katanya. rofie

Warlem - Pohon Sebagai Salah Satu Kebutuhan Biologis Manusia

Pohon Sebagai Salah Satu Kebutuhan Biologis Manusia

Dalam mengawali rangkaian kegiatan Hari Menanam Nasional yang jatuh pada tanggal 28 November mendatang, Dinas Kehutanan dan Perkebunan melakukan kegiatan menanam 6.000.100 pohon di lahan kritis, di sepanjang jalan Soekarno Hatta.

“Bapak Presiden sudah membuat program One Billion Indonesian Trees (OBIT) yaitu penanaman satu milyar pohon di seluruh Indonesia dalam rangka memenuhi kebutuhan oksigen, dan sudah diintruksikan kepada seluruh bupati di Indonesia,” ujar Drs. Sutrisno, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Indramayu.

“Dari satu milyar pohon, Indramayu memperoleh jatah 6.000.100 pohon. Jumlah ini sesuai dengan jumlah penduduk dengan kewajiban masing-masing penduduk menanam empat pohon berjenis kayu-kayuan. Penekanannya dilakukan dengan mengutamakan pepohonan penghasil oksigen,” ujar Sutrisno. Ia mengakui bahwa di Kabupaten Indramayu masih banyak lahan kosong dan kritis yang perlu penghijauan seluas 17.000 hektar.

Dalam rangkaian menyambut Hari Menanam Nasional, Dinas Kehutanan dan Perkebunan telah mensosialisasikan kepada seluruh Camat untuk menggerakan masyarakat di wilayahnya masing-masing. Dengan mengawali penanaman di sepanjang jalan Soekarno Hatta pada hari Rabu (29/09/2010) dari mulai pertigaan SMPN Unggulan Sindang hingga pertigaan Desa Tinumpuk.

“Pada puncaknya nanti, yaitu tanggal 28 November secara serentak di seluruh Indonesia akan melakukan penanaman. Di Indramayu sendiri akan terus dilakukan penanaman pohon hingga akhir tahun 2010 guna memenuhi kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH),” kata Sutrisno.

Kadis Bunhut ini menerangkan secara nyata bahwa kebutuhan oksigen untuk penduduk kota saja yang berjumlah 102.000 jiwa adalah 408 ton. Untuk satu jiwanya membutuhkan 400 gram oksigen. Sementara itu setiap satu hektar tanaman besar menghasilkan 0,6 ton. Itu berarti perlu 244,8 hektar untuk memenuhi kebutuhan oksigen penduduk kota.
Sementara ini, di kota Indramayu baru hutan kayu putih saja yang telah ditetapkan menjadi RTH. Yang luasnya hanya 1,65 hektar. Hutan kota itu dijadikan penopang kebutuhan oksigen penduduk kota. Rencananya ada lima tempat lagi yang akan menyusul untuk ditetapkan menjadi RTH yaitu, Sungai Cimanuk (3,5 hektar), TPA Pecuk (5,3 hektar), Gatsu (4 hektar), dan Bojongsari (1,25 hektar).

“Perencanaan kawasan RTH disisusun oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan, dan yang menetapkan adalah Bupati. Sementara itu tentang siapa yang akan menjadi pengelolanya bisa saja diserahkan ke Disporabudpar di kawasan Bojongsari, atau Dinas P.U. Bina Marga untuk kawasan Gatsu,” katanya.

Sutrisno mengharapkan, setelah ditetapkannya kawasan RTH akan mampu menjadi tempat wisata kota yang menarik. Jika pengelolaannya baik bisa menyedot minat masyarakat untuk berkunjung.

“Oksigen adalah kebutuhan biologis terpenting bagi manusia. Diharapkan masyarakat menyadari hal itu. Pohon adalah penghasil oksigen dan penyerap emisi gas buang kendaraan,” tambahnya. imam

Warlem - Minat Baca Tentukan Kemajuan Bangsa

Minat Baca Tentukan Kemajuan Bangsa

Buku adalah gudang ilmu sedangkan membaca adalah kunci untuk memasukinya. Kalimat bijaksana ini sangat tepat untuk menjelaskan arti penting dari kegemaran membaca dalam memperoleh informasi umum maupun memperoleh ilmu pengetahuan. Tanpa membaca kita tak banyak mengetahui informasi. Tanpa membaca kita tak akan memiliki ilmu pengetahuan yang cukup. Membaca merupakan sebuah kewajiban yang paling utama dan pertama khususnya bagi mereka yang haus akan ilmu pengetahuan. Untuk itu budaya membaca harus selalu kita tanamkan kepada diri sendiri agar menjadi kaya ilmu dan informasi.

Pemerintah Propinsi Jawa Barat melalui Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (Bapusipda) Propinsi Jawa Barat mengadakan road show minat baca di Kabupaten Indramayu yang kegiatannya dilaksanakan di RSBI SMA Negeri 1 Sindang, Rabu (29/9/2010). Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan dan memotivasi tumbuhnya minat baca di kalangan pelajar khususnya dan masyarakat pada umumnya menuju misi Jawa Barat Membaca Dunia.

Menurut Dra. Ida Hendrawati selaku ketua tim road show, kegiatan ini dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota di wilayah propinsi Jawa Barat dalam rangka dukungan terhadap upaya-upaya peningkatan sumber daya manusia (SDM) dan indeks pembangunan manusia (IPM) Jawa Barat menuju masyarakat mandiri, dinamis, dan sejahtera. Salah satu yang menjadi pusat perhatian kunjungan tim Bapusipda adalah kebaradaan perpustakaan daerah dan sekolah.

“Keberadaan sebuah perpustakaan menjadi sangat strategis sebagai pusat informasi masyarakat dan pelajar. Perpustakaan bisa menjadi salah satu tempat belajar yang paling baik karena menyediakan beragam informasi yang dibutuhkan,” kata Ida.
Keberadaan perpustakaan daerah dan sekolah, lanjut Ida, harus dikelola dengan baik dan wajib dimiliki. Peningkatan kualitas sarana, prasarana, dan sumber daya manusia yang mengelola perpustakaan juga harus mendapat perhatian serius.

“Pejabat pengelola perpustakaan bisa dari jalur pendidikan maupun non kependidikan. Dari luar jalur kependidikan bisa dikelola oleh seseorang yang memiki sertifikasi pengelolaan kepustakaan, sedangkan dari jalur pendidikan harus dikelola minimalnya oleh lulusan Diploma perpustakaan. Dibutuhkan adanya kerja sama dengan seluruh pihak terkait guna menumbuhkan minat dan budaya membaca masyarakat,” jelasnya.

Kepala Kantor Kearsipan dan Perpustakaan Indramayu, Dr. H. Marsono, M.Pd., mengatakan, kualitas suatu masyarakat atau bangsa sangat ditentukan oleh budaya dan minat baca yang dimiliki oleh masyarakat tersebut. Semakin tinggi budaya dan minat bacanya maka masyarakat di daerah tersebut sangat terbuka dan apresiatif terhadap berbagai informasi termasuk tentang program pembangunan.

“Di negara-negara maju seperti AS, Jepang, Jerman dan Inggris membaca sudah merupakan sebuah kegiatan rutin yang dilakukan warga dalam mengisi waktu luangnya. Hasil penelitian UNDP menyatakan rata-rata lama membaca pelajar dan mahasiswa di negara-negara maju bisa mencapai delapan jam dalam sehari sedangkan para pelajar kita hanya dua jam per hari. Masih terdapat kesenjangan yang cukup signifikan dibandingkan dengan para pelajar di negara maju,” jelas Marsono.

Menyadari hal tersebut, pihaknya tak henti-henti melakukan sosialisasi dan memberikan dorongan motivasi khususnya kepada pelajar dan masyarakat umum untuk gemar membaca.
“Di perpustakaan daerah kami menyediakan 29.129 buku dengan 10.021 judul. Apabila hal ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maka akan menambah kecerdasan masyarakat karena buku-buku yang ada pada kami meliputi berbagai bidang seperti sosial politik dan ekonomi, hukum, filsafat, agama, seni dan olah raga, pengetahuan umun dan teknologi. Silahkan masyarakat dapat mengunjungi kami di setiap jam kerja,” ajak Marsono.

Kepala RSBI SMA 1 Sindang, Dra. Hj. Sulastri DJ, M.Pd. mengungkapkan rasa bangganya karena sekolahnya mendapat kehormatan dan ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan kegiatan road show dari Bapusipda Jabar.

“Ditunjuknya sekolah kami sebagai tempat pelaksanaan kegiatan ini merupakan sebuah kepercayaan baik dari Bapusipda Jabar, Dinas Pendidikan maupun Kantor Arsip dan Perpustakaan Kabupaten. Sebuah kegiatan yang sangat baik sekaligus sebuah kesempatan bagi sekolah kami untuk menunjukkan kualitas pendidikan Indramayu kepada rekan-rekan dari propinsi,” kata Sulastri. pitra

Walem - Kendaraan Dinas Pejabat

Kendaraan Dinas Pejabat

Kendaraan berpelat merah yang sering kita jumpai di jalan raya, jelas merupakan kendaraan dinas Pejabat Daerah -- entah itu kendaraan roda dua atau roda empat dengan berbagai merknya. Semua kendaraan itu berfungsi sebagai penunjang kerja para pejabat tersebut.

Kendaraan Dinas merupakan kendaraan milik Pemerintah Daerah yang dipergunakan hanya untuk kepentingan dinas. Jenis kendaraan ini terdiri atas kendaraan perorangan dinas, kendaraan dinas opersional atau kendaraan dinas jabatan, dan kendaraan dinas khusus atau lapangan.

Kabid Aset pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Yahya Ruhiyat, S.H., menjelaskan bagaimana standardisasi sarana dan prasarana kerja berdasarkan Permendagri No. 7 Tahun 2006, yang meliputi ruang kantor, perlengkapan kantor, rumah dinas, dan kendaraan dinas.

“Bahwa kendaraan dinas dibagi menjadi tiga kategori yaitu, kendaraan perorangan dinas, kendaraan dinas operasional atau kendaraan dinas jabatan, dan kendaraan dinas operasional khusus atau lapangan,” jelasnya.

Dari tiga kategori yang disebutkan, Yahya menjelaskan satu per satu. Pertama adalah kendaraan perorangan dinas yang disediakan dan dipergunakan untuk pejabat negara. Kendaraan ini diperuntukkan bagi pemangku jabatan Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Walikota, dan Wakil Walikota. “Pokoknya yang ke mana-mana selalu dikawal.”

Kedua, kendaraan dinas opersional atau kendaraan dinas jabatan disediakan dan dipergunakan untuk kegiatan operasional perkantoran, yang diperuntukan bagi pimpinan DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten atau kota, dan pejabat eselon satu hingga lima.
Sedangkan yang ketiga, kendaraan dinas operasional khusus atau lapangan yang disediakan dan dipergunakan untuk pelayanan operasioanal khusus di lapangan sebagai pelayanan umum. Kendaraan ini diperuntukan bagi pegawai yang menjalankan tugas-tugas khusus dan dapat dipergunakan untuk antar jemput pegawai.

Yahya menjelaskan rincian berdasarkan ketentuan lampiran pasal 17 angka IV B Kendaraan Dinas Operasioanl/Kendaraan Dinas Jabatan dalam Permendagri No. 7 Tahun 2006 tentang Standardisasi Sarana dan Prasarana Kerja Pemerintah Daerah bahwa Ketua DPRD dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten menggunakan jenis kendaraan Sedan atau Minibus, dengan perbedaan isi silinder maksimal 2.500 cc dan 2.200 cc.

Untuk Pejabat Eselon I jenis kendaraanya Sedan atau Jeep dengan isi silinder maksimal 2.700 cc. Pejabat Eselon II menggunakan jenis kendaraan Sedan atau Minibus (bensin) 2.000 cc dan minibus (solar) 2.500 cc. Pejabat Eselon III menggunakan jenis kendaraan Sedan atau Minibus (bensin) 1.600 cc dan minibus (solar) 2.500 cc, sedangkan Pejabat Eselon IV dan V menggunakan jenis kendaraan Sepeda Motor dengan isi silinder maksimal 200 cc.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Yahya Ruhiyat membolehkan kendaraan dinas untuk dipinjam pakaikan. “Sesuai aturan, pinjam pakai merupakan penyerahan penggunaan barang milik daerah kepada instansi pemerintah, antara Pemerintah Daerah, yang ditetapkan dengan surat perjanjian untuk jangka waktu tertentu, tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut berakhir, barang tersebut diserahkan kembali,” paparnya.

Di akhir perbincangannya dengan MH, Kabid Aset yang kental dengan logat sundanya ini berharap kepada pejabat yang difasilitasi dan diamanahi kendaraan dinas, seyogyanya bisa untuk meningkatkan kinerjanya. imam

Walem - Pencari Kartu Kuning Meningkat

Pencari Kartu Kuning Meningkat

Setelah waktu libur lebaran, ternyata kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi disibukan oleh meningkatnya pembuatan Kartu Tanda Pencari Kerja atau yang lebih dikenal dengan Kartu Kuning. Istilah ini berbeda pengertiannya dari istilah yang biasa dipakai dalam permainan sepak bola. “Kartu yang berfungsi untuk melamar pekerjaan dan sebagai bukti belum bekerja,” kata Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi, H. Kamud, S.H. saat menjelaskan kegunaan dari kartu kuning.
Apakah karta ini berguna untuk selamanya? Menurut H. Kamud (Kepala Dinsosnakertrans) ternyata Kartu Kuning hanya berlaku untuk dua tahun dengan keharusan melapor setiap enam bulan sekali terhitung sejak tanggal pendaftaran, jika tidak melapor maka statusnya menjadi “hangus” dan pemiliknya diharuskan membuatnya kembali.

Informasi tentang akan diadakannya seleksi CPNSD bulan Oktober 2010 menyebabkan peningkatan pencari kartu kuning. “Peningkatan hingga 300% per harinya. Di hari-hari biasa hanya sekitar 20 sampai 25 orang saja, tetapi dengan akan diadakannya seleksi CPNSD meningkat hingga 100 orang per harinya,” kata H. Kamud.

“Pelayanan kartu kuning buka setiap hari pada jam kerja,” ujar H. Kamud. “Hari Senin sampai dengan Kamis buka dari pukul delapan hingga pukul dua siang, pada hari Jum’at sampai pukul sebelas saja, sedangkan hari Sabtu sampai pukul satu siang.”
“Terkadang sampai pukul tiga siang seandainya lagi ramai, kita tunggu sampai terlayani semuanya, kasihan yang ngantri,” ungkap H. Kamud. Selain itu pihaknya juga menerapkan jam piket.

Ketika ditemui di ruang kerjanya, H. Kamud yang menjelaskan bahwa selain untuk kelengkapan syarat seleksi CPNSD, banyaknya pencari kartu kuning biasanya terjadi saat kelulusan sekolah dan adanya lowongan pekerjaan dari perusahaan dalam propinsi maupun luar propinsi.

Selain datang untuk membuat kartu kuning, banyak juga warga masyarakat yang datang untuk menanyakan informasi lowongan pekerjaan. Dalam hal ini Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Indramayu pun tidak pasif, namun senantiasa berpartisipasi aktif dalam pencarian informasi lowongan pekerjaan (job canvassing). “Tak segan kami mendatangi perusahan hingga ke luar Jawa seperti Batam untuk mendapatkan lowongan pekerjaan,” kata H. Kamud.

Guna memberdayakan tenaga kerja lokal, H. Kamud menghimbau kepada perusahaan yang ada di Indramayu untuk melaporkan tentang kebutuhan karyawannya, agar pada setiap melakukan perekrutan tidak menimbulkan terjadinya masalah. Informasi itu pun berguna demi pemanfaatan tenaga kerja lokal.

“Kami akan memfasilitasi tempat dan pengawasan pada saat seleksi jika perusahaan tersebut melapor,” kata H. Kamud. Menurutnya ada beberapa perusahaan yang tidak melapor pada saat perekutan seperti Surya Toserba Jatibarang dan PLTU Sumuradem.
imam

Warlem - Prangko Kedua Setelah Australia

Prangko Kedua Setelah Australia

Personalized stamp sudah lama dikenal di negara lain. Di Indonesia, istilah itu dikenal sebagai prangko PRISMA yang merupakan singkatan dari Prangko Identitas Milik Anda. Sejak peluncurannya, PRISMA mendapatkan sambutan yang menggembirakan dari kalangan filatelis. Tidak hanya kalangan itu, tapi berbagai kalangan juga menyambut meriah.

Dalam perkembangannya prangko ini sangat diminati terutama sebagai cinderamata, kenang-kenangan, baik untuk pribadi ataupun sebagai hadiah bagi orang-orang terdekat. Prangko yang juga dapat digunakan seperti layaknya prangko pada umumnya sebagai alat pelunasan pengiriman surat, dengan menggunakan prangko PRISMA surat yang dikirim akan terasa lebih personal, selain bisa menampilkan foto diri kita, juga dapat menampilkan logo atau identitas lainnya.

Personalized stamp merupakan pengembangan terbaru dari berbagai jenis prangko. Pertama kali dikenalkan oleh Australian Post pada bulan Maret 1999, kemudian diikuti oleh Indonesia pada tanggal 9 Oktober 1999. Dengan demikian Indonesia merupakan negara kedua yang menerbitkan prangko jenis ini. Kini sudah banyak negara yang menerbitkan personalized stamp dengan sebutan masing-masing.

Sementara itu, pengenalan prangko PRISMA di Indramayu menurut Supervisor Pemasaran, Aris Ristiadi, mulai disosialisasikan dan diekspos pada tahun 2004, dengan target pemasaran pertamanya adalah Bupati, para Kepala Dinas, dan Camat dengan mendatangi mereka secara langsung.

“Biasanya banyak pemesanan prangko PRISMA pada saat jelang lebaran, selain pak bupati dan para camat yang digunakan untuk ucapan hari raya, banyak dari masyarakat umum yang membuat. Selain untuk pengiriman surat, lembaran prangko PRISMA dengan dibungkus figura dapat dijadikan hiasan dinding atau untuk mempercantik meja kerja kantor ataupun rumah,” kata Aris.

Menurut Aris, prangko PRISMA tesedia dalam berbagai pilihan tema dan gambar yang menarik, antara lain: seri ucapan selamat, seri seni pertunjukan, seri hari raya Islam, seri kegiatan alam terbuka, dan seri momen penting dalam kehidupan dengan subtema kelahiran, ulang tahun, kelulusan, pernikahan, dan kegiatan keagamaan.
“Selain di Kantor Pos Indramayu, untuk mendapatkan prangko PRISMA atau hanya ingin menanyakan, bisa juga di kantor layanan yang ada di 16 kantor cabang di Kecamatan dan tiga loket ekstensi yang merupakan cikal bakal kantor pos cabang,” katanya.

Aris menjelaskan kemudahan membuat prangko PRISMA. “Cukup mudah, anda dapat berfoto langsung di sini, atau menyerahkan foto yang disimpan di CD, flashdisk, memory card, atau dari ponsel,” jelasnya. imam

Aktualita - Cepat, Murah, dan Dipermudah

Cepat, Murah, dan Dipermudah

Menurut Drs. H. Abdullah Thohir, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, harapan yang selalu diutarakan masyarakat adalah terwujudnya proses yang cepat, murah, dan dipermudah. Hal itu diutarakannya di gedung wakil rakyat, belum lama ini.
123456Politisi dari Partai Demokrat ini menceritakan bagaimana untuk merenungi guna menyambut hari jadi Indramayu bukan sekedar untuk berpesta yang berlebihan,”Perayaan
yang kita peringati tiap tahun ini, tak luput dari perjuangan dengan proses yang panjang oleh pelaku sejarah untuk mendirikan Kabupaten Indramayu”.

“Kini Indramayu harus terus membangun, tentunya dalam perjalanan pembangunan ada saja hambatan, dengan melewati hambatan dan rintangan pastinya akan menemukan keberhasilan dengan kekurangannya, atau bahkan kegagalan,” terangnya.

Menurutnya, pelayanan kepada masyarakatlah yang terpenting dan harus benar-benar diperhatikan,”Acap kali masyarakat mengeluhkan lamanya pembuatan KTP, selain itu biayannyapun mahal. Membuat Akte Kelahiran pun sama juga lama dan mahalnya,” ungkap H. Abdullah Thohir menirukan ucapan masyarakat yang sering dijumpainya.

“Pembinaan dan evaluasi serta pelatihan SDM, dalam hal ini adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil hingga tingkat Kecamatan dan Desa harus tetap dilakukan, agar tidak ada lagi hambatan dan alasan jaringan internet yang error, sekirannya peralatan yang tidak layak secepatnya diperbaiki atau diganti bila perlu,” katanya.

Setelah era 2000-an, diakuinya bahwa Indramayu mengalami peningkatan dalam pembangunan disegala bidang dengan pencapaian beberapa prestasi atau reward seperti penganugrahan Adipura yang mampu dipertahankan, pencitraan Indramayu yang kian membaik, dan masih banyak lagi lainnya.

“Tak lepas dari faktor kepemimpinan saat ini, dengan berbagai langkah kongkrit dan kebijakannya sehingga mampu mendorong roda pembangunan dengan peningkatan IPM. Sangat dirasa keefektifan visi Indramayu Remaja, yang diyakini sudah membumi dan terasa manfaatnya oleh rakyat,” ujarnya.

H. Abdullah Thohir yang sudah dua preiode duduk di gedung wakil rakyat ini sebagai tipikal yang optimis. Keoptimisan tersebut dinyatakan seiring semakin bertambahnya APBD, dan peningkatan PAD yang mencapai 98 Milyar pada tahun ini,”Siapa bilang IPM Indramayu rendah, masih ada lagi kok yang terendah dibawah Indramayu”.

“Tidak boleh puas dengan sekedar pencapain itu,” katanya, lanjutnya lagi, pemimpin yang berkuasa saat ini atau yang meneruskan harus mempunyai solusi yang tepat dalam menjawab tantangan pembangunan masa kini dan masa depan yang sesuai dengan kondisi, karakter dan budaya masyarakat Indramayu.

“Mengoptimalisasikan seluruh dinas selain itu pembangunan infrastruktur seperti jalan raya yang mulus adalah langkah unutk mendongkrak IPM”. Diakhir pebincangannya, terkait akan berakhirnya jabatan bupati DR. H. Irianto Ms. Syafiuddin yang diakuinya serat prestasi dan banyak membawa perubahan bagi Indramayu, H. Abdullah Thohir mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mendukung pasangan terpilih guna melanjutkan pembangunan di Indramayu.

“Pemimpin nanti, hendaknya akomodatif kepada masyarakat, dengan tidak membeda-bedakan golongan, ras, karena siapapun mereka adalah rakyat Indramayu. Dengan perolehan 60% suara untuk kemenangan Pasangan Andi dalam Pemilu Kada kemarin adalah bukti kepercayaan masyarakat untuk melanjutkan pembangunan di Indramayu. Imam

Aktualita - Kemenangan Legitimit dan Mutlak

Khalimi, S.H. (Kuasa Hukum Hj. Anna-Supendi)
Kemenangan Legitimit dan Mutlak

Apakah kemenangan ini sudah diprediksi sejak awal?
Sejak awal memang sudah diprediksi. Sebab baik secara kuantitas dan kualitas tidak ada keraguan sedikit pun, bahwa kita telah menjalankan seluruh tahapan Pemilu Kada ini sesuai dengan amanah perundang-undangan yang terkait dengan Pemilihan Umum Kepala Daerah.

Apa yang dijadikan pertimbangan MK dalam memenangkan Hj. Anna Sophana-Supendi dan menolak gugatan pemohon? Kemenangan ini merupakan satu bukti nyata, legitimasi bagi Hj. Anna Sophana. Keberatan para pemohon itu tidak bisa dibuktikan sama sekali dalam sidang pengadilan. Jadi wacana-wacana yang berkembang di luaran itu tidak bisa dibuktikan. Makanya hakim MK berpendapat bahwa semua dailil permohonan itu tidak terbukti sama sekali.
Artinya ini kemenangan mutlak?

Ini merupakan kemenangan mutlak, utuh, dan jelas. Kemenangan yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Bagaimana dengan sikap para termohon yang akan mengkritisi pemerintahan Hj. Anna Sophana-Supendi pasca kekelahan ini?

Pasangan Hj. Anna Sophana-Supendi itu, kan merupakan satu refresentasi dari suara rakyat Indramayu. Makanya pasti akan senantiasa didukung rakyatnya. Adanya satu kelemahan, memang adalah manusiawi. Kelemahan ini sudah seharusnya menjadi tanggung jawab bersama untuk menutupinya, tidak terkecuali para pemohon. Saya yakin semuanya akan saling membahu untuk membangun Indramayu ke depan.

Saya juga yakin perbedaan pendapat dan persaingan di antara kandidat yang mewarnai selama Pemilu Kada berlangsung akan segera dilupakan. Dinamika demokrasi ini memang tidak bisa dihindarkan, namun juga tidak selamanya harus menjadi duri dalam konstruksi demokrasi. Kerena ke depan kita akan menatap masa depan Indramayu yang lebih cerah dengan program atau visi Indramayu Remaja tahap kedua.
Adakah keinginan berekonsiliasi?

Rekonsiliasi itu sebuah keinginan yang manusiawi. Jangankan ada pertandingan yang tidak berdarah, yang sampai berdarah sekali pun itu yang namanya rekonsialiasi mutlak kita lakukan. Dan ini bentuk sebuah perasaan manusiawi bahwa kita tentu tidak akan mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan.

Bagaimana seharusnya mengekpresikan kemenangan ini?
Kita tidak harus berpesta pora dalam mengekpresikan kemenangan ini. Tapi ini merupakan satu pengakuan di mata hukum, di mata rakyat, jadi sudah lengkap. Sudah paripurna. Bahwa pengakuan secara hukum maupun secara fakta itu semuanya tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Bagaimana Anda menilai sikap para kandidat yang memilih melakukan gugatan?
Saya menilai sebagai hal yang sangat positif. Sikap lima pasangan yang mengajukan permohonan di MK itu merupakan sebuah langkah elegan yang sangat tepat. Mereka memilih jalur konstitusi daripada dengan cara-cara yang anarkis. Jadi ini merupakan hal yang patut kita apresiasi. Mudah-mudahan dengan kemenangan ini semua memahami bahwa MK benar-benar merupakan satu pilar utama demokrasi. Mh-1

Aktualita - Para Pemohon harus Diapresiasi

Ahmad Bahtiar, S.H. (Asisten Pemerintahan Pemkab Indramayu)
Para Pemohon harus Diapresiasi

Keputusan MK dan seluruh prosesnya merupakan media pembelajaran yang sangat bagus bagi semua pihak, baik untuk KPU selaku penyelenggara, Panwas, maupun pemerintah daerah sendiri, serta semua peserta Pemilu Kada. Ini merupakan cerminan yang baik untuk kita, untuk rakyat Indramayu.

Memang keputusan ini tidak menguntungkan dan membuat semua senang. Pasti ada pihak-pihak yang merasa kecewa. Namun demikian saya yakin keenam pasangan calon ini memiliki komitmen yang sama membangun Indramayu. Dengan begitu, kekecewaan tidak akan berkepanjangan, terlebih sampai menumbuhkan rasa dendam. Kecintaan dan rasa tanggung jawab atas kemajuan Indramnayu akan menghapuskan kekecewaan itu. Untuk pasangan Hj. Anna Sophana-Drs. Supendi, M.Si. yang kini secara hukum telah memiliki legitimasi untuk memimpin Indramayu dan juga bagi para pendukungnya saya berharap tidak mengekspresikan keputusan MK ini secara berlebihan. Bersikap rendah hati dan tetap menjaga harmonisasi adalah yang paling paling untuk kebaikan semua pihak.

Jadikan keputusan MK ini sebagai pengingat dan peringatan bahwa ada tanggung jawab besar yang harus dipikul sebagai konsekwensi atas kemenangan. Jadikan pula sebagai awal untuk memulai pengabdian mewujudkan visi-misi sebagaimana yang disampaikan pada saat kampanye. Karena bagaimana pun juga masyarakat Indramayu akan menunggu janji-janji yang pernah disampaikan.

Sebaliknya kepada para kandidat yang dalam Pemilu Kada ini belum beruntung untuk bisa tampil sebagai pemimpin daerah, insyaallah kesempatan masih terbuka pada masa yang akan datang. Mereka yang kali ini belum terpilih sebenarnya tidaklah kalah. Tidak terpilihnya dengan suara terbanyak hanyalah kesuksesan yang tertunda. Ini yang harus dipahami secara benar.

Selain itu, kalau kita mau jujur dalam kontes Pemilu Kada ini yang menang adalah rakyat. Sebab Pemilu Kada adalah pesta rakyat. Suara yang menentukan pun adalah suara rakyat. Karenanya amanah yang telah diberikan oleh rakyat ini jangan disia-siakan. Seluruh rakyat Indramayu akan sangat mengharapkan semua ini.

Lebih dari itu, saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh kandidat, khususnya bagi lima pasangan yang belum memperoleh suara terbanyak dalam Pemilu Kada ini. Apresiasi ini diberikan atas kedewasaan berpolitik dan kepatuhan terhadap peraturan perundangan selama mengikuti seluruh tahapan Pemilu Kada.

Berkat kedewasaan berpolitik dan ketaatazasan terhadap peraturan perundangan ini Pemilu Kada berjalan dengan damai, aman, jujur, transparan, dan demokratis. Sebagai contoh yang paling aktual dari sikap kelima pasangan ini adalah tidak melakukan tindakan inkonstitusional terlebih melakukan tindakan anarkis atas ketidakpuasan hasil Pemilu Kada. Sebaliknya mereka menggunakan jalur konstitusi (hukum) atas ketidakpuasannya yaitu dengan melakukan gugatan ke MK. Mh-1

Aktualita - KPUD Indramayu Menyiapkan Pelantikan Bupati & Wabup Terpilih

A. Chotibul Umam (Ketua KPUD Indramayu)
Persiapkan Pelantikan

Yang benar itu benar. Yang salah itu salah. Inilah tanggapan spontan Ketua KPUD Indramayu, Chotibul Umam saat diminta komentarnya mengenai ditolaknya gugatan pemohon oleh MK. Dikatakannya, kini telah terbukti, bahwa MK memenangkan (perselisihan hasil Pemilu Kada) sesuai dengan yang seharusnya dilakukan oleh MK.

Ditegasnya pula, amar putusan MK merupakan keputusan final dan mengikat. Tidak celah hukum lagi bagi para pemohon, seperti banding, PK, atau langkah hukum lainnya. Karenanya KPUD akan segera melaksanakan tahapan Pemilu Kada selanjutnya, yaitu mempersiapkan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati terpilih, dalam hal ini Hj. Anna Sophana sebagai Bupati dan Drs. H. Supendi, M.Si. sebagai Wakil Bupati Indramayu periode 2010-2015.

Memang, pada saat proses persidangan MK mengenai perselisihan hasil Pemilu Kada Indramayu pun tahapan Pemilu Kada tetap berjalan. Sama sekali tidak terhambat. Akan tetapi dengan keluarnya amar putusan MK yang jelas-jelas menolak seluruh gugatan pemohon ini akan semakin memperlancar terlaksananya seluruh kegiatan KPUD yang menyangkut tahapan pelaksanaan Pemilu Kada.

Diakuinya, ditolaknya seluruh gugatan pemohon dalam amar putusan MK merupakan bagian yang paling menarik. Dikatakan demikian, karena keputusan ini yaitu mengesahkan kemenangan Hj. Anna Sophana-Supendi sesuai dengan yang telah dilakukan KPUD. Dengan kata lain, seluruh tahapan Pemilu Kada Indramayu yang dilaksanakan KPUD sudah sesuai dengan peraturan perundangan dan tidak ada pelanggaran sebagaimana dituduhkan para pemohon.

Selain itu, ditoloknya seluruh gugatan juga dapat dimaknai sebagai kemenangan total dan mutlak bagi KPUD dan pasangan Hj. Anna Sophana-Supendi sebagai termohon/tergugat. Namun demikian, Khotibul mengakui sebelumnya tidak dapat memprediksi keputusan MK tersebut. Mh-1

Aktualita - Putusan MK atas gugatan Pemilukada INDRAMAYU

PUTUSAN
Nomor 160/PHPU.D-VIII/2010
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA

[1.1]
Yang memeriksa, mengadili, dan memutus perkara konstitusi pada tingkat
pertama dan terakhir, menjatuhkan putusan dalam perkara Perselisihan Hasil
Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Indramayu
Tahun 2010, yang diajukan oleh:

[1.2]
1 a. Nama : H. Api Karpi
Kedudukan : Calon Bupati Indramayu Nomor Urut 1;
Alamat : Dusun II Rt. 04/02 Desa Sidadadi, Kecamatan
Haurgeulis, Kabupaten Indramayu;
b. Nama : H. Rawita . R
Kedudukan : Calon Wakil Bupati Indramayu Nomor Urut 1;
Alamat : Blok Badakan Jaya, Desa Badakan Jaya, Kecamatan
Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu;
2. a. Nama : Drs. H. Mulyono Martono, MM
Kedudukan : Calon Bupati Indramayu Nomor Urut 2;
Alamat : Jalan Olah Raga 45 Kelurahan Karanganyar
Rt.001/005, Kecamatan Indramayu, Kabupaten
Indramayu;
b. Nama : Handaru Wijayakusumah, ST
Kedudukan : Calon Wakil Bupati Indramayu Nomor Urut 2;
Alamat : Blok Kedondong Desa Sukra, Kecamatan Sukra,
Kabupaten Indramayu;
3. a. Nama : H. Gorry Sanuri
Kedudukan : Calon Bupati Indramayu Nomor Urut 3;
Alamat : Blok Plawad Rt.05/05 Desa Tugu Lor, Kecamatan
Sliyeg, Kabupaten Indramayu;
b. Nama : Ruslandi
Kedudukan : Calon Wakil Bupati Indramayu Nomor Urut 3;
Alamat : Desa Babakan Jaya Rt. 10/03, Kecamatan Bagus
Wetan, Kabupaten Indramayu;
4. a. Nama : Toto Sucartono, SE
Kedudukan : Calon Bupati Indramayu Nomor Urut 5;
Alamat : Lemah Abang Rt. 013/003, Kecamatan Indramayu,
Kabupaten Indramayu;
b. Nama : H. Kasan Basari
Kedudukan : Calon Wakil Bupati Indramayu Nomor Urut 5;
Alamat : Blok Dukuh Rt. 17/05, Desa Kenanga, Kecamatan
Sindang, Kabupaten Indramayu;
5. a. Nama : H. Uryanto Hadi, S.H,.SE
Kedudukan : Calon Bupati Indramayu Nomor Urut 6;
Alamat : Jalan Letnan Wargana Nomor 108 E Indramayu;
b. Nama : H. Abas Abdul Jalil, S.Ag., M.Si
Kedudukan : Calon Wakil Bupati Indramayu Nomor Urut 6;
Alamat : Desa Segeran Kidul Rt.01/02, Kecamatan Juntinyuat,
Kabupaten Indramayu;

Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 26 Agustus 2010 memberikan kuasa
kepada 1) H. Dudung Badrun, S.H., M.H., 2) Suhardi, S.H., 3) Bernard
Bulegalangi, S.H., 4) Dedi Buldani, S.H., 5) Irianto Muhammad Akhmad, S.H.,
kesemuanya adalah Advokat dan Konsultan Hukum pada Kantor Dudung Badrun
& Associates beralamat Jalan T.B. Simatupang Nomor 48A (Gedung Guru KLH
PGRI DKI Jakarta) Jakarta Selatan, baik sendiri-sendiri maupun bersama-sama
bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa;

Selanjutnya disebut sebagai ------------------------------------------------- para Pemohon;
Terhadap:

[1.3]
Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Indramayu, berkedudukan di
Jalan Soekarno Hatta Nomor 1, Pekandangan, Indramayu;
Berdasarkan Surat Kuasa Khusus bertanggal 7 September 2010 memberi kuasa
kepada 1). Sutikno, S.H., M.H., 2). Juju Samsudin, S.H., M.H., 3). Ibnu Kholik,
S.H., M.H., dan 4) Sudarno, C.R., S.H., M.H., Advokat/Pengacara berkedudukan di
Jalan Tangkuban Perahu III, Nomor 203, Kota Cirebon, Jawa Barat, baik sendirisendiri
maupun bersama-sama bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa;
Selanjutnya disebut sebagai ------------------------------------------------------- Termohon;

[1.4]
1. Nama : Hj. Anna Sophanah;
Jenis Kelamin : Perempuan
Tempat, tanggal lahir : Indramayu, 23 Oktober 1960
Agama : Islam
Pekerjaan : Anggota DPRD Kabupaten Indramayu
Alamat : Jalan Letnan Sutejo Nomor 20 Kelurahan
Margadadi, Kecamatan Indramayu, Kabupaten
Indramayu, Provinsi Jawa Barat;
2. Nama : Drs. H. Supendi, M.Si;
Jenis Kelamin : Laki-laki
Tempat, tanggal lahir : Indramayu, 14 Agustus 1958
Agama : Islam
Pekerjaan : Pegawai Negeri Sipil Daerah
Alamat : Jalan Cimanuk Barat Nomor 4, Sindang,
Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu,
Provinsi Jawa Barat;
Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Dalam Pemilihan Umum Bupati
dan Wakil Bupati Kabupaten Indramayu Tahun 2010 Nomor Urut 4;
Berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 7 September 2010, memberi kuasa
kepada 1). Khalimi, S.H., 2). Ribaldi Chandra, S.H., dan 3). Suhendar, S.H.,
adalah Tim Advokasi Badan Hukum dan Hak Asasi Manusia (BAKUMHAM) DPD
Partai Golkar Kabupaten Indramayu beralamat di Jalan Olah Raga Nomor 2
Kecamatan/Kabupaten Indramayu – Jawa Barat, bertindak baik bersama-sama
maupun sendiri-sendiri untuk dan atas nama pemberi kuasa;
Selanjutnya disebut sebagai --------------------------------------------------- Pihak Terkait;

[1.5]
Membaca permohonan dari Pemohon;
Mendengar keterangan dari Pemohon;
Mendengar keterangan dan membaca jawaban tertulis dari Termohon;
Mendengar keterangan dan membaca tanggapan tertulis dari Pihak
Terkait;
Memeriksa bukti-bukti dari Pemohon, Termohon, dan Pihak Terkait;
Mendengar keterangan para saksi dari Pemohon, Termohon, dan Pihak
Terkait;
Membaca kesimpulan tertulis dari Pemohon, Termohon, dan Pihak
Terkait;
[3.15]
Menimbang bahwa terhadap dalil para Pemohon terkait adanya
pelanggaran-pelanggaran lainnya, menurut Mahkamah, selain tidak didukung oleh
bukti yang kuat juga tidak signifikan mempengaruhi perolehan suara Pemohon
sehingga melampaui perolehan suara Pihak Terkait, sehingga dalil tersebut tidak
beralasan menurut hukum;

[3.16]
Menimbang bahwa berdasarkan seluruh uraian pertimbangan tersebut di
atas, Mahkamah berpendapat bahwa permohonan Pemohon tidak terbukti dan
tidak beralasan menurut hukum;

4. KONKLUSI
Berdasarkan penilaian fakta dan hukum sebagaimana diuraikan di atas,
Mahkamah berkesimpulan:

[4.1]
Mahkamah berwenang untuk memeriksa, mengadili, dan memutus
permohonan a quo;

[4.2]
Para Pemohon memiliki kedudukan hukum (legal standing) untuk
mengajukan permohonan;

[4.3]
Pemohonan para Pemohon diajukan masih dalam tenggang waktu yang
ditentukan;

[4.4]
Eksepsi Termohon dan Pihak Terkait tidak beralasan hukum;

[4.5]
Pokok permohonan para Pemohon tidak terbukti menurut hukum.
Berdasarkan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun
1945 dan mengingat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah
Konstitusi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 98,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4316), Undang-Undang
Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32
Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara fRepublik Indonesia Nomor
4844), serta Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan
Kehakiman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 157,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5076);

5. AMAR PUTUSAN
Mengadili,
Menyatakan:
Dalam Eksepsi:

- Menolak eksepsi Termohon dan Pihak Terkait;

Dalam Pokok Perkara:
- Menolak permohonan para Pemohon untuk seluruhnya;
Demikian diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Hakim oleh
sembilan Hakim Konstitusi pada hari Selasa tanggal dua puluh satu bulan
September tahun dua ribu sepuluh yang diucapkan dalam Sidang Pleno terbuka
untuk umum pada hari Jumat tanggal dua puluh empat bulan September tahun
dua ribu sepuluh oleh delapan Hakim Konstitusi, yaitu Moh. Mahfud MD., selaku
Ketua merangkap Anggota, Achmad Sodiki, M. Akil Mochtar, Muhammad Alim,
Hamdan Zoelva, Harjono, Maria Farida Indrati, dan M. Arsyad Sanusi masingmasing
sebagai Anggota dengan didampingi oleh Cholidin Nasir sebagai Panitera
Pengganti, serta dihadiri oleh Pemohon/Kuasanya, Termohon/Kuasanya, dan
Pihak Terkait/Kuasanya.

KETUA,
ttd.
Moh. Mahfud MD.
ANGGOTA-ANGGOTA,
ttd.
Achmad Sodiki
ttd.
M. Akil Mochtar
ttd.
Muhammad Alim
ttd.
Hamdan Zoelva
ttd.
Maria Farida Indrati
ttd.
Harjono
ttd.
M. Arsyad Sanusi
PANITERA PENGGANTI
ttd.
Cholidin Nasir

Pengikut

Langganan via Email

 

Buku Tamu

Arsip Berita